Rencana pembentukan Provinsi Tapanuli dipertanyakan kesiapannya oleh sebagian kalangan akademisi. Mereka menilai rencana itu terlalu tergesa-gesa karena belum ada kesiapan secara politik dan belum melibatkan aspirasi rakyat secara menyeleuruh. Sehingga pembentukan provinsi yang kini terletak di Sumatera Utara bagian barat itu hanya akan memunculkan masalah baru.
”Sudahkah dua hal itu dibangun dan diwacanakan? Apakah cukup membentuk sebuah provinsi hanya berdasarkan garis kultural saja,” tanya Guru Besar Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Prof Dr Hotman Siahaan, Sabtu (19/8) di depan di depan peserta seminar nasional ’Pembentukan Provinsi Tapanuli: Dari dan untuk Siapa’ di Medan.
Menurut Hotman, pembentukan Provinsi Tapanuli paling tidak harus memperhatikan faktor perseturuan budaya antara subkultur Batak yang belum selesai. Selain itu, pemekaran wilayah mesti menghitung adanya perangkat legislatif (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) dan eksekutif (kepala daerah dan dinas-dinasnya). …baca selengkapnya »
[SB] Tags : Harian Kompas, Provinsi Tapanuli

16 Tanggapan »