Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Comments Posted By Nelson Saragih

Displaying 1 To 1 Of 1 Comments


Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

Penyederhanaan (Pelaksanaan) Adat, Perlukah?

Saya setuju dengan Bp. Ir. Saut Simanjuntak. Sebaiknya kita lebih memfokuskan hidup kita kepada Tuhan. Kita jangan berpijak pada dua tempat.

Kalau kita pelajari dengan seksama kita bisa mengatahui bahwa upacara-upacara adat batak ada unsur penyembahan dan berkat (menyembah hula-hula dan berkat hula-hula), itu berarti sama dengan agama kalau boleh saya katakan itu adalah agama Batak. Sekarang kita mau pegang yang mana? Agama Kristen atau agama Batak?

Bila kita pelajari sejarah adat batak, adat batak di ciptakan oleh debata mula jadi nabolon. Mula jadi nabolon mempunyai 3 oarang putra yang merupakan pancaran kemuliaannya yaitu : Batara guru, mangala sori dan mangala bulan. Batara Guru menguasai Banua Ginjang, mangala sori menguasai banua tonga dan mangala bulan menguasai banua toru. Tentunya ketiganya adalah mahluk roh.
Karena manusia pada umumnya tidak bisa melihat roh maka di alam nyata ketiganya diwakili oleh : Hula-hula (mewakili Batara guru), Dongan tubu (perwakilan dari mangala sori) dan boru (perwakilan dari mangala bulan) Hal ini berdasarkan tulisan dari Dr. Philip O Tobing :"The structure of the toba batak belief in the high god[1963:149]"
Intinya begini, pada saat kita melakukan upaca adat tanpa kita sadari roh ketiga tersebut diatas juga hadir disitu.
Pada saat dilakukan sembah terhadap hula-hula tanpa sadar sebenarnya yang disembah adalah roh batara guru yang ada di dalam hula-hula.
Pada saat hula-hula memberi berkat terhadap boru, berkat yang sebenarnya diberi adalah berkat dari Batara guru. Semua ini tidak terjadi di alam nyata tetapi di alam roh.
Upacara adat terjadi berdasarkan perjanjian antara leluhur orang batak dengan debata mulajadi nabolon. Sebelum Kristen masuk ketanah batak,debata mula jadi nabolon dan upacara adat batak sudah ada. Itu artinya bahwa adat batak bukanlah hasil karya Tuhan Yesus.
Saya memahami kenapa Bp. Ir. Saut Simanjuntak diatas mengatakan bahwa Debata mulajadi nabolon adalah rekayasa iblis.
Kita perlu mengetahui, kenapa iblis dilemparkan dari Sorga? itu semua karena dia ingin menjadi seperti Allah dan ingin disembah. Setelah dia dilemparkan dari surga dia berkeliling dunia dan mengaku kepada setiap tempat yang dikunjunginya bahwa dia adalah Allah. Kepada orang mesir dia mengaku sebagai dewa "Ra", Kepada orang yunani dia mengaku sebagai "ZEUS"dan kepada orang batak dia menyatakan dirinya Debata Mulajadi Nabolon.
Sekali lagi saya katakan bahwa upacara adat batak adalah hasil karya debata mulajadi nabolon bukan hasil karya Allah Bapa atau Tuhan Yesus.
Jadi pada saat kita melakukan upacara adat batak, itu sama dengan kita mengukuhkan kembali perjanjian antara leluhur orang batak dengan debata mula jadi nabolon.
Mungkin ada yang berkata bukankah acara adat banyak yang disesuaikan dng ajaran gereja?
Satu hal, Allah Bapa/Tuhan Yesus hanya ingin disembah menurut caraNYA bukan cara kita terlebih lagi cara hasil karya dari debata mulajadi nabolon.
Dalam Alkitab banyak kita temui bahwa Tuhan Yesus mengecam adat istiadat orang yahudi yang notabene diturunkan oleh Musa. Apalagi adat kita yang banyak unsur berhalanya?
Akhir kata mari kita baca :
I Petrus 1:18-19
Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

Comment Posted By Nelson Saragih On 20.05.2008 @ 22:38

«« Kembali ke halaman statistik