Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Jumat
17
Agt '07

Dilema Kedatangan Cicit Sisingamangaraja XII

Untuk kali pertama, turunan langsung Sisingamangaraja XII menghadiri ritual Sipaha Lima di Hutatinggi,Kec Laguboti, Kab Toba Samosir,Sabtu (28/7).

Kenyataan ini cukup menyentak, pasalnya kini tak satu pun turunan Sisingamangaraja XII yang masih menganut Ugamo Malim atau Agama Parmalim. Sabtu siang itu, seorang pemuda menghampiri Raja Marnangkok Naipospos, pimpinan Parmalim Nasiakbagi Hutatinggi, yang sedang duduk mengamati persiapan puncak ritual Sipaha Lima. Setelah menyalami Raja Marnangkok sembari membungkuk, pemuda itu pun bergeser. Satu per satu kerabat Raja Marnangkok didekati, seraya memberi hormat. Keakraban dan kehangatan suasana kemudian terbangun di antara mereka.

Raja Marnangkok sendiri langsung tercenung, tapi tak lama. Kemudian, kepada SINDO dan rombongan seniman dari Medan yang hadir untuk melihat langsung ritual Sipaha Lima, Raja Marnangkok berkata, ”Kalian kenal siapa dia? Dia itu cicit Sisingamangaraja (XII).” Ya, pemuda berusia 35 tahun tersebut tak lain adalah Raja Tonggotua Sinambela, generasi ke-15 Raja Batak Sisingamangaraja. Nama Tonggotua, menurut Raja Marnangkok, adalah nama pemberian Raja Ungkap Naipospos, pimpinan Parmalim Nasiakbagi Hutatinggi generasi kedua. …baca selengkapnya »

[SB] Tags : , ,
Senin
18
Jun '07

Teladan Pahlawan Nasional Sisingamangaraja XII Jangan Luntur

Masyarakat Batak pada khususnya dan Indonesia pada umumnya, harus tetap memedomani teladan Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII, sebagai pahlawan bangsa, yang berjuang melawan penjajah demi kemerdekaan.

Demikian dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Menko Polhukam Widodo AS pada peringatan 100 Tahun Wafatnya Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII, di Desa Bakara, Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumut, Minggu (17/6).

“Sebagai salah satu tokoh sentral dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, Sisingamangaraja XII telah menunjukkan etos rela berkorban bagi nusa dan bangsa. Itu harus kita teladani dalam menghadapi globalisasi yang membawa perubahan makin kompleks,” katanya. …baca selengkapnya »

[SB] Tags : , ,
Senin
4
Jun '07

Identitas Batak Toba Menguat

Museum Sisingamangaraja XII Segera Dibangun

Peringatan 100 tahun gugurnya pahlawan nasional Sisingamangaraja XII menunjukkan penguatan terhadap perhatian dari masyarakat Batak Toba untuk membangun kampung halaman mereka. Sikap tersebut dinilai akan semakin memperkuat identitas Batak Toba.

Jika sebelumnya masyarakat Batak Toba melakukan migrasi ke luar daerah karena faktor ekonomi dan daya tarik kota, kini pada era otonomi sebagian orang Toba mulai kembali ke kampung halaman untuk mendorong dan mengembangkan kampung halaman mereka. …baca selengkapnya »

[SB] Tags :
Senin
28
Mei '07

Pluralisme SM Raja XII

Masih Ada Kontroversi Menyertainya
Kemampuan Sisingamangaraja XII melakukan aliansi dengan banyak kelompok di sekitar tanah Tapanuli dinilai cendekiawan menunjukkan bahwa Sisingamangaraja XII adalah tokoh pluralis dan multikulturis. Sisingamangaraja XII mampu menghidupi keberanekaragaman yang tumbuh di Sumatera.

Hal ini mengemuka dalam seminar peringatan 100 tahun gugurnya pahlawan nasional Sisingamangaraja XII (SM XII) yang bertema Sisingamangaraja XII, Simbol Perekat Masyarakat Indonesia di Medan, Sabtu (26/5).

Ia dekat dengan panglima Aceh yang muslim, bahkan mereka rela membantu perjuangannya di tanah Batak. Ia juga tidak memusuhi misionaris Kristen Nommensen, bahkan bertamu dan berkorespondensi dengannya. …baca selengkapnya »

[SB] Tags :
Jumat
16
Feb '07

Mengenang 100 Tahun Wafatnya Sisingamangaraja XII Pemkab Humbahas Adakan Lomba Karya Tulis

Mengenang dan memperingati 100 tahun wafatnya Sisingamangaraja XII 17 Juni 2007 Pemkab Humbahas (Humbang Hasundutan) mengadakan perlombaan karya tulis bagi wartawan yang wilayah peliputannya di lingkungan Kabupaten Humbahas.

Karya tulis tersebut harus terbit di media di mana “kuli tinta” tersebut bekerja dan batas waktu penyerahan 31 Mei 2007 di bagian Infokom. Hal itu dikatakan Kabag Infokom Osborn Siahaan BA kepada SIB, Kamis (15/2) melalui telepon selularnya sambil menambahkan bahwa pengumuman perlombaan karya tulis dan syarat-syaratnya sudah ditempelkan di Bagian Infokom Humbahas.

Osborn menjelaskan dalam rangka mengenang 100 tahun wafatnya Sisingamangaraja XII sebagai Pahlawan Nasional dari tanah Batak, berbagai kegiatan telah dilaksanakan Pemkab Humbahas. …baca selengkapnya »

[SB] Tags : ,
Kamis
14
Des '06

Sajak Si Singamangaraja

1

Akulah Si Singamangaraja
Nyala di Bakara
Redup di Balige

Kau menjamah perihnya

Tapi sebelum itu
Tanah kerontang hangus harap
Di ujung pematang terban lapar
Dan susut danau ingati gelepar ikan mati
Sejak malam tersaruk mimpi sekarat …baca selengkapnya »

[SB] Tags : ,
Selasa
10
Okt '06

Tahun 2007, Mengenang 100 Tahun Wafatnya Raja Sisingamaraja XII Dipamerkan di Belanda

Sastrawan  Sitor Situmorang dan istrinya Barbara  datang ke Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas)  Senin 26 Juni 2006 lalu dengan tujuan  mengenang wafatnya Raja Sisingamangaraja XII ke-100 tahun yang akan dipamerkan di Negeri Belanda.  Tujuan dan maksud kedatangan sastrawan tersebut disambut baik Pemkab dan masyarakat Humbahas.

Dengan semangat tinggi, Bupati Humbahas Drs Maddin Sihombing MSi, Kapolres Humbahas AKBP GP Hutajulu SH, Plt Sekda Martuaman Silalahi SH, Kadis Pertambangan dan Kehutanan Ir Darwin Lumbangaol MM, Kadis PU Ir Parlaungan Lumbantoruan, Camat Parlilitan Ratna Fride Marbun BA dan rombongan lainnya dari Pemkab Humbahas mengunjungi makam dan markas Sisingamangaraja XII di Pearaja Desa Sion Utara  Kecamatan Parlilitan, Jumat (6/10).  Dalam kunjungannya, Maddin Sihombing sangat tertarik  dengan akan dipamerkannya wafatnya Sisingamangaraja XII yang ke 100 di Belanda.  Kedatangan Pemkab Humbahas di Desa Sion Utara disambut baik masyarakat setempat dan membawa rombongan ke Tugu Pertanda Markas Besar Sisingamangaraja XII tepatnya di Pearaja yang diresmikan 17 Juni 1959 lalu. Dalam kesempatan itu, mantan Kepala Desa Sion Utara  Siner Sihotang  mewakili masyarakat menceritakan sedikit seluk-beluk perjuangan Sisingamangaraja XII melawan Belanda di tanah Batak. …baca selengkapnya »

[SB] Tags : , ,
Kamis
22
Jun '06

Riwayat Singkat Perjuangan Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII

Ketika Sisingamangaraja XII dinobatkan menjadi Raja Batak, waktu itu umurnya baru 19 tahun. Sampai pada tahun 1886, hampir seluruh Sumatera sudah dikuasai Belanda kecuali Aceh dan tanah Batak yang masih berada dalam situasi merdeka dan damai di bawah pimpinan Raja Sisingamangaraja XII yang masih muda. Rakyat bertani dan beternak, berburu dan sedikit-sedikit berdagang. Kalau Raja Sisingamangaraja XII mengunjungi suatu negeri semua yang “terbeang” atau ditawan, harus dilepaskan. Sisingamangaraja XII memang terkenal anti perbudakan, anti penindasan dan sangat menghargai kemerdekaan. Belanda pada waktu itu masih mengakui Tanah Batak sebagai “De Onafhankelijke Bataklandan” (Daerah Batak yang tidak tergantung pada Belanda.

Tahun 1837, kolonialis Belanda memadamkan “Perang Paderi” dan melapangkan jalan bagi pemerintahan kolonial di Minangkabau dan Tapanuli Selatan. Minangkabau jatuh ke tangan Belanda, menyusul daerah Natal, Mandailing, Barumun, Padang Bolak, Angkola, Sipirok, Pantai Barus dan kawasan Sibolga. …baca selengkapnya »

[SB] Tags : ,