Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Kamis
30
Okt '08

Pemilihan Bupati Tapanuli Utara Terancam Diulang


Politisi tidak pernah percaya akan ucapan mereka sendiri, karena itulah mereka sangat terkejut bila rakyat mempercayainya

Pemilihan kepala daerah Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara, terancam diulang. Insiden pembakaran dan perusakan kantor Komisi Pemilihan Umum setempat di Kota Tarutung pada Selasa lalu dianggap bisa menjadi dasar bagi Komisi untuk bertindak.

“Tanpa laporan pun Panitia Pengawas harus proaktif dan menelusuri karena sudah ada ekses (pembakaran),” kata anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum, Wahida Sued, saat ditemui di Medan kemarin.

Wahida menyatakan, bila unsur-unsur untuk pengulangan pemilihan ditemukan, pemilihan kepala daerah di kabupaten yang berjarak 281 kilometer dari Kota Medan itu dapat diulang. “Unsur-unsurnya antara lain adanya pencoblosan ulang yang dilakukan dan pencoblos yang tidak memiliki hak,” ujar Wahida.

Badan Pengawas meminta pihak dan massa pendukung lima pasangan yang kecewa memberikan laporan dengan bukti dan data yang lengkap. Panitia Pengawas juga didesak agar aktif menelusuri.

Salah satu calon bupati yang turut dalam pemilihan, Syamsul Sianturi, kemarin melaporkan dugaan kecurangan pada pelaksanaan pemilihan yang dilangsungkan pada Senin lalu ke Kepolisian Resor Tapanuli. “Terjadi penggelembungan suara dan pemilih saya di Kecamatan Siborong-borong tidak terdaftar,” kata Syamsul.

Berpasangan dengan Frans A. Sihombing, pasangan nomor urut 3 ini diusung Partai Amanat Nasional, Partai Demokrat, PNI Marhaenisme, Partai Damai Sejahtera, dan PNBK. “Kecurangan ini dilakukan secara sistematis oleh perangkat desa yang mendapat perintah dari Bupati. Kami punya bukti.”

Pasangan calon incumbent Torang Lumbantobing-Bangkit P. Silaban dalam hitungan sementara memperoleh suara terbanyak.

Selasa lalu, ratusan orang merusak dan membakar kantor Komisi Pemilihan dan menuntut pemilihan diulang.

“Para pelakunya akan kami tindak tegas,” kata Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara Inspektur Jenderal Nanan Soekarna. Ia meminta semua pihak yang kecewa menempuh jalur hukum.

Sumber : (SOETANA MONANG HASIBUAN | SAHAT SIMATUPANG) Koran Tempo

[SB] Tags : ,


Ada 7 tanggapan untuk artikel “Pemilihan Bupati Tapanuli Utara Terancam Diulang”

  1. Tanggapan Monang:

    dengan bukti2 kecurangan yg ada, sdh sewajarnya pilkada TAPUT harus di ulang dan menurut saya pasangan yg curang tidak boleh ikut untuk putaran selanjutnya spy hal yg sama tidak terulang lagi pd pilkada2 di seluruh Indonesia. Dalam han ini diminta ketegasan dari KPU dan PANWASLU.
    Bupati yg lama tdk lagi pantas memimpin TAPUT utk periode ke2 dgn alasan (buka situs) “http://www.bpk.go.id/doc/hapsem/2007ii/APBD/040_Kab_Tapanuli_Utara_LK.pdf”
    Baca dan cermati pada situs tsb maka anda akan tau kebobrokan bupati yg lama sbg calon bupati No urut 1.

  2. Tanggapan Tongam:

    menurut kau itu ngak pantas…menurut masyarakat taput masi pantas makanya dipilih…klo punya bukti ada kecurangan laporin aja ke jalur hukum….jgn asal bunyi aja komentar mu

  3. Tanggapan Pahala Panajaitan:

    Tindakan emosi, seharusnya tidak perlu merusak fasilits yang sudah kita bangun dengan biaya yang cukup besar. Cukup dengan tindakan aksi orasi atau penolakan pilkada yang sudah dilaksanakan sesuai dengan prosedur hukum apabila terbukti ada kecurangan dalam pelaksanaannya.
    Marilah kita belajar dewasa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, marilah kita tatap hari depan yang akan kita raih pada masa-masa yang akan datang. Jangan sampai terganggu proses yang sedang kita laksanakan / tunggu-tunggu.

  4. Tanggapan sanggam sinambela:

    kalah menang dalam pemilihan adalah hal yang yang wajar, dan harus diterima dengan lapang dada. dan setiap calon bupati/wakil bupati taput juga sudah tau sebelumnya. dan kalau sudah terjadi begini, bagaimana jadinya Tapanuli utara nantinya. kalau semua kandidat tidak mau menerima hasil keputusan (kekalahan) dirinya. dan harapan kami kepada calon bupati/wakil bupati yang kalah dalam pemilihan ini agar dapat menerima keputusan dengan lapang dada, dan tetap mendukung kinerja bupati yang terpilih. karena anda juga sebelumnya sudah mensepakati aksi damai.
    dan perlu kita ketahui bahwa taput selama ini dalam keadaan aman dan terkendali, janganlah karena adanya pemilihan ini taput menjadi terpecah belah.
    dan seperti yang kita ketahui. bahwa apa yang kita perbuat itulah yang akan kita terima. jadi kalau memang anda melakukan kecurangan untuk kepentingan anda, maka yakinlah anda juga akan mendapat hasil yang curang.
    marilah kita koreksi diri kita masing-masing

    horas…….
    maliate

  5. Tanggapan Maludin Sitanggang:

    Dibeberapa daerah tidak ada terjadi keributan tentang pemilihan kepala daerah. Itu adalah akibat tegasnya KPUnya, dimana sebelum pemilihan berlangsung, terlebih dahulu ada komitmen dari calon untuk menerima kekalahan. Sedih juga jika yang bertikai itu DALIHAN NA PITU yaitu namarhula-hula, namardongan tubu, namarboru, namartondong, namardongansahuta, namaraleale, namarpariban. Kalau dipertemuan/pesta, ngomongnya sisada ualon. Kalau boleh ya dibuktikan saja saat seperti ini biar popularitas meningkat. Terimakasih, Horas……

  6. Tanggapan parlindungan:

    itulah kalian para pejabat selalu ingin diatas.yang aku tahu kalau bupti taput yang yang menjadi tauladan adalah bapak re nainggolan .tidak seperti sekarang semuanya karena uang munafik.

  7. Tanggapan pardi nababan:

    yang salah bukan KPU goblok, yang slah ya siapa yang curang itu sendiri, makanya kalau terbukti curang di pengadilan dihukum gantung aja.

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Kerusuhan Pilkada di Taput karena curiga pada “incumbent”
Artikel selanjutnya :
   » » Polres Taput Periksa Demonstran