Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Sabtu
29
Des '07

Jakarta Banjir Narkoba

Catatan Akhir Tahun 2007

Narkotika dan obat berbahaya (narkoba) yang dikendalikan jaringan barang haram tersebut dari dalam dan luar negeri selama tahun 2007 masih memban-jiri Jakarta. Jual-beli narkoba itu tidak saja meningkat di diskotek, tetapi pengendaliannya, terutama pil ekstasi impor dan sabu, telah dilakukan dari apartemen dan hotel di Ibukota. Tak heran sejumlah kalangan, termasuk para artis, terjerat kasus narkoba.

Fakta berbondong-bondongnya pedagang narkoba meraup keuntungan bisnis haram itu terungkap dari ratusan kasus yang telah ditangani Polsek, Polres, Polda, Mabes Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN). Data Direktorat Narkotika Polda Metro Jaya mencatat, sampai November 2007 sebanyak 8.000 lebih kasus narkoba diungkap yang melibatkan ribuan tersangka. Sebagian besar dari mereka adalah konsumen barang haram tersebut. …baca selengkapnya »

[SB] Tags : ,
Jumat
28
Des '07

Jangan Lagi Anton Kollisch Meratap

Kalau saja Anton Kollisch masih hidup, ahli Kimia dari Jerman pensintesa Methylene Dioxy Meth Amphethamine (MDMA) ini bisa jadi merasa berdosa. Sebab, MDMA yang lebih dikenal sebagai ekstasi itu awalnya didesain untuk kepentingan psikoterapi pada 1912, namun sejak 1960 disalahgunakan sebagai love drug. Jutaan orang meninggal dan yang lain, jiwa serta raga tergerogoti karena mengonsumsinya dengan sembarangan.

Angka penyalahgunaan narkoba di dunia pun cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Di Indonesia, menurut catatan Badan Narkotika Nasional, dalam kurun waktu 2003-2006 terdapat antara 1,4 juta-1,7 juta pelajar dan mahasiswa mengonsumsi narkoba. Khusus 2006 saja, tercatat 912.000-1,1 juta orang mengonsumsi narkoba, belum termasuk orang dewasa dan orang tua. Pada 2007 ini, diperkirakan angkanya meningkat kendati BNN belum merilisnya. …baca selengkapnya »

[SB] Tags : ,
Jumat
16
Nov '07

Cara Efektif Memberantas Narkoba

Roy Marten kembali tertangkap tangan sedang pesta sabu-sabu (SS) di Surabaya bersama empat kawannya di kamar 465 Novotel, Surabaya Selasa (13/11) siang.  Dari kelima orang tersebut, polisi menyita empat paket sabu-sabu seberat 1.501 gram, seperangkat alat isap sabu-sabu, enam buah ponsel, seperangkat alat isap sabu-sabu, dan dua buah alumunium foil yang berisi sisa-sisa SS (www.Liputan6.com)

Keempat kawan Roy Marten yang ditangkap adalah Freddy Mattatula (52), beralamat di Jakarta, Haryanto alias Hong A Khi (46), warga Jalan Kapasari, Didit Kesit Cahyadi (43), ber-KTP di Jalan Tempel, dan Winda (31), beralamat di Jalan Raya Merak Gg III Rewin.

Menariknya, selain Winda, track record ketiga kawan Roy Marten soal kriminalitas cukup buruk. Freddy Mattatula, misalnya. Pria ini baru saja dua bulan lalu ke luar dari LP Madiun. Sebelumnya, setahun lalu, Freddy ditangkap Unit Idik II Satnarkoba Polwiltabes Surabaya dengan barang bukti sabu-sabu seberat 0,8 gram. Sebelumnya, Freddy juga pernah ditangkap Polda Metro Jaya, juga atas kasus narkoba. Sama seperti Freddy, Hong A Khi juga seorang residivis, yang juga baru tiga bulan lalu ke luar LP Madiun setelah ditangkap Ditnarkoba Polda Jatim setahun lalu. (Riau Pos, 14/11). Beberapa hari sebelumnya, dalam sebuah acara BNN yang dihadiri Kapolri dan Bos JPNN Dahlan Iskan, Roy Marten sempat menyampaikan cerita yang cukup mengejutkan.” Lebih mudah mencari sabu-sabu di penjara dari pada di luar. Diluar, kita keliling dua atau tiga jam  belum tentu dapat, tapi di dalam penjara dengan mudah kita dapatkan..”.Demikian dikutip liputan 6 pagi (14 /11). …baca selengkapnya »

[SB] Tags : ,
Sabtu
3
Nov '07

Pembangunan Kompleks Pertokoan Diduga Hasil Pencucian Uang

Tempat Ditemukan Pabrik Sabu

Seluruh harta kekayaan PT Hop Seng Development di Batam terancam disita oleh Mabes Polri, jika para tersangka warga negara Taiwan yang duduk dalam usaha perseroan, tidak bisa membuktikan dana yang dipakai membangun kompleks pertokoan dan kawasan industri bukan hasil pencucian uang (money laundering).

Selain mengusut tuntas kasus pendirian pabrik sabu-sabu yang berhasil ditemukan sudah tujuh lokasi, Mabes Polri juga memeriksa tiga tersangka warga negara Taiwan dengan tuduhan membangun kompleks pertokoan dan kawasan industri di Batam, menggunakan uang hasil kejahatan atas perdagangan barang haram/ narkotika. …baca selengkapnya »

[SB] Tags : , ,
Kamis
1
Nov '07

Polisi Sita Seribu Kilogram Bahan Baku Shabu

Polisi menyita 30 sak atau lebih dari 1.000 kilogram bahan dasar pembuatan shabu di salah satu gudang milik PT Shie Lee Machinery di Batam, Riau Kamis (1/11). Perusahaan perusahaan elektronika milik Taiwan di kawasan industri Taiwan di Kabil, Batam, inidicurigai sebagai salah satu pintu masuk penyeludupan bahan baku shabu.

Tiga warga Taiwan yang terkait dengan bisnis ini tengah diburu tim dari Markas Besar Polri. Mereka adalah Wan Shin, Tsai-tsai Cheng, Lay Yaw Shing. Sementara seorang warga Batam bernama Antoni sedang diperiksa tim dari Mabes Polri.

Sejauh ini polisi belum menyimpulkan tentang kemungkinan bahan baku shabu itu diselundupkan dengan cara mendompleng impor komponen elektronika ke kawasan itu. Sebab, beberapa tersangka menyebutkan, barang disusupkan dari Taiwan mengunakan kapal ikan milik nelayan Thailand. …baca selengkapnya »

[SB] Tags : , ,
'

Tidak Terlibat Kasus Sabu di Batam, Empat Orang Dibebaskan

Penyidik Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri membebaskan empat orang yang sebelumnya ditahan dalam kasus kasus pabrik sabu di Batam. Mereka dilepas karena dipastikan tidak terlibat.

Demikian disampaikan Direktur Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Indradi Thanos di Batam, saat dihubungi Media Indonesia, Rabu (31/10). Menurutnya, keempat orang tersebut telah dilepas Senin lalu.

Menurut Indradi Thanos, setelah diperiksa dan dilakukan cek silang ke berbagai pihak, diketahui bahwa keempatnya adalah dua orang tukang bangunan, seorang tukang kopi dan seorang lagi satpam pertokoan di sekitar lokasi pabrik sabu di Batam. …baca selengkapnya »

[SB] Tags : , ,
'

Ditemukan Lagi Bahan Sabu Rp1,5 T

Penyelidikan polisi dalam kasus pabrik sabu-sabu di Batam memunculkan fakta baru. Apalagi dengan ditemukannya barang bukti baru bahan pembuat sabu -sabusebanyak 29 karung dengan berat satu ton senilai Rp1,5 triliun di kawasan Industri Taiwan International Park, Kabil, Batam.

Jika sebelumnya polisi menyatakan bahan-bahan utama pembuat sabu jenis prekusor berasal dari Taiwan, kini diketahui jika bahan tersebut berasal dari Cina daratan. Bahan itu diselundupkan masuk ke Batam melalui jalur laut. ‘’Jadi diselundupkan tidak diimpor perusahaan resmi,’’ kata Kalakhar Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Made Mangku Pastika  disela-sela seminar tentang narkotika di Hotel Borobudur, Jakarta Rabu (31/10). Prekusor itulah yang kemudian diolah menjadi pseudo ephedrine yang akan disintensis menjadi methamphetamine.

Pseudo ephedrine telah ditemukan polisi di kawasan industri Taiwan International Park, Kabil, Batam, Sabtu pekan lalu. Jumlahnya mencapai 29 karung atau sekitar satu ton bubuk. Setelah prekusor itu diproses menjadi sabu-sabu hasilnya kembali dikirim ke Taiwan dan Cina daratan selain ada yang dipasarkan di Jakarta. ‘’Mungkin karena kita belum punya Undang-undang prekusor,’’ kata Made Mangku. …baca selengkapnya »

[SB] Tags : , ,
'

Polisi Menyita Puluhan Sak Bahan Baku Shabu

Tim Mabes Polri menyita sekitar 30 sak atau lebih dari 1.000 kilogram bahan dasar shabu di salah satu gudang milik PT Shie Lee Machinery di kawasan Kabil, Pulau Batam, Kamis (1/11). PT Shie Lee Machinery merupakan perusahaan perakitan elektronika di kawasan itu.

Tiga warga Taiwan yang tekait dengan bisnis ini tengah diburu polisi yakni Wan Shin, Tsai-tsai Cheng, dan Lay Yaw Shing. Sementara seorang lainnya warga Batam bernama Antoni saat ini diperiksa oleh tim dari Mabes Polri.

Sejauh ini polisi belum dapat menyimpulkan kemungkinan bahan baku shabu diseludupkan dengan mendompleng impor komponen elektronika ke kawasan itu. Sebab beberapa tersangka sebelumnya menyebutkan, sebagian bahan baku shabu diseludupkan dari Taiwan mengunakan kapal ikan milik nelayan Thailand. …baca selengkapnya »

[SB] Tags : , ,
'

Pabrik Sabu di Batam Bernilai Rp 1,5 Triliun

Polisi Juga Selidiki Praktik Pencucian Uang

Nilai investasi pabrik pengolahan sabu, termasuk laboratorium pengolahan bahan baku, yang ditemukan di Batam, diperkirakan mencapai Rp 1,5 triliun. Kepolisian masih mengembangkan temuan itu ke arah tindak pidana pencucian uang. Demikian Direktur IV Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal Polri Brigjen (Pol) Indradi Thanos di Batam, Selasa (31/10).

“Dengan temuan bahan baku yang baru-baru ini sebanyak 30 zak, saya perkirakan total aset pabrik itu mencapai Rp 1,5 triliun,” kata Indradi.

Menurut Indradi, Mabes Polri terus menyidik tempat pengolahan sabu di Batu Ampar yang dipergunakan juga sebagai tempat laboratorium pengolahan bahan baku. Selain itu, di kawasan industri Taiwan International Park juga ditemukan 30 zak dengan berat masing-masing sekitar 40 kilogram. …baca selengkapnya »

[SB] Tags : , ,