- Silaban Brotherhood -
Kakek-kakek Cabuli Bocah 5 Tahun Hingga Pendarahan
Di usia lima tahun, Bunga (nama samaran), tak henti-hentinya dirundung duka. Sudah lah selama ini ia harus bersedih karena terpisah dari ibunya yang mencari nafkah ke Batam, aksi keji BS (80 an), kakek tetangga yang tega memerkosanya hingga pendarahan, menambah pendertiaan panjang baginya.
Beruntung aksi keji itu segera dilaporkan ke Polres Taput oleh nenek korban D Simanungkalit (55), Senin (10/11). Usai membuat laporan bersama ibu kandung korban, kepada METRO D Simanungkalit mengisahkan. Pertengahan Oktober lalu dirinya pergi meninggalkan Bunga dan adiknya di rumah mereka di Desa Sibuntuon Kecamatan Sipoholon, Tapanuli Utara.
D Simanungkalit, kala itu hanya pergi sebentar untuk beribadat ke gereja tak jauh dari rumah mereka. Beberapa saat kemudian, D Simanungkalit pun sudah tiba kembali di rumah. Tapi begitu masuk ke dalam rumah, D Simanung tak melihat Bunga. Yang ada, hanya adik bunga seorang diri. Cari sana sini, Bunga tetap tak ditemukan di dalam rumah.
D Simanungkalit sempat kalut waktu itu. Tapi tak lama kemudian, Bunga tiba-tiba muncul dari arah rumah BS sambil berlari. Melihat cucunya kembali, D Simanungkalit kontan lega. Tapi belum lagi rasa gembiranya sirna, D Simanungkalit sudah kembali bingung. Pasalnya, Bunga tampak sedikit meringis seperti habis menangis.
Sadar ada yang tak beres, D Simanungkalit langsung menggendong Bunga dan menanyakan apa yang dilakukan Bunga di rumah BS. Awalnya Bunga tak mau cerita. D Simanungkalit makin resah. Semula, ia mengira kalau Bunga habis berkelahi dengan cucu BS sewaktu bermain. Tapi alangkah terkejutnya D Simanungkalit begitu melihat celana dalam Bunga sudah berlepotan darah segar.
D Simanungkalit pun kembali mencecar pertanyaan kepada Bunga. Tapi kali ini sudah mengarah pada seputar pendarahan itu. Tak sanggup menjawab, Bunga hanya menangis sesungguhkan. “Aku langsung curiga kalau BS telah menodainya. Kaerna di rumah itu cuma BS laki-laki,” kata D Simanungkalit.
Saat itu, D Simanungkalit pun kalap. Tapi tak tahu harus berbuat apa. Rok yang dikenakan Bunga disingkapnya dan ditelitinya. Bercak darah itu semakin meyakinkan D Simanungkalit kalau cucunya telah dinodai. Tak punya pilihan, D Simanungkalit akhirnya menghubungi T boru Silaban, ibu kandung Bunga yang berada di Batam.
Karena terganjal biaya, kedatangan ibu Bunga baru Sabtu (8/11) lalu. Setelah berembuk keluarga, akhirnya diputuskan kasus itu dilanjutkan ke Polres Taput. Laporan korban tertuang dalam laporan Nomor Pol:STPL/78/XI/2008/SPK/TU diterima oleh Aiptu G Naibaho, Senin (10/11).
Usai memberi laporan, korban, ibunya, D Simanungkalit dan Juru Periksa (Juper) Satreskrim Polres Taput Briptu Sophia Marpaung, tampak bergegas ke Polres Taput untuk visum.
Sumber : (hs) [1] Metro Siantar, Tapanuli Utara
Artikel ini dicetak dari
Silaban Brotherhood: http://www.silaban.net
Diposting oleh Gunawan Silaban pada tanggal 11 November 2008 || Kategori Seputar Silaban
Permalink artikel: http://www.silaban.net/2008/11/11/kakek-kakek-cabuli-bocah-5-tahun-hingga-pendarahan/
URLs in this post:
[1] Metro Siantar, Tapanuli Utara: http://metrosiantar.com/SUMUT/Kakek-kakek_Cabuli_Bocah_5_Tahun_Hingga_Pendarahan
Klik disini untuk mulai mencetak.