Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Minggu
3
Agt '08

100 Ha Tanaman Padi Puso Diduga Tercemar Limbah Pabrik di Simalungun

Lebih kurang 100 Ha tanaman padi milik petani Gunung Serawan Kecamatan Bandar Masilam dinyatakan puso diduga karena tercemar limbah pabrik yang terbuang tidak beraturan ke aliran sungai.
Kepala Bapedalda Kabupaten Simalungun Ir Latif Nasution, Jumat (1/8) mengatakan telah mengambil sampel limbah pabrik yang berada di hulu sungai masing – masing PKS (Pabrik Kelapa Sawit) dan pabrik pengolahan tapioka PT Bumi Sari guna diperiksa di laboratorium Bapedalda Sumut.

Hasil pemeriksaan laboratorium dikatakan sudah akan diterima dalam batas waktu 14 hari, sejak diserahkan. Berdasarkan pengamatan di lapangan bersama petugas Dinas Pertanian dan DPRD, menunjukkan usia tanaman padi sekitar 90 hari kemudian layu sehingga gagal panen.
Tim Bapedalda akan tetap mempelajari permasalahan yang dihadapi para petani. Kalau terbukti akibat pencemaran lingkungan bersumber dari limbah pabrik dikatakan akan segera tindakan tegas. …baca selengkapnya »

[SB] Tags : , ,
Kamis
27
Sep '07

Bus Karya Agung vs Truk Fuso

1 Tewas 11 Luka-luka

Tabrakan maut terjadi di Nagori Marihat Huta Kecamatan Dolok Panribuan, Simalungun. Bus CV Karya Agung BK 7297 TL tabrakan dengan truk Mitsubishi Fuso BK 1388 TM. Insiden ini menewaskan satu orang dan membuat 11 lainnya luka-luka serius.

Tragedi naas itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, Rabu (26/9). Saat itu, Bus Karya Agung yang membawa belasan penumpang melaju kencang dari arah Pematangsiantar menuju Dolok Sanggul. Dari arah berlawanan, truk Fuso roda sepuluh tanpa muatan juga melaju dengan kecepatan tinggi sedang berupaya menyalip sebuah mini bus. Akibatnya, tabrakan tak terhindarkan. Bus Karya Agung dan truk Fuso laga kambing. Kernet dan sopir truk melarikan diri meninggalkan kendaraannya yang menabrak pohon sawit. Sementara itu, Bus Karya Agung mengalami rusak berat dan terbalik di pinggir jalan. …baca selengkapnya »

[SB] Tags : , ,
'

Kecelakaan Di Jalinsum - Bus Karya Agung Kontra Truk, 1 Tewas 10 Cidera

Bus penumpang umum  Karya Agung BK 7297 TL yang datang dari arah P. Siantar tabrakan dengan satu truk BK 7297 NM di jalinsum (jalan lintas Sumatera) P. Siantar-Parapat persis di kawasan Batu Gaja, Kec. Dolok Panribuan, Kab. Simalungun, Rabu (26/9). Seorang penumpang bus Karya Agung, Monang Purba, 37, warga Dolok Sanggul tewas, sedangkan 10 lainnya luka berat dan dirawat di RSU dr. Djasamen Saragih, P. Siantar.

Ke sepuluh korban yang mengalami luka adalah Yasmi br Hutasoit, 65, serta dua cucunya Daniel, 5, dan Maston, 3,5. Yasmi adalah ibu kandung korban Monang Purba. Korban lainnya Banjar Sitorus, 57, Rahmat Sitinjak, l7, dan Rusti br Panjaitan, 55, masing-masing warga Laguboti Tobasa. Selanjutnya Reni br Siagian, 45, warga Medan, Sopa Sitorus, 2l, warga Tanjung Priok Jakarta Utara, Lamhot Sinaga, 26, warga Lintong Nihuta Humbahas serta Nurliana br Silaban, 66, warga Siborong-borong, Taput. …baca selengkapnya »

[SB] Tags : , ,
'

Satu Tewas, 11 Luka Berat Korban Tabrakan Maut

Terjadi di Jalan Raya Dolok Pangaribuan

Satu orang tewas, 11 luka berat dan lainnya luka ringan korban tabrakan maut antara bus penumpang CV Karya Agung dengan truk roda sepuluh, di jalan raya kawasan Nagori Marihat Huta, Kecamatan Dolok Pangaribuan, Kabupaten Simalungun, Rabu (26/9).

Informasi yang diperoleh MedanBisnis menyebutkan, tabrakan terjadi sekitar pukul 14.30 WIB saat bus Karya Agung BK 7297 TL yang berisi 18 orang penumpang melaju kencang dari arah Pematang Siantar menuju Dolok Sanggul. Sebelumnya bus itu membawa penumpang dari Medan. Bersamaan dengan itu dari arah berlawanan sebuah truk BK 1388 TM tanpa muatan juga melaju dengan kecepatan tinggi dan berusaha menyalip sebuah mini bus. …baca selengkapnya »

[SB] Tags : , ,
Sabtu
23
Des '06

Raja dan Kerajaan di Simalungun

Pengantar
Secara historis, terdapat tiga fase kerajaan yang pernah berkuasa dan memerintah di Simalungun. Berturut-turut fase itu adalah fase kerajaan yang dua (harajaon na dua) yakni kerajaan Nagur (marga Damanik) dan Batanghio (Marga Saragih). Berikutnya adalah kerajaan berempat (harajaon na opat) yakni Kerajaan Siantar (marga Damanik), Panai  (marga Purba Dasuha), Silau (marga Purba Tambak) dan Tanoh Jawa (marga Sinaga). Terakhir adalah fase kerajaan yang tujuh (harajaon na pitu) yakni: kerajaan Siantar (Marga Damanik), Panai (marga Purba Dasuha), Silau (marga Purba Tambak), Tanoh Jawa (marga Sinaga), Raya (marga Saragih Garingging), Purba (marga Purba Pakpak) dan Silimakuta (marga Purba Girsang). Demikian pula halnya dalam mengurai asal muasal masyarakat Simalungun, yang banyak berpijak dan tergantung pada aspek diaspora masyarakat Batak (Toba) sehingga, raja dan kerajaan di Simalungun itu dinyatakan berasal dari Batak (Toba). …baca selengkapnya »

[SB] Tags :
Minggu
22
Okt '06

Perekat Identitas Sosial Budaya Simalungun

PENDAHULUAN
Simalungun merupakan suku atau etnis dengan identitas dan budayanya yang terbentuk dalam proses sejarah perkembangannya. Sebagai identitas, Simalungun dapat dibedakan dari suku-suku bangsa lainnya dari adat, budaya, kebiasaan, sejarah dan segala aspek kehidupannya. Demikianlah sehingga orang dapat mengenal suku Simalungun dari “otherness” kelainan/differensinya dari suku-suku lain.

SEJARAH SINGKAT SUKU SIMALUNGUN
Dari sumber-sumber kuno dan cerita-cerita rakyat di Simalungun, orang yang kemudian menjadi suku Simalungun berketurunan dari ragam nenek moyang. Dalam perjalanan sejarahnya, suku Simalungun datang dalam dua gelombang. Gelombang pertama (Proto Simalungun) diperkirakan datang dari India Selatan (Nagore) dan India Timur (Pegunungan Assam) sekitar abad ke-5 menyusuri Birma terus ke Siam dan Melaka selanjutnya menyebrang ke Sumatera Timur dan mendirikan Kerajaan Nagur dari Raja dinasti Damanik. Dan kemudian gelombang kedua (Deutro Simalungun) yang merupakan pembaruan suku-suku tetangga dengan suku Simalungun asli (Herman Purba Tambak, SIB 3/9/2006, hlm. 9). …baca selengkapnya »

[SB] Tags : ,
Jumat
18
Agt '06

Pesta Rondang Bintang Ajang “Mencari Jodoh” dan Upaya Melestarikan Budaya Simalungun

Bangsa Indonesia terdiri berbagai suku (etnis), di dalamnya termasuk suku Simalungun yang dalam kehidupan sehari-hari mempunyai adat, kebudayaan dan bahasa daerah menjadi aset bangsa. Manusia sebagai mahluk sosial dalam menyampaikan maksud dan tujuannya kepada sesama selalu mempergunakan bahasa, karenanya sering disebut “bahasa menunjukkan bangsa”.

Memaknai : “bahasa menunjukkan bangsa “mempunyai arti identitas, hal ini memberikan pemahaman bahwa pergeseran nilai budaya (adat) dapat mengancam mengaburkan jati diri. Untuk mempertahankan jati diri itu tadi maka adat masing-masing  suku penting dilestarikan bagi kepentingan pembangunan menyentuh kehidupan orang banyak dan semua komponen masyarakat berkepentingan senantiasa memeliharanya. Karena adat itu sendiri merupakan pola aturan yang diakui secara bersama dan dilaksanakan secara bersama dalam berbagai kegiatan masyarakat. …baca selengkapnya »

[SB] Tags : , ,
Kamis
15
Jun '06

Melirik Potensi Wisata Simalungun

150606_karang.jpgJalan-jalan ke Kabupaten Simalungun tak akan sempurna jika tidak menikmati panorama wisata alamnya yang memukau. Satu di antaranya Danau Toba, meskipun saat ini kelihatan lesu karena minimnya pengunjung.

Tidak cukup waktu sehari untuk mengunjungi seluruh objek wisata Simalungun. Bumi Simalungun sangat kaya akan potensi wisata. Terdapat 33 objek wisata meskipun baru 10% yang sudah dikelola. Bukan tidak mungkin potensi ini akan mendatangkan aset yang tidak sedikit mengingat potensi wisata yang ada tak kalah memesona jika dibandingkan dengan panorama wisata yang ada di nusantara seperti wisata Pantai Kuta Bali.

“Adapun kendala utamanya adalah modal,” kata Kadis Pariwisata Budaya dan Seni Kabupaten Simalungun Ir Boundenth D SH. “Minimnya APBD untuk sektor pariwisata menjadi kendala utama majunya pariwisata Simalungun, khususnya Danau Toba selain minimnya minat masyarakat yang tinggal di lokasi wisata setempat untuk menarik minat pengunjung untuk datang kedua kalinya,” imbuhnya ketika dimintai komentar mengenai potensi wisata alam Simalungun yang belum digali sepenuhnya. …baca selengkapnya »

[SB] Tags : ,
Kamis
8
Jun '06

Minta Polisi Usut Tuntas Dugaan KKN CPNS dan Korupsi Pemkab Simalungun

Puluhan massa tergabung dalam aliansi Front Rakyat Siantar Simalungun Untuk Pemerintahan Bersih (FRAKSI) secara berbondong-bondong mendatangi Mapolres Simalungun, Selasa (6/6) siang. Kehadiran massa yang juga membawa spanduk dengan berbagai tulisan minta aparat Polres Simalungun mengusut tuntas dugaan KKN CPNS dan berbagai kebocoran kas Pemkab Simalungun.

Kehadiran massa di bawah koordinator Ahmad Z Lubis, M Adil Saragih dan Oktavianus Rumahorbo itu disambut Kabag Ops Kompol Timbul Silaen, Kasat Intel AKP Robert Simanjuntak, Kasat Reskrim AKP Den Martin Nasution, Kasat Samapta AKP PG Silaban dan Kaur Bin Ops Iptu Hendrik Sinaga. Petugas kepolisian tampak membagikan minuman gelas kepada massa yang berorasi sebelum perwakilan yang ditunjuk diterima di ruang PDDU. …baca selengkapnya »

[SB] Tags : , ,