Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Minggu
8
Okt '06

Menghormati Leluhur

Leluhur dalam kajian Antropologi Budaya adalah identik dengan nenek moyang. Secara umum dapat dimaknai sebagai kerabat (kin) yang berada pada struktur garis keturunan di atas seseorang (ego) baik pada masyarakat dengan pola patrilineal maupun matrilineal. Namun dalam keseharian kita leluhur atau nenek moyang lebih dimaksudkan kepada orang-orang dari garis keturunan linier di atas ayah-ibunya, dan kesannya jauh sebelum dia bahkan mungkin tertuju kepada mereka yang telah meninggal. Penelusuran terhadap mata rantai leluhur adalah seperti piramida yang semakin ke atas semakin mengerucut, karena setiap kelompok kekerabatan yang ada sekarang akan bertemu dalam satu garis keturunan dan begitu seterusnya hingga akan berakhir pada satu tokoh legenda personal yang diyakini sebagai asal usul mereka. Sedang figur tersebut bisa saja berasal dari dunia lain seperti titisan dewa.

Menarik garis keturunan ke atas (leluhur) menjadi sangat penting bagi setiap anggota kelompok untuk berbagai tujuan, antara lain menyusun kembali hubungan historis antara orang-orang dalam berspekulasi untuk menelusuri asal usul pranata sosial (Herskovits, 1952). Seorang yang mengetahui garis keturunannya akan mempunyai kepercayaan diri dalam keberlangsungan hidupnya dan meneruskan generasi berikutnya. Setiap manusia pada dasarnya adalah mempunyai asal-usul (We are not dropped into the world without history), namun sebagian tidak mengetahuinya, atau hanya pada tingkat tertentu saja.
…baca selengkapnya »

[SB] Tags : ,
Rabu
24
Nov '04

Hilangnya Peradaban Maju Batak Asli

Pada tahun 1980, terbit satu film komedi yang berjudul “The Gods Must Be Crazy” yang artinya “para dewa pasti sudah gila”. Film ini disutradarai dan ditulis oleh Jamie Uys. Dalam film ini kita bisa mengikuti perjalanan seorang primitif di gurun Kalahari yang pertama kali menemukan suatu bentuk teknologi, dalam rupa sebotol kaca yang dia pikir jatuh dari langit. Dari alur dan sekuel film selanjutnya, kita bisa menyerap beberapa hal yang lucu dan fundamental pada sikap manusia dalam menghadapi sesuatu bentuk atau perihal yang tidak biasa dalam kehidupannya.Dalam konteks yang hampir sama, kita juga bisa membayangkan kejadian sebagai berikut: Apa gerangan yang akan terjadi, apabila ada seorang primitif yang iseng-iseng menggali tanah di dekatnya, dan setelah sekian lama dan cukup dalam menggali, tiba-tiba dia menemukan suatu benda kecil mengkilat yang biasa saat ini kita sebut sebagai handphone-PDA? Kita bisa membayangkan, manusia primitif tersebut pasti akan merasa aneh dengan bentuk temuannya itu. Dia mungkin akan merasa senang, bangga dan mempertunjukkan benda temuan nya itu kepada kerabatnya, berusaha membuat kerabatnya yang lain iri akan benda temuannya tersebut.

Selanjutnya, apa gerangan yang akan terjadi, apabila handphone-PDA yang dia temukan dan pegang tersebut tiba-tiba menyala, bergetar dan berbunyi nyaring di genggaman tangannya? Peristiwa yang bisa terjadi adalah, mereka akan heboh, ketakutan, berteriak, berlarian, berjumpalitan, atau bahkan ada saja yang langsung menyembah handphone PDA tersebut karena mereka anggap sebagai benda sakti dari alam gaib. Namun dari sekian orang primitif itu, boleh jadi ada yang penasaran dan diam-diam nekat mengutak-atik benda itu, dan berusaha untuk mengerti dan memahaminya, walaupun ada perasaan gentar dan khawatir dalam dirinya. …baca selengkapnya »

[SB] Tags :