Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Comments Posted By Ir. Saut Simanjuntak

Displaying 1 To 7 Of 7 Comments


Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

Guru Tateabulan Restui Syamsul Arifin Cagubsu

Sorry kepada oppung Parada.
Siapa sebenarnya Drs. H. Syamsul Arifin Silaban SE.?
Janganlah oppung Parada mengatas namakan Batak sehingga dengan gamblang mengatakan bahwa dia menjadi pengayom semua Batak. Tolong ralat oppung kata-kata itu karena sangat berdampak luas jika diterjemahkan lebih detail makna dari mengayomi.
Sekian dari Ir. Saut Simajuntak.

Comment Posted By Ir. Saut Simanjuntak On 13.07.2007 @ 17:22

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

Penyederhanaan (Pelaksanaan) Adat, Perlukah?

Saya mencoba menghayati serta merenung sekitar kekuatan magis adat batak dikalangan etnis Batak. Kekuatan magis adat ini lebih dominan dengan iman percaya kepada Yesus Kristus (bagi yang mengatakan dirinya sudah Kristen). Ke-akuan etnis Batak terhadap budaya leluhur sangat tidak berkehendak dihadapan Allah Bapa. Saya menganjurkan kepada seluruh orang Batak yang masih ego terhadap adat batak supaya mempelajari secara seksama asal muasal lahirnya kebudayaan Batak.
Bagi etnis Batak yang ego akan adat budaya batak dan melaksanakan nya dalam kehidupannya maka beberapa pemikiran rasional yang boleh saya garis bawahi adalah:
1. Orang batak adalah cipataan Debata Mulajadi Nabolan. Siapakah Bebata Mulajadi Nabolan?. Dia adalah rekayasa Lucifer yang menyatakan manusia ada dari 3 telor.
2. Debata adalah penguasa 3 banua, Banua ginjang (rekayasa dari Sorga), Banua tonga (bumi) dan Banua toru yaitu (neraka).
3. Dalihan natolu merupakan rekayasa lucifer sehingga orang batak memberhalakan orang hidup. Boru harus somba marhula-hula. Pasu-pasu hanya datang dari hula-hula. Bagaimana jadinya kalau hula-hulanya juga pendosa (misalnya pembunuh). Dalihan natolu rekayasa lucifer dalam menghilangkan hukum kasih yang di ajarkan oleh Yesus Kristus.
4. Na margoar juga jelas dan sangat nyata bahwa manifestasi keberadaan kuasa TUHAN telah direkayasa lucifer melalui na margoar. Yang layak disembah dan diagungkan hanya Tuhan dan Dia (Yesus Kristus)yang punya nama yang menjadi satu-satunya jalan keselamatan.
Kalau boleh renungkanlah apa kata Tuhan Yesus kepada muridnya yang hendak mengikut Dia. Biarlah orang mati menguburkan orang mati. Maksudnya adalah bahwa jangan sampai kamu mati baru ikut Tuhan Jesus.
Kembalilah kamu kejalan yang benar dan tinggalkan adat batak dari kehidupan mu. Adat dan budaya batak boleh kamu pelajari sebagai pengetahuan untuk lebih menebalkan iman percaya kepada Yesus Kristus. Mohon Roh Kudus untuk kamu mampu meninggalkan adat batak dari bagian hidupmu.
Kasihan kamu jika tidak mempunyai tempat di rumah Bapa di Sorga.
Mauliate sian Ir. Saut Simajuntak.

Comment Posted By Ir. Saut Simanjuntak On 13.07.2007 @ 17:03

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

Bukan Pergeseran Tapi Inovasi Kebudayaan

Saya setuju bahwa pengertian pergeseran tidak tepat. Ibarat main catur, berarti buah-buah catur sudah ada semua diatas papan, tinggal kita menggeser. Ada buah catur yang kalah sehingga harus terbuang dari papan dan akhirnya tidak mempunyai fungsi lagi dalam permainan catur tersebut. Saya sangat setuju dengan istilah inovasi. Inovasi berarti dari hal yang belum ada menjadi ada. Inovasi berarti suatu wujud budaya baru yang bersifat universal dengan catatan bahwa hal-hal yang tidak relevan dengan iman percaya kepada sang Pencipta (TUHAN) harus dibuang. Mari kita berinovasi budaya dalam konteks Batak yang dapat lebih meningkatkan kualitas keimanan kita kepada Tuhan Jesus. Kita harus sadar bahwa adat dan budaya itu merupakan imajinasi manusia penciptaan pola-pola kehidupan bermasyarakat. Saya mengajak semua orang Batak yang concern terhadap iman percaya kepada Kristus dan juga terhadap adat Batak agar mencoba mencari benang merah pemisah mana adat dan mana agama. Semua pernik-pernik adat Batak yang bertentangan dengan ajaran Alkitab harus ditinggalkan dan mencari wajah baru adat batak yang dapat bertumbuh menjadi sarana dan prasarana memperkokoh iman percaya kepada Yesus Kristus.
Sekian dari saya yang peduli.
Ir. Saut Simanjuntak.

Comment Posted By Ir. Saut Simanjuntak On 13.07.2007 @ 17:44

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

Pergeseran Adat Batak Toba (bagian I)

SOTUNG DIAGO DEBA HAMU

JANGAN TERBELENGGU OLEH AJARAN SESAT

Ajaran Palsu,
Kita lihatlah di Acara Adat orang Batak yang beragama Kristen: Bersepakat mereka memegang tepi Sambung tempat dari Ihur-ihur, Soit, Osang, Ulu, Panamboli, Aliang-aliang dari pinahan tersebut.
Martonggo/Martangiang/Berdoa meminta asa Manumpak Sahala berikut Manuai Tondi dari Hula-hulanya yaitu wakil dari Debata Bataraguru, di Pasu-pasu/di Berkati oleh ”Oppuna Debata”. Berdoa berikut meminta berkat di dalam ”Goar-Goar” dari juhut babi. Menuruti Patik, Ajaran, Perintah, Pesan dari siapakah ini ?. Kenapa harus di adop-adop dan di pegang juhut babi untuk meminta sesuatu ? Kenapa harus tonggo-tonggo atau berdoa dari Ompunta naparjolo yang di Ajarkan oleh Datu dan Malim di katakan untuk Mamelehon/Mempersembahkan juhut Nabalging-balging ? Bisakah kita yang sudah mengikuti Ajaran Alkitab sepenuh hati, sungguh-sungguh melakukan hal yang seperti ini ? Sangat jelas Ajaran dari Bapa kita Yesus Kristus Tuhan, Acara seperti ini sangat Menyembah dan Mempersembahkan berikut menuruti Debata Sileban. ”Ndang jadi marangkup Ahu adong Debatam”, itu Firman dari Tuhan Yesus Kristus kita ! Kita yang memiliki Ajaran Nabadia, Berdoa meminta hanya kepada namargoar Yesus Kristus Tuhan, tidak ada yang lain namargor. Biarpun kata-kata di ganti-ganti: ”ompunta debata” atau ”Tuhanta parasi rohai”, tidak di dalam kebenaran seperti itu. Kalau ada sama kalian, Tondi dari Tuhan Yesus Kristus (Nabadia), kalian pasti tahu yang mana Ajaran Iblis Simulajadinabolon dan yang mana Ajaran Nabadia. Sudah barang tentu semuanya kata-kata si Iblis yang telah Menghujad Nabadia. Walaupun berumur ho Amang, Inang, ompung 70 Tahun margelar Doktor dohot Professor ho molo so adong do di ho Tondi Porbadia marisuang do sude ngolum di portibion. Karena itu Barita nauli mengingatkan kita dari Firman: “Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus” (Kolose 2:8). Jadi sangat jelas Mempersembahkan juhut nabalging-balging tersebut tidak mengikuti Ajaran dari Kristus, karena itulah pesan-pesan dari ompunta yang terdahulu, yang percaya kepada Ajaran si Mulajadinabolon. Karena pikiran pengikutnya sudah di tawan Iblis, sudah terjadi pembodohan melalui filsafat yang bagus supaya terlena, sesat, dan tidak lagi menghiraukan panggilan dari Kristus yang sebenarnya pada umumnya cendrung mendua. Jadi kalau Berdoa, bermohon kepada Kristus tidak perlu juhut Nabalging-balging (babi), perlakuan ini melukai hati Kristus yang sangat dalam karena Dia Nabadia.
Oleh karena itu kita di ingatkan supaya:
1. Selalu berjaga-jaga ! Pegang kata-kata Firman, kebenaran Nabadia.
2. Jangan sampai di tawan Iblis ! jangan sampai dipengaruhi oleh Ajaran Sesat.
3. Melalui bujuk rayu yang enak didengar kuping ! kata-kata-kata Palsu dari pendusta.
4. Melalui pesan-pesan dari Manusia, lesem nasomarimpola ! ini Adat, Patik, Hata, Parenta, Pesan dari si Mulajadinabolon yang selalu membodohi !
5. Mengikutkan kesia-siaan dari dari dunia ini ! Mengikuti Tondi Nahodar di dunia yang nantinya berlalu ini !
6. Tidak mengikuti Kristus ! Tidak mengikuti Firman Nabadia !
Sangat jelas kita mengetahui bahwa juhut Nabalging-balging itu tidak pernah di Ajarkan oleh Bible, sangatlah bertolak belakang dengan Ajaran Kristus, akan tetapi karena sudah di tawan Iblis yang mengikuti Adat tersebut yaitu melalui bujuk rayu yang manis-manis yang sungguh menjanjikan atau dengan kata-kata lesem dari si Iblis Mulajadinabolon karena sangat dirawat/di lestarikan pesan-pesan Adat tersebut. Sampai-sampai Pendeta saya mengatakan bahwa saya keliru karena tidak mengindahkan Ajaran si Mulajadinabolon di dalam hal ini saya kekeh karena ini suatu janji terhadap Kristus. Jadi disini terlebih-lebih kepada suku Batak jangan seperti Orang Israel di Juluki Sijogal Rohai ini berlaku seperti yang di tulis di Surat Apostel Paulus ke Jemaat Korintus Mengatakan:
20. Bukan ! Apa yang kumaksudkan ialah, bahwa persembahan mereka adalah persembahan kepada roh-roh jahat, bukan kepada Allah. Dan aku tidak mau, bahwa kamu bersekutu dengan roh-roh jahat.
21. Kamu tidak dapat minum dari cawan Tuhan dan juga dari cawan roh-roh jahat. Kamu tidak dapat mendapat bagian dalam perjamuan Tuhan dan juga dalam perjamuan roh-roh jahat. (1 Korint 10:20-21).
Sudah sangat jelas kita mengerti Amang, Inang bahwa ”Juhut Nabalging-balging tersebut” sangat benar, Patik, Pesan atau Perintah dari si Mulajadinabolon, biar manusia meneyembahnya berikut taat kepadanya. Sangat licik si Mulajadinabolon dengan Debata yang tiga dibuat perwakilan hula-hula menerima juhut Nabalging-balging tersebut. Terus-menerus bahwa si Mulajadinabolon membodohi manusia agar selalu melawan dengan kehendak dari Firman Tuhan Yesus. Dipakai Iblis manusia membuat Pelean/Sajen serta mengikuti perintahnya supaya jangan Menyembah Tuhan Yesus. Padahal Agama Kristen Yang dianut manusia tersebut akan tetapi masih dapat terjadi pembodohan dari si Iblis, yang paling celaka manusia tersebut melakukan Perjamuan Kudus (1 Korint 11:23-26). Akan tetapi Tuhan Yesus mengatakan tidak bisa meminum dari cawannya Tuhan Yesus beserta dari cawannya Iblis. Tidaklah mampu kalian meminum Darah Yesus berikut makan DagingNya serta kalian turut mempersembahkan sajian kepada si Mulajadinabolon si Bataraguru itu melalui Pelean juhut Nabalging-balging tersebut. Langgatan ni Tuhan Yesus Kristus ima habadiaonNa. Jadi tidak mungkin ada sama kalian Habadiaon dari Tuhan Yesus, kalau masih dijama yang Naramun juhut Nabalging-balging tersebut. Janganlah kita manoisi Tuhan kita Amang berikut Inang. Karena Tuhan kita sangat Perkasa ! (1 Korint 10:22).
Diwaktu saat memegang tepi sambong Amang, Inang tahukah bahwa sekumpulan manusia telah melakukan kesepakatan, mardos roha degan nama Iblis kalian memohon Kekayaan, Kesohoran, Berketurunan di dalam nama dari si Mulajadinabolon ? Ketahuilah inilah yang di katakan Menyembah, menuruti Iblis, menyembah/memberhalakan Debata dari sileban (allah asing), Debata dari ompunta sijolo-jolo tubu si Mulajadinabolon. Mari kita coba mengingat Amang, Inang pada saat memegang tepi Talam, dengan jujurlah dulu kita, bahwa yang bersepakat memohon berkat Kekayaan, Kesohoran dan Berketurunan dengan ulos, dengke yang harus ganjil hitungannya berikut boras sipir ni Tondi? Seperti ini dikatakan dari pihak Parboru memberi berkat kepada Menantu beserta Borunya:
”Dangka ni arirang ma na peak di tonga ni onan, badan muna ma na so ra sirang, tondi muna ma marsigonggoman”. ”Tangki ma jala ualang, galinggang jala garege, sai tubu ma di hamu angka anak partahi, jala ulu balang dohot angka boru par mas jala pareme”. ”Eme sitamba tua parlinggoman ni siborok, ompunta debata do silehon tua, sai horas ma hamu di parorot”. ”Sahat-sahat ni solu sahat ma tu Tigaras, sahat ma hamu leleng mangolu, sahat gabe jala horas”. Inilah kata-kata pemberkatan karena menyembah kepada ompu debata Mulajadinabolon ! Harus bagaimana yang dikatakan Menyembah berikut menuruti Iblis ? Sangat jelas kita ketahui bahwa bukan meminta/memohon kepada Yesus Kristus seperti ini, sangat berlawanan kepada Ajaran Yesus Kristus berikut yang tertulis di dalam Bible. Kepada si Mulajadinabolon itu permintaan maupun permohonan itulah debata yang mirip Siborok. Harus bagaimana lagi supaya di katakan Menyembah kepada Debata sileban, Amang, Inang ? Harus bagaimana lagi ? Inilah yang menuruti Perintah dari si Mulajadinabolon. Inilah Menyembah kepada hula-hula ! Inilah Menyembah kepada si Bataraguru yang mewakilkan dari raja dari hula-hula ! Hula-hula debata yang kelihatan, hula-hula sumber dari segala Berkat. Inilah Yesus Kristus Tuhan Abarham Isak dan Yakub jangan lagi marjogal roha hamu ai Barita Halalasniroha Godang do hupatolhas tu hamu di bagasan tingki on Amang, Inang jala tung gomos tiop hamu tumpal muna asa unang di diharat babi, jadi di dalam hal mengikut Yesus Kristus tidak bisa main-main harus serius, harus sungguh-sungguh, harus memikul salib yang berarti harus menyangkal diri membuang kehendak kedagingan inilah yang dimaksud penyerahan secara totalitas.

Ir. Saut Simanjuntak.

Masih bersambung,

Comment Posted By Ir. Saut Simanjuntak On 17.07.2007 @ 18:05

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

SOTUNG DIAGO DEBA HAMU

JANGAN TERBELENGGU OLEH AJARAN SESAT

Ajaran Palsu,
Kita lihatlah di Acara Adat orang Batak yang beragama Kristen: Bersepakat mereka memegang tepi Sambung tempat dari Ihur-ihur, Soit, Osang, Ulu, Panamboli, Aliang-aliang dari pinahan tersebut.
Martonggo/Martangiang/Berdoa meminta asa Manumpak Sahala berikut Manuai Tondi dari Hula-hulanya yaitu wakil dari Debata Bataraguru, di Pasu-pasu/di Berkati oleh ”Oppuna Debata”. Berdoa berikut meminta berkat di dalam ”Goar-Goar” dari juhut babi. Menuruti Patik, Ajaran, Perintah, Pesan dari siapakah ini ?. Kenapa harus di adop-adop dan di pegang juhut babi untuk meminta sesuatu ? Kenapa harus tonggo-tonggo atau berdoa dari Ompunta naparjolo yang di Ajarkan oleh Datu dan Malim di katakan untuk Mamelehon/Mempersembahkan juhut Nabalging-balging ? Bisakah kita yang sudah mengikuti Ajaran Alkitab sepenuh hati, sungguh-sungguh melakukan hal yang seperti ini ? Sangat jelas Ajaran dari Bapa kita Yesus Kristus Tuhan, Acara seperti ini sangat Menyembah dan Mempersembahkan berikut menuruti Debata Sileban. ”Ndang jadi marangkup Ahu adong Debatam”, itu Firman dari Tuhan Yesus Kristus kita ! Kita yang memiliki Ajaran Nabadia, Berdoa meminta hanya kepada namargoar Yesus Kristus Tuhan, tidak ada yang lain namargor. Biarpun kata-kata di ganti-ganti: ”ompunta debata” atau ”Tuhanta parasi rohai”, tidak di dalam kebenaran seperti itu. Kalau ada sama kalian, Tondi dari Tuhan Yesus Kristus (Nabadia), kalian pasti tahu yang mana Ajaran Iblis Simulajadinabolon dan yang mana Ajaran Nabadia. Sudah barang tentu semuanya kata-kata si Iblis yang telah Menghujad Nabadia. Walaupun berumur ho Amang, Inang, ompung 70 Tahun margelar Doktor dohot Professor ho molo so adong do di ho Tondi Porbadia marisuang do sude ngolum di portibion. Karena itu Barita nauli mengingatkan kita dari Firman: “Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus” (Kolose 2:8). Jadi sangat jelas Mempersembahkan juhut nabalging-balging tersebut tidak mengikuti Ajaran dari Kristus, karena itulah pesan-pesan dari ompunta yang terdahulu, yang percaya kepada Ajaran si Mulajadinabolon. Karena pikiran pengikutnya sudah di tawan Iblis, sudah terjadi pembodohan melalui filsafat yang bagus supaya terlena, sesat, dan tidak lagi menghiraukan panggilan dari Kristus yang sebenarnya pada umumnya cendrung mendua. Jadi kalau Berdoa, bermohon kepada Kristus tidak perlu juhut Nabalging-balging (babi), perlakuan ini melukai hati Kristus yang sangat dalam karena Dia Nabadia.
Oleh karena itu kita di ingatkan supaya:
1. Selalu berjaga-jaga ! Pegang kata-kata Firman, kebenaran Nabadia.
2. Jangan sampai di tawan Iblis ! jangan sampai dipengaruhi oleh Ajaran Sesat.
3. Melalui bujuk rayu yang enak didengar kuping ! kata-kata-kata Palsu dari pendusta.
4. Melalui pesan-pesan dari Manusia, lesem nasomarimpola ! ini Adat, Patik, Hata, Parenta, Pesan dari si Mulajadinabolon yang selalu membodohi !
5. Mengikutkan kesia-siaan dari dari dunia ini ! Mengikuti Tondi Nahodar di dunia yang nantinya berlalu ini !
6. Tidak mengikuti Kristus ! Tidak mengikuti Firman Nabadia !
Sangat jelas kita mengetahui bahwa juhut Nabalging-balging itu tidak pernah di Ajarkan oleh Bible, sangatlah bertolak belakang dengan Ajaran Kristus, akan tetapi karena sudah di tawan Iblis yang mengikuti Adat tersebut yaitu melalui bujuk rayu yang manis-manis yang sungguh menjanjikan atau dengan kata-kata lesem dari si Iblis Mulajadinabolon karena sangat dirawat/di lestarikan pesan-pesan Adat tersebut. Sampai-sampai Pendeta saya mengatakan bahwa saya keliru karena tidak mengindahkan Ajaran si Mulajadinabolon di dalam hal ini saya kekeh karena ini suatu janji terhadap Kristus. Jadi disini terlebih-lebih kepada suku Batak jangan seperti Orang Israel di Juluki Sijogal Rohai ini berlaku seperti yang di tulis di Surat Apostel Paulus ke Jemaat Korintus Mengatakan:
20. Bukan ! Apa yang kumaksudkan ialah, bahwa persembahan mereka adalah persembahan kepada roh-roh jahat, bukan kepada Allah. Dan aku tidak mau, bahwa kamu bersekutu dengan roh-roh jahat.
21. Kamu tidak dapat minum dari cawan Tuhan dan juga dari cawan roh-roh jahat. Kamu tidak dapat mendapat bagian dalam perjamuan Tuhan dan juga dalam perjamuan roh-roh jahat. (1 Korint 10:20-21).
Sudah sangat jelas kita mengerti Amang, Inang bahwa ”Juhut Nabalging-balging tersebut” sangat benar, Patik, Pesan atau Perintah dari si Mulajadinabolon, biar manusia meneyembahnya berikut taat kepadanya. Sangat licik si Mulajadinabolon dengan Debata yang tiga dibuat perwakilan hula-hula menerima juhut Nabalging-balging tersebut. Terus-menerus bahwa si Mulajadinabolon membodohi manusia agar selalu melawan dengan kehendak dari Firman Tuhan Yesus. Dipakai Iblis manusia membuat Pelean/Sajen serta mengikuti perintahnya supaya jangan Menyembah Tuhan Yesus. Padahal Agama Kristen Yang dianut manusia tersebut akan tetapi masih dapat terjadi pembodohan dari si Iblis, yang paling celaka manusia tersebut melakukan Perjamuan Kudus (1 Korint 11:23-26). Akan tetapi Tuhan Yesus mengatakan tidak bisa meminum dari cawannya Tuhan Yesus beserta dari cawannya Iblis. Tidaklah mampu kalian meminum Darah Yesus berikut makan DagingNya serta kalian turut mempersembahkan sajian kepada si Mulajadinabolon si Bataraguru itu melalui Pelean juhut Nabalging-balging tersebut. Langgatan ni Tuhan Yesus Kristus ima habadiaonNa. Jadi tidak mungkin ada sama kalian Habadiaon dari Tuhan Yesus, kalau masih dijama yang Naramun juhut Nabalging-balging tersebut. Janganlah kita manoisi Tuhan kita Amang berikut Inang. Karena Tuhan kita sangat Perkasa ! (1 Korint 10:22).
Diwaktu saat memegang tepi sambong Amang, Inang tahukah bahwa sekumpulan manusia telah melakukan kesepakatan, mardos roha degan nama Iblis kalian memohon Kekayaan, Kesohoran, Berketurunan di dalam nama dari si Mulajadinabolon ? Ketahuilah inilah yang di katakan Menyembah, menuruti Iblis, menyembah/memberhalakan Debata dari sileban (allah asing), Debata dari ompunta sijolo-jolo tubu si Mulajadinabolon. Mari kita coba mengingat Amang, Inang pada saat memegang tepi Talam, dengan jujurlah dulu kita, bahwa yang bersepakat memohon berkat Kekayaan, Kesohoran dan Berketurunan dengan ulos, dengke yang harus ganjil hitungannya berikut boras sipir ni Tondi? Seperti ini dikatakan dari pihak Parboru memberi berkat kepada Menantu beserta Borunya:
”Dangka ni arirang ma na peak di tonga ni onan, badan muna ma na so ra sirang, tondi muna ma marsigonggoman”. ”Tangki ma jala ualang, galinggang jala garege, sai tubu ma di hamu angka anak partahi, jala ulu balang dohot angka boru par mas jala pareme”. ”Eme sitamba tua parlinggoman ni siborok, ompunta debata do silehon tua, sai horas ma hamu di parorot”. ”Sahat-sahat ni solu sahat ma tu Tigaras, sahat ma hamu leleng mangolu, sahat gabe jala horas”. Inilah kata-kata pemberkatan karena menyembah kepada ompu debata Mulajadinabolon ! Harus bagaimana yang dikatakan Menyembah berikut menuruti Iblis ? Sangat jelas kita ketahui bahwa bukan meminta/memohon kepada Yesus Kristus seperti ini, sangat berlawanan kepada Ajaran Yesus Kristus berikut yang tertulis di dalam Bible. Kepada si Mulajadinabolon itu permintaan maupun permohonan itulah debata yang mirip Siborok. Harus bagaimana lagi supaya di katakan Menyembah kepada Debata sileban, Amang, Inang ? Harus bagaimana lagi ? Inilah yang menuruti Perintah dari si Mulajadinabolon. Inilah Menyembah kepada hula-hula ! Inilah Menyembah kepada si Bataraguru yang mewakilkan dari raja dari hula-hula ! Hula-hula debata yang kelihatan, hula-hula sumber dari segala Berkat. Inilah Yesus Kristus Tuhan Abarham Isak dan Yakub jangan lagi marjogal roha hamu ai Barita Halalasniroha Godang do hupatolhas tu hamu di bagasan tingki on Amang, Inang jala tung gomos tiop hamu tumpal muna asa unang di diharat babi, jadi di dalam hal mengikut Yesus Kristus tidak bisa main-main harus serius, harus sungguh-sungguh, harus memikul salib yang berarti harus menyangkal diri membuang kehendak kedagingan inilah yang dimaksud penyerahan secara totalitas.

Ir. Saut Simanjuntak.

Masih bersambung,

Comment Posted By Ir. Saut Simanjuntak On 17.07.2007 @ 18:02

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

Sattabi di hamu Amang Inang
Pimpinan Web Silaban Brotherhood dohot di Sude Naliat Nalolo

Hami dari keluarga Ir. Saut Simanjuntak mengucapkan Horas !

Martangiang mahita:

Ale Amang nabasa, nabadia, Tuhan Yesus Kristus Tuhan ni si Abarham, Isak dohot Yakub, mauliate jala puji-pujian ma di pasahat rohanami namartukkar pikkiran di Web ni Silaban Brotherhood tu adopanMu nabadia i, ima disiala asi dohot holong niroham di hami saluhutna, ima naung manobus hami sian nasa dosa nami, nungnga mian Ho di ngolunami jala gabe anakMu hami. Asi dohot balga ni holongMu do napapunguhon hami di Web SB sian godang inganan, luat hami ro tu Web SB ima nalaho mambege Hatam nabadia i. Ale Tuhan Jesus Kristus Tuhan nami asima roham di hami pamangke Web SB, pinapungu ni mudarMu nabadia i do hami dison, mangkatai ma Ho Amang di ombas on tu hami marhite-hite naposom. Paias ma hami jala buri dohot mudarMu nabadia i asa marbinege sipareon ni partondion nami di Hatami jala marnida mata ni partondion nami di sude lomo ni roham di hami marhite-hite Hatami.
Mauliate jala hasangapon ma di Ho Amang Pardenggan Basa.
Dibagasan Goar ni AnakMu Tuhan Jesus Kristus hami mangido to Ho, Amen !

1

Tamulaima tabahas nanget-nanget tapatinggilma sipareonta dohot tapanolnol ma simanonggorta be:

MENYEMBAH KEPADA SIMULAJADINABOLON

Sudah sangat pasti bahwa Pesta Adat Batak megkuduskan si Mulajadinabolon dan Debata yang tiga akan tetapi sebaliknya melukai hati Yesus Kristus Tuhan. Sekarang bagaimana si Mulajadinabolon melalui manusia melukai hati Tuhan Yesus Kristus ? Seperti yang di perintahkan oleh si Mulajadinabolon mengatakan: ”Somba marhula-hula, elek marboru, manat mardongan tubu” ! Kalau Somba tidak bisa hanya kata-kata, melainkan harus ada Pelean atau sisombahononton kepada Napinele itu yang dikatakan: ”namargoar” atau ”juhut/jagal nabalging-balging”. Juhut nabalging-balging ini yang di katakan ”namargoar”, atau ”simargoar”, padahal barang sudah mati tidak bisa juhut itu dikatakan namargoar atau simargoar. Jadi sebenarnya si Mulajadinabolon itu mengangkat/membuat dirinya ”namargoar”, tidak benar jagal nabalging-balging itu namargoar. Seperti yang telah kuterangkan yang tadi tidak mungkin barang yang sudah mati yang menjadi satu pribadi/oknum, atau namargoar. Akan tetapi si Mulajadinabolon yang di tanah Batak merupakan satu pribadi, satu oknum, bisa dia membuat namanya asalkan ada yang mau memanggilnya, manggoari. Bisa dia kita lihat dari kemuliaan maupun kesohoran namanya ”juhut nabalging-balging i” sama orang Batak. Pesta apapun itu harus ada jagal nabalging-balging itu, tidak bisa tidak ada harus ada. Kalau tidak ada tidak Maradat. Jadi tiap hari itu di panggil-panggil, beraneka ragam dibuat nama di panggil-panggil orang itu. Tidak tahu orang itu bahwa yang di sembah adalah Iblis. Iblis yang dia kehendaki dan di dikuduskan melakukan itu semua jadi si Mulajadinabolon yang di panggil-panggil di situ.

2

Sekarang kita selidiki atau di Diselidiki dari Persepsi Upacara, Diselidiki dari Persepsi Goar-Goar, Diselidiki Dari Persepsi Hata Naruar Dohot Gapgap berikut dari segi pangorbanan bagaimana dibikin orang menyembah atau mengkehendaki si Mulajadinabolon atau melukai hati Tuhan kita, melalui jagal nabalging-balging i. Kalau sudah kita selidiki nanti dari beberapa persepsi menjadi bertambah jelas kita mengetahui si Mulajadinabolon betul-betul bahwa dia pencuri ulung dan pemunah di tengah-tengah kekeristenan kita.

A. Diselidiki dari Persepsi Upacara

Kita melihat dari pesta mangadati nadenggan dialap bagaimana di buat orang itu menyembah berikut mengiakan kehendak si Mulajadinabolon pada saat penyapaian pelean itulah juhut nabalging-balging itu. Sesudah siap semua mau makanlah para tetamu, harus dipelehon akan tetapi dikatakan penyampaian juhut nabalging-balging itu. Seperti ini penyempaian pelean tersebut: ”harus membentuk satu lingkaran semua yang punya hajat dari yang punya anak laki-laki dan yang punya anak perempuan untuk mamelehon dengan menerima pelean itu. Harus dipegang yang mamelehon itu yang punya anak laki berikut yang punya anak perempuan yang menerima yaitu topi dari talam/sambung tempat juhut nabalging-balging itu”. Sesudah semua pegang topi talam tersebut mulailah dikatakan kata-kata jampi-jampi penyampain sajen itu seperti ini dikatakan:
”Godang sibutong-butong otik sipir ni tondi, sai parmurnasmai tu pamatangmuna, saudara tu bohi, sipasindak panaili mai, sipalomak imbulu dohot sipaneang holi-holi, sititi ma sihompa golang-golang pangarahutna, tung sosadiape nahubahen hami on sai godangma pinasuna sai manumpak ma sahalamuna rajanami, manuai tondimuna”, jala sai mamasu-masu ma ompunta debata, sai................dohot satorusna.

3

Cerpen:

SIBOLIS MASUK KE HUTA TAPIAN NAULI YANG SEMPURNA

Orang Batak Laki-laki dan Perempuan memiliki segala sesuatu yang membuat mereka bahagia. Mereka menikmati kesehatan fisik dan mental yang sempurna, hidup di huta Tapian Nauli yang Indah di dunia tanpa cacat (Kejadian 2:8;1:28-31). Tuhan menjanjikan anak-anak dan kemampuan untuk berpikir kreatif, dan menemukan kepuasan di dalam pekerjaan tangan mereka (Kejadian 1:28;2:15). Mereka mengalami persekutuan muka dengan muka dengan Tuhan Yesus Kristus. Tidak ada jejak kekhawatiran, ketakutan, atau kesakitan yang menodai hari-hari mereka yang cerah. Bagaimana huta Tapian Nauli dapat berubah sedemikian drastis menjadi tempat penderitaan dan tragedi ?. Buku kejadian menceritakan kisah keseluruhan tentang bagaimana Iblis Simulajadinabolon masuk ke dalam huta Tapian Nauli. Berikut ini adalah hanya ringkasan dari cerita singkat dari isinya. Sesudah Tuhan Yesus Kristus menciptakan huta Tapian Nauli yang sempurna, Iblis si Mulajadinabolon datang ke huta Tapian Nauli untuk mendoktrin mempengaruhi orang Batak agar mengikuti Ajaran si Mulajadinabolon melanggar perintah Tuhan Yesus Kristus. Tuhan membatasi ruang gerak pengaruh Iblis Ajaran si Mulajadinabolon pada buku Nabadia itu di huta Tapian Nauli. Buku Nabadia adalah pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Dan ia memperingatkan orang Batak untuk menjauh dari pengaruh-pengaruh ajaran si Mulajadinabolon supaya tidak makan darah dan tidak melakukan Adat Batak. Namun sudah mendarah daging Ajaran Simulajadinabolon bagi orang Batak. Jadi tung mansai porlu do natua-tua ni halak batak instropeksi, mamodai, godang mangajari gellengna/generasi penerus tu natama asa marsaringar muse goar ni Tuhan Yesus Kristus di huta Tapian Nauli songon di mulanai. Mengapa ? Karena musuh yang tidak tampak, Iblis si Mulajadinabolon yang bekerja keras membuat orang Batak gagal secara moral. Maka dari buku nabadia i selanjutnya menuntun supaya kita orang Batak menemukan jalan yang lurus yang di ingini oleh Tuhan Yesus Kristus karena Tiket kesorga sudah disiapkan bagi yang mau ikut tidak ada paksaan.

4

SOTUNG DIAGO DEBA HAMU

mauliate di namanjaha di pahusor-husor di bagasan rohana Tuhan kita Nabadia i memberi berkat melimpah.

Comment Posted By Ir. Saut Simanjuntak On 09.07.2007 @ 16:31

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

Dengan hormat,
1. Saya datang bertanya apa guna dan makna adat Batak di saat sekarang ini buat generasi penerus?
2. Di jaman sekarang ini suku batak masih terbelenggu oleh adat suku batak, kenapa suku batak tidak merancang adat suku batak yang canggih?
3. Adat suku batak sangatlah bertolak belakang dengan ajaran Alkitab sementara ajaran Alkitablah yang paling penting didalam hidup ini karena di dalamnya memberikan Tiket Kesorga.
4. Horas.

Comment Posted By Ir. Saut Simanjuntak On 13.04.2007 @ 22:52

«« Kembali ke halaman statistik