Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Comments Posted By Marley Gultom

Displaying 1 To 1 Of 1 Comments


Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

KAU ORANG BATAK ? Test dulu hati dan kupingmu..! (updated)

Kepada Humas SB, thanks berat untuk sharing lagunya.. saya sudah men-dowload kedua lagunya.. Lagunya keren Boss...
Aku sudah putar dan dengarkan.. Hhhmmm..., Suatu buraian pemikiran yang patut kita sikapi sebagai orang Batak termasuk saya sendiri..
Terima kasih atas lagunya.. Cukup merinding mendengarnya....

Berikut sebagai opini dan mungkin pendapat saya secara pribadi dari apa yang sudah saya jalani selama 2 hari ke Samosir, ala backpaker..
Semua sudah kutorehkan di blog multiply-ku yang sudah komplit melengkapi journey backpacking-ku ke Brastagi, Samosir & Sekitarnya..

Begini ceritanya (dikutif dari blog multiply-ku);

--start of sharing--
Selama perjalanan, mulai dari Parapat, kehidupan orang Batak sejak puluhan tahun belakangan ini masih seperti dulu kalaa.. Adem ayem saja.. Bahkan mungkin sudah mulai pudar aura pariwisatanya? Kenapa?? Entahlah…Antara "Hidup Segan, Mati tak Mau"..*sigh*. Keaslian danau tersebut di sepanjang tepian daratan Pulau Sumatera dan Pulau Samosir sudah mulai ditinggalkan oleh orang-orang luar dan para pembidik daerah pariwisata(?). Kenapa?? *lagi-lagi kenapa*. Bukannya potensi pariwisata di sana sangat minim. Bukan.. SANGAT BUKAN!! Bukannya lahan kosong yang dulu sudah tidak berguna lagi.. SANGAT BUKAN JUGA!! Then, What?? Okay!!, Let' sit back together!! Melihat kehidupan orang-orang batak di luaran sana yang konon katanya gigih, konon katanya pintar berbicara, keras berpikir *untung gak mikirin batu..hehehehe*, ternyata masih agak enggan untuk membuka diri terhadap peluang lain yang ada pada hidup matinya pariwisata Parapat, Samosir dan sekitanya. You know what, guys and gals? Lahan-lahan disepanjang pesisir dari Tuktuk hingga Pangururan sangat kental dengan "tanah adat" yang mungkin membuat susahnya membuka peluang peningkatan pariwisata bagi orang luar sementara pihak yang empunya juga kurang mau mungkin memulai dan/atau mengembangkannya.. :(( Semoga keluhan ini didengarkan oleh pejabat-pejabat teras Kabupaten Samosir.. :)

Aku yakin, jika terbuka seperti dijadikan arena objek wisata yang mantap seperti sport-air and water..mungkin it would be more worthed! Let's look Bali!. Ini malah lebih baik saja dibiarkan menjadi lahan kosong or apalah.. Keindahan persawahan di kiri kanan jalan protokol disana juga tidak akan mungkin bisa menghasilkan hasil panen yang bisa membuat perekonomian halak hita (kita org batak,'red) di sana akan lebih baik. Uneg-uneg ini juga menjadi bahan pikiranku setelah seorang penghuni di sana bilang begini: Darimanalah bisa ada kemajuan mata pencaharian di Samosir sini.. Hasil sawah juga tidak terlalu ada, Pariwisata (yang menurut mereka patut dikorek dan dikembangkan) juga tidak ada..*inhale…exhale*
Somehow, This is just a sharing of what I looked and witnessed. Hope, the governor (Bupati Samosir dan jajarannya) would concern, care and have a great program about this.. :)
--end of sharing--

Bagaimanakah?? Yuk.. Seharusnya apa dan bagaimana? Semoga dgn terbentuknya Kabupaten baru yang belum lama terbentuk itu, oleh pemerintahnya sudah punya program & plan soal ini.. :)

Story komplitna sebelum dan sesudah kutipan di atas, dapat disimak disini;
Story About Backpacking to Brastagi, Samosir & It's Around ..

Untuk foto-foto yang sudah di-captured, dapat di lihat di Album Part I berikut di link ini;

*sighs*
Semoga Pariwisata Batak bangkiiiiiiiiiiittttttt.....!! Horas.. Horas..Horas...

marley gultom

Comment Posted By Marley Gultom On 14.01.2008 @ 11:03

«« Kembali ke halaman statistik