Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Comments Posted By Bilson Simamora

Displaying 1 To 7 Of 7 Comments


Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

Ende Siboru Tombaga III

Maaf, Ende Siboru Tumbaga IV ternyata telah ada ....

Comment Posted By Bilson Simamora On 22.01.2008 @ 19:19

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

Lae, boasa dang adong dope Ende Siboru Tumbaga IV. Molo boi, bahen hamu jolo notasi ni ende i asa boi niendehon. Horas

Comment Posted By Bilson Simamora On 22.01.2008 @ 19:17

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

STMIK Ganesha Gelar Supercamp Mahasiswa Baru 2007

Lamo nda jumpa kawan. Memang betul S1 saya pertanyaan. Bahkan orangtua saya juga petani di Humbang Hasundutan sana. Jadi, dengan pengalaman masa kecil dan kuliah, latarbelakang pertanian lengkaplah. Tetapi, kalau pakar MARKETING, hihihi, ngga berani ngaku-ngakulah. Jelas saja Bernard mengatakan demikian karena dia adik kelasku di SMA dan secara parmargaon amangtuaku. Memang di www.debataraja.net (dulu www.debataraja.org) belum aktif amangtua. Soalnyalagi sibuk bikin disertasi. Trus, kalau mau terlibat juga tidak sekedar mengirim artikel, tetapi juga kasih ide untuk membenahi situsnya yang masih berantakan saat ini. Btw, apa kabar nih amangtua?

Comment Posted By Bilson Simamora On 18.01.2008 @ 20:07

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

Setahu saya, Bernard juga merupakan pendiri STIMIK GANESHA, dan Erdin Silaban bekerja di Bank Man$iri. Hebatnya, keduanya adik kelas saya di SMAN Doloksanggul, he he he. Din, jangan lupa kontak saya di email ini ya?

Comment Posted By Bilson Simamora On 17.09.2007 @ 19:54

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

Bupati Humbahas Lantik Martuaman Silalahi SH Jadi Sekda

Saya punya pengalaman tak mengenakkan tentang perlakuan polisi Dolok Sanggul. Pada 16 Agustus 2005, mobil yang saya kemudikan terbalik di Dolok Margu arah Silaban. Puji Tuhan, tidak ada cedera di antara empat penumpang (tiga penumpang dan satu supir). Waktu saya melaporkan masalah itu ke Polres Dolok Sanggul. SIM saya dan STNK malah ditahan. Waktu besoknya mau diambil, komentar polisi adalah: "Kemarin ada dua anggota meninjau ke sana, tentu ada biaya itu". Lalu, terjadilah dialog antara Saya (S) dan polisi lalulintas bermarga Simanjuntak (P), sebagai berikut.

S: "Lha, itu kan tugas polisi Pak. Saya melapor justru karena niat baik agar polisi tahu di tempat itu sering terjadi kecelakaan".
P: "Kepergian polisi itu kan tidak gratis."
S: "Pak, bukannya itu tugas mereka?"
P: "Betul, tetapi Bapak tahulah semua perlu biaya".
S: "Pak, setiap bulan saya bayar pajak penghasilan, apa layanan negara, dalam hal ini kepolisian, terhadap saya?"
P: "Kau pikir masih ada lurus di negara ini?"
S: "Sekarang apa kesalahan saya sampai SIM dan STNK ditahan".
P: "Bapak telah membahayakan nyawa orang. Menurut prosedur Bapak harus disel minimal satu malam".
S: "Itu kecelakaan kan terjadi karena jalan licin akibat hujan, di mana kesalahan saya sampai saya perlu disel? Kalau memang disel, saya tidak takut, tetapi perlihatkan dulu undang-undang pasal berapa yang saya langgar".
P: "Begini saja. Bapak mengertilah. Kalau SIM dan STNK sudah sampai ke Polres, tentu ada biaya dan prosedur mengeluarkannya".
S: "Tunjukkan prosedur itu dan berapa biayanya akan saya bayar. Buatkan juga kwintansi pembayaran".
P: "Tidak perlu kwintansi. Tapi Bapak harus mengerti di Polres itu ada Kapolres dan Kasatlintas. Semua itu ada biayanya".
S: "Kalau begitu, biarlah saya melaporkan masalah ini ke Kapolres. Permisi".
P: "Tidak perlu Pak. Maksud saya Bapak perlu mengertilah."
S: "Ya, sudah, kalau sekedar uang minum kopi bolehlah, tapi Bapak jangan mengancam menahan saya."

Akhirnya, SIM dan STNK memang diberikan, tetapi butuh perdebatan sampai kurang lebih tiga jam. Saya pesimis apakah mental korupsi dapat dihapuskan dari berbagai instansi yang ada di Humbanghas. Saya juga pesimis apakah dengan statusnya yang baru sebagai kabupaten Humbanghas dapat maju, sebab selain mental korupsi yang parah, halak hita juga sangat kental dengan nepotisme. Lihat saja dalam pemilihan bupati, dasar bagi pemilih memberikan pilihan 99% adalah kesamaan marga. Horas tondi madingin.

Comment Posted By Bilson Simamora On 26.10.2007 @ 18:52

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

Parmalim: “Kami Bukan Penganut Ajaran Sesat”

Setuju tu Sinar Sianturi. Molo hataan do agama, adong do saribu bohi ni agama, mulai sian hadameon sahat tu na mengerikan. On ma sungkun-sungkunhu: "Lebih takut pada yang mana, kumpulan orang-orang yang baru pulang nonton film di bioskop atau kumpulan orang-orang yang selesai beribadah?" Ahu sandiri, umbiar do tu kumpulan na paduahon. Unang sampe ni ganggu nasida. Alana, nunga godang binereng, molo atas nama agama, boi do halak bertindak mengerikan. Mulak ma hita muse tu sungkun-sungkun si nangkiningan: "Molo hutiop ugamoku, lam denggan do ngoluku manang dang?" Menurut ahu, molo lam roa do ngolungku, tumagonan ma ahu dang maragama, ai napailahon Tuhan i do ahu disi. Horas, horas, horas.

Comment Posted By Bilson Simamora On 20.09.2007 @ 11:12

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

Kitab SIRAJA BATAK

Tanggapan untuk Badia Tambunan, SE

Tulisan anda berusaha memberikan fakta-fakta objektif tentang adat batak, agama Parmalim, dan penyebaran agama Kristen mula-mula di tanah Batak. Namun, anda juga memasukkan pendapat pribadi atau pendapat berlatarbelakang kepercayaan anda (tentu tidak objektif) dalam tulisan anda. Ini yang saya tidak setuju. Anda katakan bahwa terjemahan Alkitab mula-mula yang hasilnya dipakai sampai saat ini penuh rekayasa (menurut kepercayaan anda) oleh para misionaris. Lalu, agama Parmalim adalah hasil imajinasi manusia. Kemudian yang paling sensitif anda katakan bahwa rekayasa misionaris dan pembentukan agama parmalim ditunggangi oleh Lucifer (raja iblis). Pendapat terakhir ini tentu lahir dari opini atau kepercayaan anda. Kalau anda sampaikan itu pada komunitas sekepercayaan anda, boleh-boleh saja. Namun, menyampaikan isu sensitif pada forum umum seperti ini sungguh tidak layak. Dari semangat yang anda tunjukkan, saya yakin kita memiliki kepercayaan sama. Namun, memperkenalkan kepercayaan (iman) dengan cara santun adalah cara paling beradab, menurut saya, karena kita hidup di bumi yang sama. Horas.

Comment Posted By Bilson Simamora On 05.10.2007 @ 18:51

«« Kembali ke halaman statistik