Rencana Pemkot Surabaya memboyong kembali penghargaan Adipura 2009, bakal terhambat. Lantaran tim juri Adipura masih menemukan tumpukan sampah di sejumlah pasar tradisional. “Pengelolaan sampah di pasar-pasar Surabaya masih tergolong rendah. Misalnya di Pasar Genteng yang merupakan salah satu titik pantau Adipura, masih sering dijumpai penumpukkan sampah,” komentar Sri Utami, juri Penghargaan Adipura, Selasa (9/9).
Tak hanya itu, sejumlah pasar tradisional lain nilai rata-ratanya juga masih rendah. Seperti Pasar Keputran Utara, keputran Selatan, Kapasan Baru, Soponyono, Pucang Anom dan Pasar Kembang. “Solusinya setiap pasar itu harus memiliki kontainer sendiri guna mengangkut sampah setiap hari. Jadi tidak dibiarkan berserakan di jalan. Ada petugas mengumpulkan sampah-sampah tersebut,” ujar dosen Universitas Brawijaya ini.
Selain sampah pasar, katanya, yang menjadi perhatian serius yakni kondisi sampah di stasiun KA, pelabuhan, serta perairan terbuka. “Komposisi ruang terbuka hijau dan penataan PKL di stasiun KA, pasar, dan terminal juga diperhatikan,” lanjutnya. …baca selengkapnya »
[SB] Tags : Ir. Togar Arifin Silaban MEng, Surabaya, Surya Online

Silahkan memberi tanggapan »