Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Senin
22
Sep '08

Nama Mendunia, Gaji Rp 2,4 Juta

Ilmuwan-Ilmuwan Indonesia Berprestasi Global

Enam ilmuwan Indonesia masuk daftar Wise Index of Leading Scientists and Engineer. Daftar tersebut dikeluarkan sebuah lembaga internasional berkredibilitas di bidang sains dan teknologi. Siapa saja mereka? Mengapa dalam hal ini kita masih kalah dengan Malaysia?

———-

Malu. Itulah yang dirasakan Tjia May On ketika namanya masuk deretan Wise Index of Leading Scientists and Engineer bersama lima ilmuwan tanah air yang lain. Mengapa malu? Guru besar Fisika dari ITB (Institut Teknologi Bandung ) itu lantas membandingkan dengan negara lain.

‘’Malaysia saja punya 27 ilmuwan yang diakui dunia. Sampai-sampai dalam daftar itu kita ini masih kalah dengan Maroko, yang secara kultur dan kesejahteraan masyarakat jauh di bawah Indonesia,'’ kata profesor berusia 74 tahun yang masih tampak energik ini ketika didatangi Jawa Pos di kantornya, kompleks kampus ITB, Jumat lalu (19/9). …baca selengkapnya »

[SB] Tags : ,
Selasa
4
Mar '08

PANTUR SILABAN - Dari Snellius ke Einstein

Cover Tatap Edisi Januari-Februari 2008SEKALI peristiwa di awal dasawarsa lima puluhan. Seorang murid SMP di Sidikalang terpana pada keterangan guru ilmu alamnya. “Sinar yang masuk dari udara ke dalam air selalu dibelokkan.” Laki-laki remaja itu pun bertanya: mengapa? Tak ada jawaban memadai.

Hukum Snellius mengenai pembiasan itu merupakan pintu masuk bagi Pantur Silaban mencintai fisika. Karena tak ada jawaban jitu dari sang guru, ia pun bernazar akan menggeledah rahasia alam melalui studi fisika di kemudian hari.

Dalam perjalanan ruang-waktu, minat Pantur melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi setelah lulus SMA ikut pula bergerak. Selain mendalami fisika, ia berhasrat pula mempelajari teologi. Meninggalkan Sumatera selepas sekolah lanjutan atas, pria kelahiran Sidikalang, 11 November 1937 itu mampir di Jakarta membekali diri mengikuti ujian saringan masuk sekolah tinggi teologi. “Anehnya, saya sakit selama di Jakarta mempersiapkan diri masuk ke sana,” katanya. Perjalanan diteruskan ke Bandung. Tujuannya satu: kuliah fisika di ITB. Dia diterima di sana. …baca selengkapnya »

[SB] Tags : , ,
Minggu
8
Apr '07

Prof. Tjia May On, PhD

Guru besar Fisika ITB kelahiran Probolinggo 25 Desember 1934 ini telah menerbitkan dua buku teks dan lebih dari 190 risalah. Sebagian dipublikasikan di jurnal internasional Physical Review, Nuclear Physics, Physica C, International Journal of Quantum Chemistry, Review of Laser Engineering, dan Journal of Non-linear Optical Physics. Menyelesaikan sarjana fisika tahun 1962 dari ITB. Setahun kemudian memasuki studi fisika partikel di Northwestern University, AS hingga PhD tahun 1969.

Begitu mendapat doktor, jadi selebritis atau birokrat. Ini fenomena khas golongan terpelajar Indonesia dalam ilmu sosial, ekonomi, sains, maupun teknologi sampai sekarang. Kalau ada daftar kekecualian, Tjia May On pasti masuk dalam barisan pendek itu. …baca selengkapnya »

[SB] Tags : ,
Jumat
14
Jul '06

Hari ini Gubsu Ditepungtawari Warga Jabar Asal Sumut di Bandung

Gubernur Sumatera Utara Drs Rudolf Pardede, Jumat (14/7) akan berkunjung ke Kota Bandung (Jawa Barat). Gubsu akan ditepungtawari warga propinsi Jawa Barat asal Sumatera Utara.
Demikian Ketua Umum Martabe Jabar K Robert Siregar kepada SIB di Bandung, Rabu (12/7).
Dalam rangka kunjungan Gubsu ke Bandung tersebut, Pengurus Martabe Jabar telah melakukan silaturahmi dengan berbagai tokoh antara lain Dan Kodiklat (Komando Doktrin Pendidikan & Latihan TNI-AD) Letjen Cornel Simbolon, Gubernur Jabar Drs Danny Setiawan, Pangdam III Siliwangi, dan lain-lain.

Warga Jabar asal Sumut akan menyambut Gubsu dengan antusias. Perkumpulan Martabe Jabar membentuk panitia penyambutan temu wicara & silaturahmi warga Jabar asal Sumut dengan Gubsu Drs Rudolf Pardede.
Adapun susunan Panitia, Ketua Johnson Siregar SH MH, Sekretaris Desmon Purba, Bendahara Ny TMT Pane. …baca selengkapnya »

[SB] Tags : , ,
Senin
21
Nov '05

Saintis dan Peraih Nobel

Tidak semua saintis atau ilmuwan bisa menjadi peraih Nobel. Tapi tak berarti peraih Nobel lebih cerdas dan tahu segalanya ketimbang ilmuwan yang tidak mendapatkan penghargaan itu. Berulang kali dan beberapa kesempatan Douglas Dean Osheroff, peraih Hadiah Nobel Bidang Fisika pada 1996, menegaskan pendapatnya itu.

Oseroff datang ke Indonesia pada akhir pekan lalu untuk memenuhi undangan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dalam menyambut pencanangan Tahun Indonesia untuk Ilmu Pengetahuan 2005-2006. Pada Pertemuan Ilmuwan Indonesia Abad Ke-21, yang berlangsung pada 18-19 November 2005, itu, isu mengenai haruskah peneliti memperoleh Hadiah Nobel mencuat jadi perbincangan.

Sebagian besar kalangan ilmuwan dalam pertemuan itu mengatakan bahwa penghargaan (seperti Hadiah Nobel) bukan tujuan utama seorang ilmuwan dalam karier penelitiannya. Profesor Pantur Silaban, PhD, dari Laboratorium Fisika Teoritis Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung, yang menjadi pembicara khusus pada pertemuan itu, adalah salah satu yang tegas menentangnya. Ia malah mengatakan, orang yang mengejar penghargaan untuk kepopuleran diri termasuk “satanic people”. …baca selengkapnya »

[SB] Tags : ,
Rabu
29
Jun '05

Prof. Dr. Pantur Silaban: Fisikawan Indonesia Pertama yang Mendalami Teori Einstein

Tahun 2005 ini ditetapkan sebagai Tahun Fisika Dunia oleh badan pendidikan PBB, UNESCO. Tepat 100 tahun silam, Alberts Einstein muda –masih 26 tahun— menulis artikel ilmiah bertajuk ”On the Elektromagnetik of Moving Body”. Tulisan inilah yang akhirnya menelurkan teorinya yang paling populer hingga kini, teori relativitas.

Salah satu murid dari cucu Einstein ada di Indonesia. Dialah Prof. Dr. Pantur Silaban. Mahasiswa jurusan fisika elektro bisa jadi tak awam lagi mendengar namanya. Dialah yang menerjemahkan dua volume buku Elements of Engineering Electromagnetics ke bahasa Indonesia.

Lahir di Sidikalang, Sumatera Utara, 11 November 1937, lelaki ini memang diliputi rasa keingintahuan ihwal alam. Tak heran setiap orasi ilmiahnya selalu bertema ihwal alam semesta dan jagat raya. Tema itu pula yang diangkatnya dalam ajang simposium internasional fisika di Trieste-Italia, Melbourne dan New York. …baca selengkapnya »

[SB] Tags : , ,
Jumat
16
Jul '04

Seminar Mahasiswa Tapanuli di Bandung

MAHASISWA Bandung asal Tapanuli pada Sabtu (17/7) di Hotel Preanger akan menggelar seminar menyangkut berbagai masalah pembangunan di Kab. Tapanuli Utara (Taput). Ketua Perhimpunan Mahasiswa Tapanuli Bandung (PMTB) Deman Purba mengatakan, tampil sebagai pembicara mantan Menperindag Letjen TNI (Purn) Luhut Panjaitan, Prof. Dr. Victor SB (UI), Prof. P. Silaban (ITB), Torang Tobing (Bupati Taput), Dr. Tualar Simarmata (Unpad), dan Martin Hutabarat (pengusaha).

Sumber : (A-71)*** Pikiran Rakyat, Bandung

[SB] Tags : , ,
Kamis
20
Feb '03

Seminar Sehari : A Tribute to Prof. P. Silaban

Title   : Neutrino : pemandu fisika partikel dan astrofisika abad ini
Speaker : L. T. Handoko
Place   : Ruang R 1201
Jurusan Fisika, FMIPA ITB
Bandung, Indonesia
Date    : February 20th, 2003

Sumber : LIPI

[SB] Tags : ,
Sabtu
15
Jun '91

Kembali ke masa lalu

Teori richard gott menjelaskan bahwa seseorang bi- bisa menembus masa silam tanpa harus melalui black hole, seperti pada teori kip thorne. dasar konsep mereka sama yaitu relativitas einstein.

Sebuah teori baru menjelaskan bagaimana kita bisa kembali ke masa lampau tanpa harus melalui black hole. Dasar konsep ini tetap teori relativitas Einstein.

BISAKAH manusia menerobos kembali ke masa lampau? Telah lama orang mengimpikan kemungkinan itu. Banyak cerita, buku, atau film yang mengisahkan hal itu. Sutradara Steven Spielberg, misalnya, membuat film Back to the Future. …baca selengkapnya »

[SB] Tags : ,