Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Comments Posted By Hojot Marluga

Displaying 1 To 1 Of 1 Comments


Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

Parmalim: “Kami Bukan Penganut Ajaran Sesat”

Salam;
Setelah saya baca beberapa buku dan artikel yang berkaitan dengan Ugamo Malim. Saya berkesimpulan aliran agama Parmalim adalah berasal dari kearifan budaya Batak. Budaya mengajarkan sopan santun, etika, saling hormat menghormati kemudian mengkristal menjadi agama.

Agama sebagai mana yang kita ketahui adalah untuk membuat manusia tidak kacau balau. Kalau agama telah membuat kekacauan berarti bukan agama.

Terkait dengan kearifan budaya, bukan hanya orang Batak yang mempunyai adat dan budaya kebaikan. Akan lebih kacau lagi jika kita menyebut hanya budaya Batak yang sempurna, itu jelas salah. Karena semua budaya mengajarkan kebaikan, baik budaya Jawa, Sunda, Dayak, Bugis, dll.

Yang paling penting adalah sebagai manusia, kita harus mengakui bahwa masing-masing kita (Tuhan) diberikan pemahaman, pengalaman, dan lingkungan yang berbeda. Dan jelas akan mempengaruhi tindakan dan nalar kita merespon kekuatan dari luar. Bagaimana pun setiap orang diberikan ruang yang sama untuk memahami dirinya. Manusia secara alami sudah memiliki sifat agama dalam dirinya.Jadi agama parmalim muncul karena respon nenekmoyang orang Batak terhadap kekuatan diluar kehendaknya. Itulah agama muncul di ciptakan manusia.

Menurut saya dia alam demokrasi ini--tidak perlulah pengekangan lagi pada semua pemahaman, aliran. Masa sih untuk mengurus KTP saja sulit, jelas Pemda Tobasa kurang mengayomi rakyatnya.

Jadi saudara yang menganut Parmalim terus saja tunjukkan aksimu. Saya tunjukkan Jesus sudah datang untuk semua agama termasuk untuk saudara. Ia tidak membawa agama Kristen, tetapi pengikutnyalah yang mendirikan agama Kristen.

Hojot Marluga
Seorang Wartawan budaya

Comment Posted By Hojot Marluga On 03.04.2008 @ 12:52

«« Kembali ke halaman statistik