Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Comments Posted By edy panggabean

Displaying 1 To 6 Of 6 Comments


Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

7 Jam di Tapanuli, Wakil Menlu Ceko Ingin Kembali Lagi

1. Perilaku, cara berfikir (sosial budaya) harusnya masuk dalam setiap kotbah para pendeta (tidak hanya memperjelas nats) sehingga dari situ lahir "Kemajuan".
2. Diwujudnyatakan alih teknologi pertaniannya.
3. Ada kerjasama perdagangan langsung pemda ke "Ceko"
4. Potong beberapa mata rantai tata niaga peranian yg dihasilkan oleh daerah kita, mis: Kopi, Kemenyan, Coklat, Gambir, Kemiri dll.
5. Bentuk cluster2 pertanian
6. Oleh DEPTAN ada 10.000 kelompok tani (cluster)th 2008 akan mendapat 100jt per kelompok tani. (cari tau..jgn hanya slogan). Th. 2009 ada 20.000 kelompok tani yg hrs dibantu.
7. Kumimpikan Tapanuli Maju...............
salam,

Comment Posted By edy panggabean On 24.01.2008 @ 16:43

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

KAU ORANG BATAK ? Test dulu hati dan kupingmu..! (updated)

not bad
komposisi uning-uningannya masih terasa kurang, masih lemah gemulai antiklimaksnya terasa kurang...enak sih.. kaya dimusik andungnya tertinggal.
salam,

Comment Posted By edy panggabean On 09.01.2008 @ 18:11

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

Siapa Bilang Kopi Sigarar Utang Ngga PATEN ?

kopi.... separuh dari umurku sudah merasakan nikmatnya menyeruput kopi. thanks buat media ini, karena memuat sumber-sumber. walaupun ada beberapa data yg sudah tdk up to date. for instance; data kabupaten,data eksport import,tata niaga dll. Aku sudah mengamati hampir 15 tahun tata niaga kopi. yang ingin saya sampaikan adalah :
1. Pulanglah..tanam dan ciptakan kebun kopi.
2. Percayalah harga tidak akan pernah turun lagi (arabika)
3. Ketahuilah kopi dari "huta ta" paling enak seduania (asal pemeliharaan baik, pola memanen, pengolahan (hati hati dgn penjemuran),jangan membohongi konsumen jika anda mau membuka usaha inustri kopi(bean/powder)
4. Tanamlah arabika (lihat peta yg berwarna coklat)maksudnya tanamlah pada ketinggian diatas 1.000 dpl
5. Kalau punya modal kecil jadilah "semut-semut" istilah oleh pedagang besar
6. Beritakanlah utnuk 10 tahun mendatang akan lebih besar permintaan dari pada ketersedian (source > sink)
7. sampaikanlah jika mengalami kesulitan dalam hal menjual
8. Teruslah berusaha...
salam kenal, horas

Comment Posted By edy panggabean On 09.01.2008 @ 17:47

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

Mengenang Uning-uningan

Fungsi Uning-uningan bukan hanya itu saja, pernah lihat uning-uningan digabungkan dengan orkestra ?. Pernah dilakukan di Jakarta pada tahun 90 an. Jadi uning-uningan adalah seperangkat alat-alat musik tradisional batak (yang ditiup, petik dan dipalu). Kalo cerita soal fungsinya yah..banyak. Kelengkapannya tergantung "order" kalo yang mampu, akan semakin banyak dan lengkap. Kalopun akan segera punah, penyebabnya adalah "kita sendiri".

Beberapa orang Batak yang kita harapkan bisa menjadi motor/akses/pemberi informasi, malah diam dan tidak memberikan support. Misalnya saja Halak Hita yang ada di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, baik di DKI maupun di Departemen. Anda tau kalau Budaya Batak suka di"anak tirikan" mewakili Budaya Indonesia ?. Bukannya cemburu, tetapi halak hita sendiri nggak antusias untuk mencari dan memberikan tanggapan. Mengapa Yayasan Pengembangan Uning-uningan "melem"? Karena kita sendiri males membangunnya. Salah satu contoh ; Padahal setiap tahunnya pasti Panitia Pesta Kemerdekaan Republik Indonesia, pasti mencari Budaya Batak. So... Halak Hita yang di DKI saja kurang memberikan responnya. Saya pernah ikutan menjadi wakil untuk budaya batak bersama, Nortier Simanungkalit, Lidang Panggabean, Silo Marbun, Tigor Simanjuntak dan 8 orang pemain musik bataknya. Dan sangat banyak Duta yang melihat budaya kita, kok kita enggak yah....??.

Usul saya, mulailah dari "Rumah" semisalnya, kalo pesta gunakan gondang, bukan keyboard tunggal ! atau Band!!. Kalo mau nortor, jangan minta lagu Poco-poco, anak medan, kasihnya seperti sungai dan lain sebagainya. Dalam gondang hasahatan atau sitio-tio, Coba minta lagu "si bunga jambu" "Tumba Sidikalang" "Palty Radja" Poltak ma bulan" "Masih Baunyyak Judul Lagu-lagu lain".

Kalo uangnya nggak banyak, yah.. cukup tagading 1, seruling 1, hacapi 1, sarune na metmet 1, kalo ada duit dikit lagi, tambah ogung 1 org, tambah seruling 1 lagi, dan lain-lain.

Aku hanya sedikit kecewa, banyak yang ngomong, tapi ketika "mereka" berpesta, pasti yang mereka panggil Bandlah, Keyboardlah. Alamakkkkkkkk.
Horas ma dihita (takut kepanjangan)

Comment Posted By edy panggabean On 18.03.2008 @ 17:39

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

Fungsi Uning-uningan bukan hanya itu saja, pernah lihat uning-uningan digabungkan dengan orkestra ?. Pernah dilakukan di Jakarta pada tahun 90 an. Jadi uning-uningan adalah seperangkat alat-alat musik tradisional batak (yang ditiup, petik dan dipalu). Kalo cerita soal fungsinya yah..banyak. Kelengkapannya tergantung "order" kalo yang mampu, akan semakin banyak dan lengkap. Kalopun akan segera punah, penyebabnya adalah "kita sendiri". Beberapa orang Batak yang kita harapkan bisa menjadi motor/akses/pemberi informasi, malah diam dan tidak memberikan support. Misalnya saja Halak Hita yang ada di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, baik di DKI maupun di Departemen. Anda tau kalau Budaya Batak suka di"anak tirikan" mewakili Budaya Indonesia ?. Mengapa Yayasan Pengembangan Uning-uningan "melem"? Karena kita sendiri males membangunnya. Salah satu contoh ; Padahal setiap tahunnya pasti Panitia Pesta Kemerdekaan Republik Indonesia, pasti mencari Budaya Batak. So... Halak Hita yang di DKI saja kurang memberikan responnya. Saya pernah ikutan menjadi wakil untuk budaya batak bersama, Nortier Simanungkalit, Lidang Panggabean, Silo Marbun, Tigor Simanjuntak dan 8 orang pemain musik bataknya. Dan sangat banyak Duta yang melihat budaya kita, kok kita enggak yah....??. Usul saya, mulailah dari "Rumah" semisalnya, kalo pesta gunakan gondang, bukan keyboard tunggal ! atau Band!!. Kalo mau nortor, jangan minta lagu Poco-poco, anak medan, kasihnya seperti sungai dan lain sebagainya. Dalam gondang hasahatan atau sitio-tio, Coba minta lagu "si bunga jambu" "Tumba Sidikalang" "Palty Radja" Poltak ma bulan" "Masih Baunyyak Judul Lagu-lagu lain".

Kalo uangnya nggak banyak, yah.. cukup tagading 1, seruling 1, hacapi 1, sarune na metmet 1, kalo ada duit dikit lagi, tambah ogung 1 org, tambah seruling 1 lagi, dan lain-lain.

Aku hanya sedikit kecewa, banyak yang ngomong, tapi ketika "mereka" berpesta, pasti yang mereka panggil Bandlah, Keyboardlah. Alamakkkkkkkk.
Horas ma dihita (takut kepanjangan)

Comment Posted By edy panggabean On 18.03.2008 @ 17:35

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

DPRDSU: Terlalu Gegabah Penobatan Syamsul Arifin Jadi Raja Batak

HORAS, MEJUAHJUAH

Cobalah bicara dengan kepal dingin, hati boleh panas (karakter orang batak pada umumnya=kritis).
Janganlah kita langsung marah, sah-sah sajalah pemberian gelar itu, saya kira sama saja dengan ketika seorang jawa saya beri marga Panggabean dengan saya memanggil semarga saya dan keluarga dekat saya dan marga yang terkait, tidak harus minta persetujuan dari anda-anda. Bagimana kalo kita tunggu dan lihat hasilnya, sayang kita hanya membahas keabsahannya. Kita mulai dari hal-hal kecil saja, menunjukkan bahwa kita orang batak. Contoh kecilnya kita beritahukan dan tunjukkan budaya yang baik dari budaya batak ke anak-anak kita.
salam

Comment Posted By edy panggabean On 05.03.2008 @ 14:09

«« Kembali ke halaman statistik