Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Jumat
9
Mei '08

Inovasi Baru Ulos Batak ala Merdi Sihombing

UNTUK merayakan hari jadi PT South Pasific Viscose yang ke 25 tahun, produsen serat alam cellulosic dari pohon eucalyptus mempersembahkan sebuah pencapaian baru di bidang tekstil tradisional. Hal itu adalah presentasi kain ulos Batak dengan inovasi baru, yakni menggunakan bahan dasar benas viskos, benang Lenzing Modal dan benang Tencel.

Kain tersebut tidak hanya dipresentasikan sebagai bentuk kain mentah, tetapi berupa rangkaian koleksi busana memikat hasil kerjasama PT South Pasific Viscose dengan desainer Merdi Sihombing. Terlebih Merdi merupakan perancang yang banyak menaruh perhatian pada kain tradisional. …baca selengkapnya »

[SB] Tags :
Sabtu
3
Mei '08

Kasih Sayang dalam Selembar Kain Ulos

Salah satu kerajinan tradisional yang sampai saat ini masih ditekuni warga adalah membuat kain ulos. Keahlian masyarakat Samosir membuat kain yang mempunyai kedudukan tinggi di dalam masyarakat Batak ini didapat secara turun-temurun. Pembuatannya masih mengandalkan cara yang dipakai nenek moyang mereka, yaitu dengan cara ikat lungsi.

Untuk membuat ulos, pengrajin terlebih dahulu menyusun benang sebelum akhirnya ditenun. Sesuai tradisi, dalam membuat ulos tidak boleh menggunakan benang emas karena benang tersebut hanya dipakai untuk membuat songket. …baca selengkapnya »

[SB] Tags : , ,
Jumat
30
Nov '07

Sebagian Besar Jenis Ulos Batak Punah

Sebagian besar ulos (kain tenun) Batak punah, karena tak di produksi lagi, seperti ulos raja, ulos ragi botik, ulos gobar, ulos saput (ulos yang digunakan pembungkus jenazah), dan ulos sibolang.

“Ulos merupakan heritage (warisan) budaya Batak. Kalau ulos ini punah dan tidak ada lagi yang memproduksinya, maka Batak akan kehilangan ulos salah satu warisan dari nenek moyangnya,” kata perancang busana nasional, Merdi Sihombing, di Medan, Jumat.

Menurut dia, jenis-jenis ulos yang tak diproduksi itu antara lain jenis ulos Batak yang zaman dulu biasanya digunakan kalangan bangsawan. …baca selengkapnya »

[SB] Tags :
Minggu
28
Okt '07

HUT 146 HKBP - Presiden SBY dan Ibu Negara Diulosi

Presiden SBY dan Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono menerima ulos dalam acara Pesta Parolopolopon 67 tahun HKBP Manjujung Baringinna (Mandiri) & HUT ke 146 HKBP, di Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, Minggu (28/10/2007). Ulos yang diserahkan Ephorus HKBP Pendeta Dr.Bonar Napitupulu, itu sebagai penghargaan tertinggi serta simbol penerimaan menjadi keluarga oleh masyarakat HKBP.

Saat menyampirkan ulos ke bahu Presiden dan Ibu Ani, Bonar Napitupulu mengatakan bahwa pemberian ulos kepada seseorang merupakan penghargaan tertinggi dalam kultur Batak. “Ulos merupakan lambang penerimaan menjadi keluarga. Bapak SBY dan Ibu Ani menjadi bapak dan ibu kami. Ulos juga sebagai lambang kasih, bahwa HKBP mengasihi Bapak dan Ibu dan menyertakan doa agar Bapak dan Ibu selalu disertai Tuhan dalam pekerjaannya,” kata Pendeta Bonar.

SBY dan Ibu Ani menyambut dengan senyum ketika ulos disampirkan.”Terimaksih atas penghargaan ini, akan kami pertanggungjawabkan,” kata Presiden. …baca selengkapnya »

[SB] Tags : , ,
Minggu
3
Jun '07

Rotua Erina T Siahaan : Meluaskan Minat pada Ulos

Ulos merupakan tenunan tradisional Batak yang memiliki simbol dan arti tersendiri di setiap tenunannya. Maka, orang memakainya tidak dengan sembarangan, tetapi sesuai ritual atau perayaan adat.

Meskipun demikian, ketika diberi sentuhan masa kini, kain itu bisa menjadi pakaian, rok, selendang, dan berbagai aksesori menarik.

Orang yang mencoba mengembangkan ulos agar dapat digunakan secara luas adalah Rotua Erina Theressa Siahaan (45), dengan tetap menjaga keunikan dengan tidak mengurangi makna serta simbol ulos dalam setiap produk yang dia hasilkan. Erina tetap menggunakan ulos tradisional sebagai dasar, antara lain motif bintang maratur yang biasa digunakan untuk upacara kehamilan tujuh bulan dan saat bayi lahir serta mangiring yang melambangkan keteraturan. …baca selengkapnya »

[SB] Tags : ,
Selasa
6
Mar '07

Ulos Batak - Perajin Bertahan dengan Alat Tradisional

Perajin ulos Batak bertahan dengan alat tradisional. Mereka yang berjumlah sekitar 20 orang tetap menenun di rumah masing-masing yang bertetangga di Jalan Ambai, Keluarahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan. Justeru dengan alat itu, para perajin yakin hasil tenunan lebih baik daripada menggunakan alat tenun mesin yang lebih modern.

“Kami ini sebagian besar bisa menenun karena belajar dari kampung di Pangururan, Samosir. Kami kesini mencari penghasilan yang lebih baik. Semua hasil tenunan ini kami pasarkan ke Kabanjahe (Karo), Pancur Batu, dan Deli Tua,” tutur Sianah boru Situmorang (60) saat ditemui di rumahnya di kawasan Tembung, Senin (5/3). …baca selengkapnya »

[SB] Tags : , ,
Sabtu
7
Okt '06

Ulos

UlosULOS adalah kain tenun khas Batak berbentuk selendang, yang melambangkan ikatan kasih sayang antara orang tua dan anak-anaknya atau antara seseorang dan orang lain, seperti yang tercantum dalam filsafat batak yang berbunyi: “Ijuk pengihot ni hodong.” Ulos penghit ni halong, yang ertinya ijuk pengikat pelepah pada batangnya dan ulos pengikat kasih sayang diantara sesama.

Pada mulanya fungsi Ulos adalah untuk menghangkan badan, tetapi kini Ulos memiliki fungsi simbolik untuk hal-hal lain dlam segala aspek kehidupan orang Batak. Ulos tidak dapat dipisahkan dari kehidupan orang Batak. Setiap ulos mempunyai ‘raksa’ sendiri-sendiri, ertinya mempunyai sifat, keadaan, fungsi, dan hubungan dengan hal atau benda tertentu.

Dalam pandangan suku kaum Batak, ada tiga unsur yang mendasarkan dalam kehidupan manusia, iaitu darah, nafas, dan panas. Dua unsur terdahulu adalah pemberian Tuhan, sedangkan unsur ketiga tidaklah demikian. Panas yang diberikan matahari tidaklah cukup untuk menangkis udara dingin dipemukiman suku bangsa batak, lebih-lebih lagi diwaktu malam.Menurut pandangan suku bangsa batak, ada tiga sumber yang memberi panas kepada manusia, iaitu matahari, api dan Ulos. Ulos berfungsi memberi panas yang menyihatkan badan dan menyenangkan fikiran sehingga kita gembira dibuatnya. …baca selengkapnya »

[SB] Tags : ,
Jumat
15
Sep '06

Warisan Ulos

UlosSalah satu keunikan yang banyak menyimpan rahasia keterampilan seni yang unik yang berpadu dengan budaya terdapat dalam ulos.Keunikan itu setidaknya masih terjaga berkat kepudilan orang-orang yang masih eksis menjaga warisan tua ini.

Diantaranya adalah pasangan suami-istri St D Sitompul (67) dan F Br Panggabean (60) sejak tahun 1980-an telah bergelut dalam melestarikan tenun ulos. Bukan hanya mereka penduduk Desa Sitompul Kecamatan Siatas Barita, mayoritas memiliki ketrampilan bertenun olos selain bertani padi. …baca selengkapnya »

[SB] Tags : , ,
Rabu
26
Apr '06

Batak Weaving: Sumatra, Indonesia

The Batak people of Northern Sumatra have a history of weaving Ulos ni tondi (Cloth of the Soul) for ritual and ceremonial purposes that dates back to their earliest history.

Batak myth tells that Lake Toba is the centre of the Earth & that the Batak are descendants of the first humans. The Toba Batak People live on Samosir Island & around the shores of Lake Toba.

Weaving is still a vital and imporant part of the batak way of life. …baca selengkapnya »

[SB] Tags : ,