KATA Batak acapkali dialamatkan ke suku yang tinggal di Sumatra Utara. Istilah ini merujuk ke beberapa suku yang lazim disebut Suku Karo, Pakpak-Dairi, Simalungun, Toba (termasuk Binsaran, Silindung, Humbang, Uluan, dan Samosir), serta Angkola-Mandailing. Beberapa menyebutkan bahwa Batak adalah istilah untuk suku yang masih (tidak) memeluk agama Islam. Suku-suku di atas memiliki persamaan dari segi bahasa, sistem kekerabatan, keagamaan, dan kebudayaan. Meskipun demikian, beberapa kajian mendalam akan berhasil mencermati karakter kuat perbedaaan antarsuku. Akibat pengaruh-pengaruh agama yang datang dari luar, semakin langka dan sulit kita temui Agama Batak Asli yang masih dipraktikkan. Kini posisi agama asli itu digantikan dengan agama Kristen, Islam, Hindu, Buddha, dan Parmalin. Sekarang hanya Suku Batak Toba yang menyebut diri sebagai Batak, sedangkan suku-suku lain menyebut dirinya sesuai dengan nama suku seperti tertulis di atas.
Kalender Batak yang dibahas ini saya dapatkan di Pulau Samosir pada 1995 silam. Akan tetapi, bukan berarti di daerah lain sekitar Sumatera Utara kalender tidak bisa ditemui. Ini disebabkan kalender ini (yang beragam bentuknya) telah menjadi bagian dari industri kerajinan di Sumatra Utara secara umum sebagai sebuah suvenir untuk turis. Bentuk kalender ini dibandingkan kalender lain lebih sederhana, namun memiliki keunikan tersendiri, terutama penahan ruas bambu pada kalender ini terbuat dari tulang iga babi. …baca selengkapnya »
[SB] Tags : Artefak Batak, Ilmu Batak, Porhalaan, Sastra & Literatur Batak

Silahkan memberi tanggapan »