Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Comments Posted By Marlon Nababan

Displaying 1 To 2 Of 2 Comments


Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

Saur "Butet" Marlina Manurung: Mengabdi di Jalan Sunyi

Setelah membaca artikel ini, tanggapan pertama saya apa? apa kesan yang saya tangkap atas apa yang telah dilakukan ito yang satu ini ?saya terharu ! Walaupun saya tidak yakin bahwa seorang perempuan seperti Saur "Butet" marlina Manurung juga merasakan seperti apa yang saya rasakan setelah membaca kisah ini. Untuk seorang wanita yang bermental baja seperti dia, tentu hatinya tidak mengenal kata terharu.
Sungguh perbuatan yang sangat mulia yang telah ditunjukkannya kepada kita, terlebih kepada Orang Rimba-Jambi yang diakrabinya. Sungguh suatu pilihan hidup yang berat menurut hemat saya dalam memilih sikap untuk mengenalkan pendidikan kepada orang-orang yang berada di pedalaman, tanpa memikirkan masa depan hidupnya.
Saya bertanya kepada sosok perempuan hebat seperti dia, bagaimana tanggapan kamu (Butet) apabila muncul orang-orang yang mengikuti jejak mu? dan memilih hidup seperti yang kamu tempuh ? mudah-mudahan pertanyaan ini bisa terjawab di waktu saya bertemu dengan Saur "Butet" Manurung besok.
Bapatua (moderator SB) ! bagaimana caranya saya bisa menghubungi (melakukan kontak) dengan ito yang satu ini ?apakah dia masih bertugas di kawasan bukit duabelas tempat Orang Rimba tersebut ? dari Pekanbaru ke kawasan tersebut sepertinya dekat koq. Tolong kasih info ya... Bapatua !
Horas 3x

Comment Posted By Marlon Nababan On 10.04.2008 @ 23:00

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

Jangan Musnahkan Tusam Tapanuli

Mendengar nama Tusam (Pinus) saya jadi teringat saat-saat memasak di huta. Koq dari Tusam (pinus) dihubungkan dengan memasak...emang nyambung ya ? ya nyambung dong !Apakah anda sekalian mengenal "Galak-Galak" ?apakah anda pernah melihatnya ? apakah anda pernah melihat pemakaiannya di huta ? saya yakin diantara kita pasti mengenalnya.
Galak-galak sering sekali dipakai oleh rumah-tangga sebagai "bahan bakar" memasak. Cukup dengan menyuluhnya dengan korek api, setelah terbakar masukkan ke tumpukan kayu pembakaran yang telah disusun sedemikian rupa di "tataring". Tunggu sekitar 1 menit, maka api akan menyebar dan timbullah api yang digunakan untuk memasak.
Galak-galak diperoleh dari pohon Tusam (pinus). Bagaimana cara memperolehnya ? gampang-gampang sulit ! tapi biasanya Tusam yang bisa digunakan sebagai galak-galak itu adalah tusam yang mempunyai resin yang tinggi. Biasanya resin yang tinggi itu terkonsentrasi pada satu bagian dari pohon tusam, biasanya tidak jauh dari pangkal. Bagian yang terkonsentrasi resin yang tinggi itu biasanya berwarna merah (merah apa warnanya ya.....merah yang berminyak...ha...ha...ha). Nah, dengan mengikis pohon pinus yang memiliki resin yang terkonsentrasi itu, maka diperolehlah galak-galak yang mampu sebagai pengganti minyak tanah untuk membakar kayu bakar dalam suatu rumah tangga.
Itu adalah salah satu manfaat sederhana dari pohon tusam, manfaat yang lebih besar sudah dijelaskan di atas.
Nah, dari situ kita dapat menyimpulkan, bahwa sangat berharganya pohon tusam apabila dimanfaatkan secara maksimal. Kegunaan pohon Tusam seperti yang sudah disebutkan tidak melulu hanya sebagai bahan bangunan, tetapi bisa dimanfaatkan sebagai sumber pendapatan.
Nah, sekarang yang perlu kita perhatikan adalah bagaimana kita, apa usaha kita untuk melestarikan pohon ini.
Saya melihat, bahwa keberadaan Indorayon telah berpengaruh besar terhadap keberadaan komunitas pohon Tusam, khususnya di Tapanuli. Sumber daya pohon tusam yang ada di Tapanuli selama ini telah tersedot ke dalam penggilingan mesin kertasnya Indorayon. Saya tidak menuduh Indorayon melakukan kecurangan dalam memperoleh bahan baku industrinya, tetapi alangkah baiknya apabila Indorayon sebagai perusahaan kertas muncul sebagai pionir, menjadi penggagas pelestarian pohon pinus agar semua pihak, yaitu Indorayon, pemerintah dan masyarakat sama-sama menikmati keuntungan. Dan satu hal lagi yang paling penting, lingkungan selalu terlihat asri.
Lakukan proses tebang pilih, jangan asal babat saja. Lakukan reboisasi. 1 pohon pinus yang ditebang langsung diganti dengan menanam 2 pohon pinus yang baru. Apa susahnya sih !
Hidup "galak-galak" ! Tapanuli Bona Pasogitku yang selalu asri ! Merdeka !

Horas 3x

Marlon"adi"Nababan/SiNababan Naposo dari Pekanbaru

Comment Posted By Marlon Nababan On 10.04.2008 @ 22:22

«« Kembali ke halaman statistik