Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Comments Posted By antony

Displaying 1 To 2 Of 2 Comments


Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

Penyederhanaan (Pelaksanaan) Adat, Perlukah?

Pada mulanya adat dibuat oleh orang tua2 kita jaman dahulu yang belum mendapatkan pencerahan dalam agama (Kristen). Namun perlu kita menyadari juga bahwa adat istiadat (batak dan adat lain) yang ada dibuat atas dasar keyakinan bahwa manusia merupakan ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa, baik itu dengan sebutan masing-masing (spt. Mula Jadi Nabolon).
Mengapa perlu ada adat ?
Adat dibuat (pada masa itu dan dilaksanakan sampai sekarang) adalah untuk menata hubungan sosial antar masyarakat suatu daerah (komunitas). Biasanya adat istiadat dibuat demi kebaikan bersama. Karena belum penah saya melihat ada adat yang mewajibkan seseorang untuk berbuat kejahatan.
Mengenai masih banyaknya saat ini masyarakat batak yang masih melakukan ritual2 seperti menghidangkan makanan kepada leluhur dsb. itu bukanlah adat tetapi merupakan keyakinan beberapa orang yang kebetulan juga batak (jawa disebut sebagai "sesajen").
Hal inilah yang seharusnya bisa kita pisahkan antara adat dan keyakinan akan Tuhan Yang Maha Kuasa.
Saya sangat setuju adanya penederhanaan terhadap pelaksanaan adat di bangso batak ini, sebab ada beberapa hal yang menurut saya yang (dibuat atau terjadi dengan sendirinya) bertele-tele sehingga membuat kita bosan dengan acara adat. Secara umum saya sangat respek dengan pelaksanaan adat baik dalam acara perkawinan, kematian bahan sampai paulak tukang juga ada. Tapi saya berharap dapat disederhanakan.
Mengapa saya katakan perlu disederhanakan, karena kita saat ini sudah bisa dikatakan kekurangan waktu untuk hal-hal seperti ini. Jadi akan sangat baik jika adat tetap dilaksanakan tapi dengan ringkas dan waktu yang relatif lebih cepat.
Saya sangat sedih membaca yang mengatakan "dalihan natolu" adalah rekayasa Lucifer. Terlalu sempit pemahaman akan dalihan natolu kalau sampai kita mengatakan hal itu. Dalihan natolu bukanlah sarana penyembahan terhadap seseorang atau sesuatu selain Tuhan Yang Maha Esa. Menurut pendapat dan pengetahuan saya yang tidak terlalu banyak paham akan adat batak, bahwa dalihan natolu adalah sarana saling menghormati sesama sesuai dengan porsinya dan kedudukan masing-masing. Saya sendiri tidak akan mau menyembah dan disembah siapapun kecuali menyembah Tuhan. Saya tidak pantas untuk disembah karena bukan porsi saya menerima penyembahan.
Untuk itu marilah kita membuat adat batak kita tetap bersinar dengan pemahaman yang benar dan tetap menjadikan Tuhan Yang Maha Kuasa sebagai sumber dari segala sumber adat kita. Kita sesuaikan dengan kondisi kekinian dan sesuaikan dengan keyakinan kita.
Kita wajib menghormati sesama kita sesuai dengan kedudukannya tanpa harus menyembahnya.
Semoga sedikit yang saya sampaikan ini bermanfaat bagi kita semua.
Horas.

Comment Posted By antony On 31.03.2008 @ 15:28

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

Lappet dan Ombus-ombus, Kue Tradisional Batak

Kayaknya ito Vera Napitupulu pinter bikin ombus2 dan lappet
Memang nikman nian makan panganan tradisional ini.
Aku paling suka klo inong dulu bikinin kami lappet dan ombus2, juga nitak dan pohul-pohul.
Biasanya inong bikin klo ada yg ulang tahun dlm keluarga.
Semoga Inong tenteram di Surga bersama Yesus Kristus.
Ito Vera bikinin Lappet donk.

Comment Posted By antony On 31.03.2008 @ 14:08

«« Kembali ke halaman statistik