Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Rabu
29
Okt '08

Kadis Mangkir, Rapat UMK Gagal

Rapat tripartit pembahasan Upah Minimum Kota (UMK) Batam 2009 antara Pemko Batam, perwakilan serikat pekerja dan perwakilan Asosiasi Pengusaha Indonesia Indonesia (Apindo) yang ketiga di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (28/10) kemarin, gagal. Tak satupun kepala dinas yang harusnya memaparkan data-data terkait upah di Batam hadir.
”Saya sangat kecewa atas ketidak hadiran para kadis itu. Kalau begini rapat bisa berlarut-larut,” kata juru bicara Apindo Batam Rafki Rasyid, usai rapat.

Kekecawaan juga diungkapkan perwakilan pekerja. Enam perwakilan serikat pekerja yakni Anto Sujanto dan Agus Sriono dari SPMI, Masmur Silaban dari SBSI, Irfan Hasibuan dan Mulyono dari SPSI mengaku sama-sama kecewa. ”Pemerintah seperti tak serius. Saya minta kepada Wali Kota agar menugaskan para kadisnya hadir dalam rapat pembahasan UMK selanjutnya,” kata Agus Sriono. …baca selengkapnya »

[SB] Tags : , ,
Minggu
19
Okt '08

Satu Paket Cuma Rp 300 Ribu

Bagi Anda yang saat ini sedang membuat dokumen penting seperti ijazah, KTP Siak, Kartu Kuning dan juga Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), ada baiknya mengurusnya sesuai prosedur. Pasalnya, jika ingin jalan ‘’samping’’, dikhawatirkan dokumen tersebut palsu.

Seperti yang berhasil diungkap Satuan Intelkam Poltabes Barelang setelah mengamankan Bahrul Bani (21), Samsul Bahri (22), Armia Ismail (27), Edi Hamidi (27), M Kholik (21) dan Manatap Silaban (22), Jumat (17/10). Keenamnya adalah komplotan pemalsu ijazah, KTP Siak, Kartu Kuning dan juga Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).
Terungkapnya sepak terjang komplotan ini ketika seorang korban bernama Sardini Pane, akan memperpanjang SKCK Jumat kemarin di Mapoltabes Barelang untuk keperluan memperpanjang kontrak kerja . …baca selengkapnya »

[SB] Tags : , ,
Selasa
15
Jul '08

Pekerja Ancam Bongkar Tongkang

Sebanyak 156 karyawan CV Laksana Titah Mulia merasa kesal lantaran gaji mereka dilarikan A Hui, Direktur CV Laksana Titah Mulia. Total uang yang dilarikan mencapai Rp 270 juta. Imbasnya, pekerja mendatangi  PT Cahaya Fortuna Bahari, Tanjunguncang, Senin (14/7). Selama ini CV Laksana Titah Mulia merupakan subcorn di perusahaan galangan kapal ini.

Suasana sempat berlangsung tegang. Pekerja menuntut hak mereka dan mengancam akan berunjukrasa. “Kami hanya menuntut gaji kami untuk dibayarkan. Kalau perusahaan tidak membayar, kami akan melakukan aksi demonstrasi, dan jika perlu membongkar tongkang yang sudah dikerjakan,” ujar Silaban, seorang pekerja.

Ancaman karyawan itu ditanggapi dingin oleh Cipto Handoko, Managing Direktur PT Cahaya Fortuna Bahari. “Kami hanya bisa membayar Rp 91 juta. Itupun sudah saya tambah Rp 50 juta. Kalau melakukan aksi demonstrasi, silakan asal tahu saja itu tindakan kriminal,” ujar Cipto kepada perwakilan karyawan dan membuat suasana pertemuan agak tegang. …baca selengkapnya »

[SB] Tags : , ,
Rabu
14
Nov '07

Karyawan Livatech Kecewa Lagi

Jabatan di Pengalaman Kerja Keliru

Karyawan PT Livatech Elektronik Indonesia kecewa lagi. Surat pengalaman kerja yang dikeluarkan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam beberapa waktu lalu, memuat jabatan yang tidak sesuai dengan jabatan karyawan.

Berharap dapat diperbaiki, karyawan yang mengeluh karena jabatannya salah tulis, mengumpulkan surat pengalaman kerja tesebut. Namun hingga kemarin, Ketua PUK FSPMI Livatech Jhon Mauritz Silaban mengaku belum bisa mengatakan berapa persisnya yang salah tulis itu. ”Anggota kita sedang mengumpulkan,” katanya. …baca selengkapnya »

[SB] Tags : , ,
Sabtu
3
Nov '07

Pembangunan Kompleks Pertokoan Diduga Hasil Pencucian Uang

Tempat Ditemukan Pabrik Sabu

Seluruh harta kekayaan PT Hop Seng Development di Batam terancam disita oleh Mabes Polri, jika para tersangka warga negara Taiwan yang duduk dalam usaha perseroan, tidak bisa membuktikan dana yang dipakai membangun kompleks pertokoan dan kawasan industri bukan hasil pencucian uang (money laundering).

Selain mengusut tuntas kasus pendirian pabrik sabu-sabu yang berhasil ditemukan sudah tujuh lokasi, Mabes Polri juga memeriksa tiga tersangka warga negara Taiwan dengan tuduhan membangun kompleks pertokoan dan kawasan industri di Batam, menggunakan uang hasil kejahatan atas perdagangan barang haram/ narkotika. …baca selengkapnya »

[SB] Tags : , ,
Kamis
1
Nov '07

Polisi Sita Seribu Kilogram Bahan Baku Shabu

Polisi menyita 30 sak atau lebih dari 1.000 kilogram bahan dasar pembuatan shabu di salah satu gudang milik PT Shie Lee Machinery di Batam, Riau Kamis (1/11). Perusahaan perusahaan elektronika milik Taiwan di kawasan industri Taiwan di Kabil, Batam, inidicurigai sebagai salah satu pintu masuk penyeludupan bahan baku shabu.

Tiga warga Taiwan yang terkait dengan bisnis ini tengah diburu tim dari Markas Besar Polri. Mereka adalah Wan Shin, Tsai-tsai Cheng, Lay Yaw Shing. Sementara seorang warga Batam bernama Antoni sedang diperiksa tim dari Mabes Polri.

Sejauh ini polisi belum menyimpulkan tentang kemungkinan bahan baku shabu itu diselundupkan dengan cara mendompleng impor komponen elektronika ke kawasan itu. Sebab, beberapa tersangka menyebutkan, barang disusupkan dari Taiwan mengunakan kapal ikan milik nelayan Thailand. …baca selengkapnya »

[SB] Tags : , ,
'

Ditemukan Lagi Bahan Sabu Rp1,5 T

Penyelidikan polisi dalam kasus pabrik sabu-sabu di Batam memunculkan fakta baru. Apalagi dengan ditemukannya barang bukti baru bahan pembuat sabu -sabusebanyak 29 karung dengan berat satu ton senilai Rp1,5 triliun di kawasan Industri Taiwan International Park, Kabil, Batam.

Jika sebelumnya polisi menyatakan bahan-bahan utama pembuat sabu jenis prekusor berasal dari Taiwan, kini diketahui jika bahan tersebut berasal dari Cina daratan. Bahan itu diselundupkan masuk ke Batam melalui jalur laut. ‘’Jadi diselundupkan tidak diimpor perusahaan resmi,’’ kata Kalakhar Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Made Mangku Pastika  disela-sela seminar tentang narkotika di Hotel Borobudur, Jakarta Rabu (31/10). Prekusor itulah yang kemudian diolah menjadi pseudo ephedrine yang akan disintensis menjadi methamphetamine.

Pseudo ephedrine telah ditemukan polisi di kawasan industri Taiwan International Park, Kabil, Batam, Sabtu pekan lalu. Jumlahnya mencapai 29 karung atau sekitar satu ton bubuk. Setelah prekusor itu diproses menjadi sabu-sabu hasilnya kembali dikirim ke Taiwan dan Cina daratan selain ada yang dipasarkan di Jakarta. ‘’Mungkin karena kita belum punya Undang-undang prekusor,’’ kata Made Mangku. …baca selengkapnya »

[SB] Tags : , ,
'

Polisi Menyita Puluhan Sak Bahan Baku Shabu

Tim Mabes Polri menyita sekitar 30 sak atau lebih dari 1.000 kilogram bahan dasar shabu di salah satu gudang milik PT Shie Lee Machinery di kawasan Kabil, Pulau Batam, Kamis (1/11). PT Shie Lee Machinery merupakan perusahaan perakitan elektronika di kawasan itu.

Tiga warga Taiwan yang tekait dengan bisnis ini tengah diburu polisi yakni Wan Shin, Tsai-tsai Cheng, dan Lay Yaw Shing. Sementara seorang lainnya warga Batam bernama Antoni saat ini diperiksa oleh tim dari Mabes Polri.

Sejauh ini polisi belum dapat menyimpulkan kemungkinan bahan baku shabu diseludupkan dengan mendompleng impor komponen elektronika ke kawasan itu. Sebab beberapa tersangka sebelumnya menyebutkan, sebagian bahan baku shabu diseludupkan dari Taiwan mengunakan kapal ikan milik nelayan Thailand. …baca selengkapnya »

[SB] Tags : , ,
'

Pabrik Sabu di Batam Bernilai Rp 1,5 Triliun

Polisi Juga Selidiki Praktik Pencucian Uang

Nilai investasi pabrik pengolahan sabu, termasuk laboratorium pengolahan bahan baku, yang ditemukan di Batam, diperkirakan mencapai Rp 1,5 triliun. Kepolisian masih mengembangkan temuan itu ke arah tindak pidana pencucian uang. Demikian Direktur IV Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal Polri Brigjen (Pol) Indradi Thanos di Batam, Selasa (31/10).

“Dengan temuan bahan baku yang baru-baru ini sebanyak 30 zak, saya perkirakan total aset pabrik itu mencapai Rp 1,5 triliun,” kata Indradi.

Menurut Indradi, Mabes Polri terus menyidik tempat pengolahan sabu di Batu Ampar yang dipergunakan juga sebagai tempat laboratorium pengolahan bahan baku. Selain itu, di kawasan industri Taiwan International Park juga ditemukan 30 zak dengan berat masing-masing sekitar 40 kilogram. …baca selengkapnya »

[SB] Tags : , ,