Rencana penghapusan jatah operasi pasar (OP) minyak tanah (Minah ) untuk Kabupaten Tanjungjabung Barat oleh Pertamina Pemasaran Jambi, dinilai banyak pihak sebagai indikasi tidak seriusnya Pemkab Tanjab Barat dalam memperjuangkan salah kebutuhan pokok masyarakat, terutama masyarakat kurang mampu didaerah itu. Padahal, pihak Pertamina telah menyediakan stock sebesar 50 KL dengan harga subsidi yang siap didrop ke 10 titik distribusi.
Sebagaimana diberitakan koran ini kemarin, alasan penghapusan itu terkesan cukup sepele. Penyebabnya hanya gara-gara pihak Pertamina terlambat menerima surat Pemkab Tanjungjabung Barat yang berisikan permintaan data lokasi penyalurannya. Dengan kata lain, jika aparat terkait proaktif dan lebih tanggap, tentu pembatalan itu tidak akan terjadi. …baca selengkapnya »
[SB] Tags : Jambi Ekspress, Kuala Tungkal, NN Silaban

Silahkan memberi tanggapan »