Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Comments Posted By sabar tambunan

Displaying 1 To 10 Of 16 Comments


Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

4000 Warga Humbahas Sambut Kedatangan Anak Perantau Drh Jhonny Allen Marbun MM

Horas Bung Allen...

Saya hargai upaya2 anda untuk menarik simpati para kontituens. Termasuk tentunya untuk kepentingan Pemilu 2009 kedepan.

Bekerja sebagai wakil-rakyat memang harus nyata2 untuk kepentingan rakyat, khususnya bagi kepentingan para kontituennya. Kita ikuti dan contoh saja pertarungan kandidat calon presiden USA, betul2 kerja itu yang namanya Obama dan Hillary. Juga bagi kandidat calon yang lainnya kerja keras untuk meyakinkan rakyat hanya untuk menjadi calon.

Yang penting di Humbahas adalah pertanian dan pendidikan. Bidang pendidikan yang penting menyangkut kwalitas, bukan kwantitas

Sabar Tambunan

Comment Posted By sabar tambunan On 08.01.2008 @ 15:37

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

Bupati Taput Pimpin Raker Pendidikan Diikuti 2000 Peserta dari 4 Kecamatan

Horas,

Tingkat pendidikan orang batak rata-rata sudah paling tinggi di Indonesia. Ternyata ini tidak cukup men-sejahtera-kan. Memang Indonesia belum menjadi negara yang bisa membuat rakyatnya sejahtera. Tapi memang pendidikan merupakan jembatan menuju kesejahteraan yang lebih baik, terutama bagi rakyat kita yang masih banyak miskin, termasuk orang batak juga banyak sekali miskin.

“Anak hon hi do hamoraon di ahu”, sudah tertanam dalam di sanubari orang batak. Wujud kankritnya tercapainya tingkat pendidikan setinggi-tinginya. Soal falsafah ini tidak perlu diulang-ulang untuk digembar-gemborkan lagi. Sudah otomatist itu terpelihara dan terbangun melalui nilai-nila yang terkandung dalam adat dan dalihan Natolu kita.

Yang jadi soal, semakin hari falsafah ini 'dihantam' oleh mahalnya pendidikan dan pendidikan yang tidak berkwalitas. "Hidup bukan untuk sekolah, tapi sekolah untuk hidup". Bersekolah harus mensejahterakan hidup, baik untuk memenuhi kebutuhan lahir maupun batinnya.

Kita, terutama pemerintah daerah harus mulai terbiasa membuat dan menjalankan program2 yang sederhana namun realistis dan terukur. Jangan lagi guru disebut pahlawan tanpa tanda jasa, karena mau menjadi guru katanya panggilan jiwa. Tapi gajinya kecil dan dia gelisah apakah anaknya nanti mampu dia biayai sampai perguruan tinggi??? Guru itu manusia biasa kok...........

Bikin saja program setiap anak guru sekolah negri dan swasta dijamin negara (gratis dan dibantu biaya hidupnya-hutang dari negara) untuk berkuliah apabila lulus tes masuk universitas/ politeknik negri. Bayangkanlah dampaknya pada semangat para guru !!

Bikin saja program "Anak Batak TOEFL 500". Menjadikan setiap anak didik pada akhirnya lulus SMA/SMK minimal memiliki skor TOEFL 500. Bayangkan dampaknya pada kepercayaan diri dan bangga yang tumbuh pada diri setiap anak batak.

Bikin saja program "ICT for School". Mengajarkan dan berpraktek Teknologi Internet dan Komputer mulai anak kelas 5 SD agar mampu ber-internet dengan baik dan benar. Mampu mengeksplorasi berbagai sumber pengetahuan serta berhubungan dengan orang dari berbagai penjuru dunia.

Bahasa Inggris dan ICT adalah kemampuan literacy minimal sekarang apalagi masa depan. Layaknya jaman dulu kemampuan membaca dan berhitung. Sekali lagi, Inggris dan ICT adalah modal utama, yang lainnya akan bertambah dengan sendirinya!! Tidak boleh lagi anak batak dijejali sebanyak mungkin pengetahuan yang sekedar bersifat hafalan. Ajari saja mereka bagaimana metoda dan cara mencari pengetahuan itu. Kalau butuh dan berminat, pastilah mereka akan mencarinya sendiri, bahkan lebih baik dari para guru-gurunya.

Muliate

Comment Posted By sabar tambunan On 04.12.2007 @ 11:29

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

Sofyan Tan Mendaftar Balon Wagubsu

Hallo semuanya,

Mengenai apakah dia bisa mempertahankan citranya kalau sudah terpilih, itu khan pertanyaan spekulatif. Harusnya begini, tanya saja dia apakah mau dan sanggup beliau untuk membuat masyarakat tionghoa medan supaya lebih terbuka. Apa cara dia untuk mengatasi soal ini.?

Di Kalimantan Barat telah terpilih Gubernurnya orang Tionghoa, Bpk Cornelius Lay. Ini membuktikan masyarakat Kalimantan Barat sudah lepas dari isu2 primodial dalam berdemokrasi. Yang utama adalah pemimpin yang jujur, bekerja keras, dan berani. Selamat, semoga sukses!! Sekarang bagaimana dengan masyarakat Sumut ???

Supaya peluangnya Bpk Sofyan Tan lebih besar untuk menang, beliau sebaiknya menggandeng calon Wakil-nya dari orang Jawa yang Islam dan moderat serta berkwalitas. Orang Jawa yang ternyata merupakan penduduk mayoritas di Sumut haruslah mulai berani tampil untuk memimpin. Horas Pujakusuma !!! Iyaa..khan??

Masyarakat Sumut amat Heterogen, layaknya kota Jakarta. Ini semacam laboratorium (tempat praktek) demokrasi dan pluralisme yang ideal. Dari tempat ini bisa menjadi contoh yang baik bagi daerah2 lain. Menarik untuk diamati perkembangannya.

Comment Posted By sabar tambunan On 04.12.2007 @ 09:39

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

Peranan Perempuan dalam Adat dan Budaya Batak Diseminarkan

Horas,
Bagi Boni Silitonga,

Budaya, termasuk didalam adat istiadat bagi suatu komunitas disepakati dan dilaksanakan demi kebaikan dan kemajuan dari masyarakat itu sendiri. Artinya produk2 budaya seharusnya bersifat dinamis. Bila kondisi didalam dan lingkungan komunitas itu berubah, otomatis dituntut perubahan dalam budaya itu juga.

Bangsa Yahudi adalah bangsa yang paling maju didunia, sekaligus termasuk bangsa yang paling 'kolot'. Bangsa Batak juga 'kolot', tapi kok ngga maju?? Soal posisi wanita Yahudi dalam adat, sepintas atau dari sudut pandang nilai2 modern sekarang bahkan lebih parah dari bangsa Batak.Tapi pernahkan kita mendengar keluhan dari pihak wanita Yahudi??

Saya kira wanita Yahudi memang puas dengan posisinya dalam tata-nilai adat Yahudi mereka. Isu tentang kesetaraan gender, yang merupakan perjuangan banyak kaum wanita di banyak tempat dibelahan bumi, tidak terjadi di masyarakat Batak.

Coba kita hayati betul2 konsep Dalihan Natolu......tidak ada peluang sedikitpun bagi kaum laki2 Batak untuk 'menindas' kaum perempuannya. 'Holong dan menjaga martabat perempuan' sangat kuat di tata nilai Dalihan Natolu...

Menyangkut warisan yang diatur oleh adat, untuk masyarakat agraris jaman dulu, ditambah lagi sistem marga dan Dalihan Natolu...memang kebutuhannya mengharuskan demikian. Bayangkan apabila warisan tanah saat itu tidak diatur demikian?? Sistem marga dan Dalihan Natolu tidak akan bisa berjalan dengan yang seharusnya.

Memang masalahnya saat ini sebagian besar masyarakat Batak sudah menjadi masyarakat urban, bukan lagi petani. Lahir , besar dan meninggal di tanah perantauan. Tapi jangan khawatir, 'khan adat itu dinamis !? Yang saya maksud adalah, isu kesetaraan gender di masyarakat batak bukan masalah besar.

Yang lebih penting saya kira, bagaimana dengan kekuatan adat dan tata nilai 'HOLONG' yang bersumber dari dalihan natolu mampu membuat orang batak maju!!.

Bayangkanlah bagaimana kondisi tanah batak 50 tahun lagi. Apabila hanya mengandalkan pertanian semata, pastilah tidak akan mampu menghidupi jumlah penduduk yang meningkat lebih dari 2 kali nantinya.

'Menjadi Orang Batak' adalah melakukan dua hal sekaligus, yaitu bermarga dan terikat sistem nilai dalihan natolu. Sungguh, sebuah 'modal sosial' yang sangat besar apabila bisa dikembangkan dan dimanfaatkan lebih dari sekedar untuk kepentingan acara2 adat semata, seperti kelahiran, perkawinan atau kematian. Modal sosial yang harusnya bermanfaat juga dalam kehidupan dan problem sehari2........termasuk sebagai masyarakat urban !!

Dengan modal Marga dan Dalihan Natolu sebagai modal sosial ini harusnya kita mampu membuat pinjaman/kredit untuk usaha2 pertanian, perternakan dan UKM di tano Batak dengan bunga kredit yang sangat rendah. Sumber dananya dari sumbangan seluruh masyarakat batak, gratis..! Operasionalnya, serahkan saja kepada Bank yang sudah mapan dan profesional untuk melakukannya.

Juga harusnya kita bisa membuat gerakan pendidikan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris (TOEFL for 500) dan ketrampilan ber-ICT (Internet Go TO School.

Sayang memang apabila aplikasi dari budaya kita jauh tertinggal dengan kebutuhan akan masa depan !!

Muliate.

Comment Posted By sabar tambunan On 14.12.2007 @ 13:59

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

Samosir Berbenah Menuju Kabupaten Wisata 2010

Horas Pulau Samosir,

keberadaan Hotel, Restoran, dan rumah makan di Samosir adalah sekunder, bukanlah lokomotif (pemancing utama) orang datang ke pulau Samosir. Harga murah atau mahal, dua2 nya perlu ada. Masing2 ada pangsa pasarnya. Mereka ini otomatis akan hadir dan berkembang kalau memang banyak turis yang datang.

Acara2 budaya dan sport memang even sangat berguna, namun sifatnya temporer/berkala. Yang perlu dibenahi juga infrstruktur. Misalnya perlu ada penerbangan Medan-Samosir, bisa lanjut ke Nias. Minimal 2X pagi sore pulang-pergi.

Usul saya, sangat perlu dibangun di beberapa titik jalan publik, terbuat dari papan kayu lebar 5M (Walk-Way), panjang sekitar 2 sampai 3 KM. Jalan ini dibangun memanjang garis pantai diatas air, kadang menjorok ke-danau, kadang masuk ke hutan di daratan. Jalan tempat orang khusus untuk berjalan-jalan kaki dengan rileks, memancing, duduk kongkow-kongkow. Bibir pantai juga menjadi kawasan publik, tidak boleh dikapling2 untuk milik pribadi atau komersial. Untuk kawasan komersialnya, PEMDA/Badan Usaha Milik Daerah/Badan Otorita harus membangun Kawasan dan Kavling Siap Bangun. Para Investor dan pribadi tinggal membeli blok dan kavling siap bangun ini.

Untuk pembangunan walk-way dan kawasan siap bangun pertama sebaiknya di-lokasi yang seberang dan dekat serta terlihat dari Parapat dulu. Menyusul setelah itu baru dilanjutkan secara berantai di lokasi lain. Seluruh titik walk-way ini akhirnya mengelilingi seluruh pulau Samosir ( mungkin perlu 8 sampai 12 Walk-Way.

Muliate

Comment Posted By sabar tambunan On 04.12.2007 @ 10:24

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

Partungkoan Dalihan Natolu Medan Teladan untuk Melestarikan Adat Batak

Horas,

Wah,..bagus itu yang punya ide bikin partungkoan bagi para lansia. Apalagi untuk kebutuhan kehidupan di kota-kota besar, tidak mudah melewati masa tua/pensiun di kota besar. Perasaan kesepian mudah sekali menyerang...

Harapan saya, partungkoan ini tidak saja bermanfaat bagi anggotanya saja. Tidak cukup hanya 'meluruskan' soal2 teknis tetek-bengek paradaton semata. Mereka juga diharapkan sebagai salah satu motivator, sumber ide dan motor penggerak untuk memecahkan berbagai persoalan kehidupan faktual sehari-hari generasi muda batak saat ini.

Motto "Menjadi tua yang berguna dan bahagia" tentunya akan diperoleh melalui buah2 yang kalian hasilkan bagi kepentingan masyarakat, terutama bagi kami generasi mudanya.

Usul saya, bangunlah sebuah "Batak Senior Community Centre" di kota Medan, semacam Youth Centre bagi anak muda.

Kami tunggu 'kejutannya'
Sekali lagi Horas jala Gabe !!

Comment Posted By sabar tambunan On 04.12.2007 @ 13:26

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

Pendidikan yang Mencerdaskan dan Berkarakter

Horas,

Memang, inilah salah satu contoh berguna untuk meningkatkan kwalitas pendidikan untuk anak didik orang batak. Perlu dijadikan sebuah GERAKAN (movement) bahwa modal yang utama/nomor satu bagi orang batak adalah pendidikan yang harus berkwalitas. Jadikan pendidikan ditano batak sebagai sebuah 'infrastruktur', bukan komoditi (komersial). Layaknya membangun jalan, saluran irigai, listrik dan sejenis.

Biar saja negara kita kelihatannya menempatkan pendidikan menjadi semakin mahal (tak terjangkau) bagi rakyat miskin. Tapi ini janganlah terjadi di tano batak. Sebuah komunitas tidak akan pernah maju, apabila rakyat miskinnya tidak punya harapan 'naik kelas' status sosial dan ekonominya. Harapan ini hanya mungkin diberikan melalui pendidikan yang betul-betul berkwalitas !!

Banyak bentuk dan ide lain yang bisa kita gali bersama dan terapkan menyangkut pendidikan berkwalitas ini. Tidak harus atau melulu dengan membangun sekolah seperti diatas. Buatlah Program " LULUS SEKOLAH MENENGAH NILAI TOEFL MINIMAL 500 !!".

Untuk kepentingan itu sebaiknya kita bentuk sebuah lembaga independen. Para Pemda di tano Batak (Taput, Tapsel, Mandailing/Natal, Toba Samosir, Simalungun, karo, Dairi, Pemko Sibolga, Humbang, kota Pematang Siantar) cukup menjadi sponsor. Program ini juga akan kita tawarkan ke berbagai negara maju dan lembaga dunia untuk ikut membantu . Mereka dapat membantu berupa dana, fasilitas/alat, maupun tenaga pengajar native speaker.

Saya yakin dalam 10 sampai 15 tahun kedepan, program ini mampu membentuk kepercayaan diri dan rasa bangga para peserta anak didik di tano batak. Ini penting sekali untuk pembentukan karakter dan sebagai modal hidup mereka selanjutnya.....untuk maju, kepercayaan diri dan rasa bangga harus punya

Saya usul konkrit kepada Admin untuk membuatkan forum khusus di website ini, forum " ANAK BATAK TOEFL 500 ". Dari Forum inilah kita mulai bergerak, bergerak dari bawah tanpa perlu mengandalkan dan tergantung dari tokoh-tokoh tertentu.
Biarlah lembaga independen yang kita mau bentuk seperti diatas nantinya merupakan salah satu muara dari gerakan ini.

Muliate

Comment Posted By sabar tambunan On 03.12.2007 @ 10:53

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

Ketua DPRD Bangun Silaban : Mensukseskan Pembangunan, Propinsi Tapanuli Harus Terwujud

Horas,

65 siswa/i SMU terbaik Humbahas diterima di PTN adalah sebuah prestasi baik. Sekarang bagaimana nasib siswa/i yang tidak terbaik, berapa banyak dari mereka yang bisa lanjut kuliah. Kalau tidak kuliah, apa dia bisa cari makannya sendiri (mandiri) ??

Saya kira perlu program pendidikan di Humbahas yang tidak hanya bersandar pada istilah siswa/i terbaik. 'Khan masalahnya adalah bagaimana dengan anak yang tidak termasuk terbaik?? Lagipula apa kriterianya sehingga seorang anak tidak dibilang terbaik ??

Program pendidikan haruslah membuat setiap anak didik, tanpa terkecuali, semakin percaya diri dan bangga akan kemampuan dirinya. Jangan samakan kemampuan dan bakat setiap anak, setiap anak berbeda. tak perlu kriteria terbaik yang seragam. " Setiap anak adalah terbaik !!"

Saya ada ide kepada Pemkab Humbahas dan Pemkab2 di tano batak lainnya, yaitu Program " English for TOEFL 500 " dan "ICT for School" untuk dimulai dari kelas 5 SD. Kedua program ini akan menjadi modal dasar utama untuk semakin menumbuhkan rasa percaya diri (self esteem) dan rasa bangga (proud) setiap anak didik. Karena apa ?? Memang saat ini kemampuan literacy bahasa Inggris dan Iternet Communication Technology (ICT) telah menjadi syarat penting bagi seseorang untuk mencapai kemajuan lebih tinggi, apalagi masa mendatang!!

Kita ingat jaman dulu, kemampuan literacy baca/tulis/ berhitung menjadi syarat utama untuk diterima kerja kantoran. Periode berikutnya syaratnya harus bisa operasikan beberapa program komputer tertentu, minimal WS dan Excel.

Saat ini, apalagi masa mendatang adalah jamannya bahasa Inggris dan ICT atau Teknologi Informasi dan Komputer...........disingkat TIK
Bagaimana dengan anak-anak sekolah di Humbahas,
"Are You Ready, Enough!"

Muliate,

Comment Posted By sabar tambunan On 04.12.2007 @ 14:42

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

Studi Kelayakan Jalan Lingkar Danau Toba Tahun Ini

Horass!!
Jalan lingkar adalah modal awal yang baik untuk pengembangan berbagai aspek kemajuan selanjutnya. Jalan lingkar bukanlah tujuan, masih banyak modal-modal lain yang harus dipersiapkan. !!
Pemerintah Propinsi dan seluruh kabupaten yang terkait bersama tokoh-tokoh rang batak harus bersatu. Bentuklah sebuah 'badan bersama' yang memiliki wewenang untuk mengambil keputusan yang harus dipatuhi dan dilaksanakan oleh masing-masing daerah. Kita harus punya 'skenario besar untuk kemajuan' yang jelas dan tegas tentang wilayah danau toba dan sekitarnya.

Banyak hal yang harus segera direncanakan. Rumah-rumah adat yang masih ada/tersisa mau di 'apakan'? Bagaimana dengan peran orang-orang batak diperantauan? Pertanian dan perternakannya yang mau dikembangkan seperti apa? Bagaimana supaya petani dan peternak untungnya banyak? Bagaimana memanfaatkan udara sejuk (panas tidak, dingin tidak, ini anugrah!!) dan danau yang luas? Bagaimana memaksimalkan 'kekuatan tradisi/adat' untuk mempercepat kemajuan kehidupan sehari-hari, bukan malah membebani?

'Badan bersama' harus mampu merancang sebuah 'skenario pengembangan yang tepat dan terukur dalam jangka waktu tertentu'. Selanjutnya yang penting mampu mengkampanyekannya secara besar-besaran kepada seluruh orang batak di perantauan agar berlomba-lomba 'bergerak' dengan segala kekuatannya. Termasuk yang sering dilupakan adalah kekuatan dan potensi para anak muda dan anak-anak batak.

Muliate.
[ST]

Comment Posted By sabar tambunan On 15.11.2007 @ 11:47

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

Membangun Tradisi Tanpa Sikap Tradisional

Horas Sdra. Maridup..

Saya terpancing mau 'berpolemik' dengan anda ataupun siapa saja yang tertarik membahas eksistensi budaya Batak. Tak usahlah kita pikirkan itu yang namanya budaya nasional.

Dalam makna positif, menurut saya saat ini budaya nasional itu tidak ada...yang ada yang negatif2 aja.. Saat ini budaya nasional itu lebih terbentuk dari pengaruh 16 stasiun TV, yang isinya hiburan2 semata...dan sebagian besar malah kontennya pembodohan..membuat masyarakat apalagi untuk anak-anak dan remaja menjadi bodoh dan tak berdaya!!

Mana itu budaya Batak ?? 'Khan, acara adat hanyalah bagian kecil dari ekpresi/karya budaya kita. Masalahnya adalah mana ekspresi-ekpresi/karya lainnya ?? Kalau cuma acara adat...sangat-sangat tidak memadai.

Budaya adalah way of life dari sebuah komunitas/suku/bangsa. Suku Batak punya MARGA/TAROMBO DAN DALIHAN NATOLU sebagai sumber utama dari budayanya. Sederhana namun jelas/jernih dan egaliter/demokratis...betul-betul sebuah modal besar dan istimewa. Sumber ini seharusnya mampu menghasilkan budaya yang membuat komunitas itu lebih bertenaga (powerfull) dan berbahagia (happiness) dalam menjalani kehidupannya dengan segala problematika dan cita-citanya.

Sudah saya katakan sebelumnya, acara adat batak membebani ekonomi bagi kita yang kurang mampu, tidak menarik bagi generasi muda. Dan saya yakin, mereka kalau bisa bebas memilih minimal akan bilang ' Nantilah dulu..adat itu'

Jadi dimana masalahnya ?? Masalahnya ssas M A N F A A T !! Budaya Batak lahir dan tumbuh dalam masyarakat agraris-tradisional yang homogen. Saat itu, budaya ini mampu memenuhi segala kebutuhan dan memecahkan problem yang timbul pada komunitas itu. Memang saat itu budaya yang ada masih bermanfaat.

Sejak kekristenan/Islam masuk ke tanah batak, seiring dengan terbentuknya negara Indonesia..orang batak merantau dan menyebar. Yang pergi ke kota-kota besar kehidupannya berubah sebagai masyarakat-URBAN,... bukan agraris lagi. Juga bergaul dengan suku-suku lainnya..tidak homogen lagi.

Tantangan hidup-pun berubah !! Apakah budaya kita juga berubah sesuai dengan tantangan yang ada ???

Begini analisa saya.
Tetap terjadi perubahan yang penting menyangkut pelaksanaan acara adat....acara berhari-hari menjadi ulaon sadari ! Yang lainnya ?? Tidak ada betul-betul yang signifikan, hanya sebatas penyesuaian dan dinamika.

Yang malah terjadi sebenarnya malah hilangnya atau tergerusnya falsafah/nilai dasar yang bersumber dari TAROMBO dan DALIHAN NATOLU, yaitu yang utama adalah HOLONG.

HOLONG hanya sebatas terungkap dan tersisa pada acara adat.. yaitu aspek simbolis !! Melalui kata-kata dan ulos....

Contoh, ada sebuah kejadian yang sangat ironis. Seorang bapak(bere) sakit keras, agar selamat nyawanya harus dioperasi di rumah sakit. Dia tak punya uang,...datang ke Tulang-nya untuk minta bantuan uang. Tak diberi...akhirnya meninggal !! Acara adat dan penguburan.. semua biaya ditanggung oleh Tulang itu. Biayanya sekitar 3 kali dari ongkos operasi..!! Juga datang pengurus Punguan Marga dengan anggota 500 Keluarga. Berbicara tentang Holong sambil menyerahkan amplop...berisi Rp.200ribu..padahal bapak itu supir angkot !! Artinya...masing-masing keluarga hanya menyumbang Rp.400.

Memang dimata adat, Tulang itu dan Punguna telah ber-adat dan 'telah' menunjukkan HOLONG-nya. Namun begitukah maksud dari HOLONG yang bersumber dari konsep Dalihan Natolu ???

Saya tidak bermaksud menyalahkan Tulang atau Pengurus Punguan. Yang terjadi memang budaya kita belum berkembang secara maemadai untuk mengatasi berbagai persoalan kehidupan sehari-hari kita dijaman modern ini. Orang URBAN meninggal butuh beli tanah kuburan, mayatnya diformalin dan perlu ambulan untuk membawanya kekuburan...lagi-lagi biaya yang besar.

Kata kunci dari semua hal ini adalah budaya batak belum menghasilkan organisasi atau intitusi sosial MODERN untuk mengatasinya. Budaya kita baru berhasil membangun banyak gedung gereja (HKBP dll)di seluruh pelososk Indonesia. Dan pasti akan jauh lebih banyak lagi bila tidak ada hambatan/ijin untuk membangunnya.

Saya memimpikan komunitas batak suatu berhasil membangun sebuah institusi/lembaga yang mengurus kematian orang batak di tano parserahan/perantaoan. Juga sebuah institusi yang menjamin tidak akan ada anak orang Batak putus sekolah karena masalah biaya. Biarlah dia putus seolah karena tidak lulus tes masuk.

Saya memimpikan sebuah intitusi yang menjamin orang batak tidak akan kesulitan modal awal untuk berbisnis. Ataupun sebuah intitusi yang menjamin lulusan SMA minimal skor TOEFL berbahasa Inggris 450 atau tidak Gagap-Teknologi ICT. Saya yakin mimpi ini sangat mungkin terwujud. Karena kita punya MODAL - SOSIAL yang bersifat 'given', yang sangat powerful dan egaliter, yaitu MARGA/TAROMBO dan konsep DALIHAN NATOLU.

Bangsa Yahudi dengan SINAGOGA-nya, bukan semata-mata tempat beribadah...Sinagoga sebuah 'Gereja' sebuah institusi yang sangat modern yang sangat 'powerful' membawa bangsa Yahudi menjadi sangat maju !!

Sdra. LITNO DAMANIK betul sekali, " Membangun Tradisi Tanpa Sikap Tradisional ". Ini harus dimulai saat ini juga, yaitu dengan berpikir, bersikap dan berbuat secara institusional. Semua energi dan waktu diarahkan untuk membangun institusi yang akan membantu kemajuan kehidupan dan peradaban orang Batak dalam 20 tahun mendatang.

Mari, siapapun kita, kita buat langkah historik...memang tidak lansung jadi atau terasa manfaatnya segera.., dan bukan seperti makan cabe rawit..instant pedasnya !! Kurangi energi dan waktu kita untuk membahas segala tetek bengek acara adat di forum/website ini, kalau memang kita tidak mau meninggalkannya. Kejarlah yang lebih bermanfaat....

Usul kongkrit saya, kita mulai dengan membentuk forum bersama punguan marga-marga di setiap wilayah atau kota. Sasarannya fokuskan pada masalah-masalah sosial dan ekonomi saja dulu.

Akhir kata " Realy, Silent is not enough, Batak people must speak "

Muliate
Sabar Tambunan

Comment Posted By sabar tambunan On 07.01.2008 @ 13:52


 


Next page »


Halaman (2): [1] 2 »

«« Kembali ke halaman statistik