Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Sabtu
6
Okt '07

Patung Primitif Suku Batak - Objek Penelitian yang Menarik

Suku Batak sampai kini masih menjadi objek penelitian yang menarik bagi para peneliti Indonesia maupun asing, karena suku tersebut masih menyimpan kebesaran kesenian megalitik. Namun, dari berbagai kekayaan kesenian tersebut, seni patung primitif Batak ternyata nyaris paling terlupakan.

Menurut Drs Daulat Saragi MHum, pengajar Jurusan Seni Rupa FPBS Universitas Negeri Medan (Unimed), selama ini perhatian para peneliti selalu tertuju pada sistem masyarakat, religi, hukum adat, sastra dan musiknya saja, sehingga eksistensi patung primitif Batak terpinggirkan. “Padahal, sebenarnya patung primitif Batak merupakan jenis kesenian yang tahan lama dan sarat makna,” kata Daulat Saragi dalam promosi doktor bidang ilmu filsafat di Sekolah Pascasarjana UGM Yogyakarta, Kamis lalu.

Menurut promovendus, patung primitif Batak merupakan kekayaan dan simbol suatu peradaban religi masa lalu, yang juga merupakan salah satu artefak budaya material sebagai bukti kebesaran peradaban megalitik Indonesia. Namun, untuk mengetahui pengalaman estetik dan makna simbol patung primitif Batak, harus terlebih dahulu memasuki alam pikiran dan sistem kepercayaan lama masyarakatnya. …baca selengkapnya »

[SB] Tags : ,
Sabtu
22
Sep '07

Patung Primitif Batak : Simbol Legitimasi Kekuasaan

Dari berbagai kekayaan kesenian Batak, seni patung primitif merupakan salah satu produk yang nyaris terlupakan. Perhatian para peneliti selama ini selalu tertuju pada system masyarakat, sistem religi, hukum adapt, sastra dan musiknya. Akibatnya, eksitensi patung primitif terpinggirkan, walau patung merupakan jenis kesenian yang tahan lama dan sarat makna.

Hal ini dikatakan Daulat Saragi, dalam disertasinya yang berjudul “Dimensi Simbolis Patung Primitif Batak,” yang dipertahankan pada ujian terbuka di gedung Pascasarjana UGM, Kamis (20/9).
“Masyarakat Batak lama selalu menghadirkan patung pada suatu ritus dan menempatkan pada suatu wilayah suci dan keramat, karena diyakini sebagai simbol atau medium suatu kekuatan yang transenden,” ujar Daulat Saragi yang saat ini berhak menyandang gelar Doktor. …baca selengkapnya »

[SB] Tags : ,
Kamis
8
Mar '07

Patung Asli Pakpak Diperjualbelikan

Patung bersejarah suku Pakpak Bharat semakin lama semakin berkurang. Kini di delapan kecamatan di Kabupaten Pakpak Bharat diperkirakan hanya tersisa ratusan saja. Padahal, sebelumnya, patung yang dikenal dengan mejan itu ada di setiap kampung di masing-masing keluarga besar marga tertentu.

“Patung itu sangat berharga bagi kami. Kondisi patung itu sekarang memprihatinkan. Ada yang hilang diambil orang, ada yang rusak tinggal bagiannya saja. Kami dengar patung-patung itu diperjualbelikan di luar negeri,” tutur Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DRPD) Kabupaten Pakpak Bharat, Muda Banurea, Selasa (6/3) malam, ditemui di Salak. …baca selengkapnya »

[SB] Tags :