PROMOSI Danau Toba ke kalangan domestik dan mancanegara yang dilakukan pemerintah selama ini, belum juga berhasil mendongkrak popularitas ikon wisata andalan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tersebut. Malah sebaliknya, objek wisata yang tahun 70-an itu sangat terkenal ke berbagai penjuru, kini mulai mati suri.
Karena kondisi seperti ini, tujuh kabupaten yang mengitari kawasan Danau Toba pun membuat terobosan. Salah satunya, mereka sepakat untuk promosi Danau Toba, pemerintah tidak akan ikut campur, dan menyerahkan sepenuhnya ke pihak swasta profesional.
“Tujuh kabupaten sudah sepakat menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) terkait promosi Danau Toba bahwa objek wisata tersebut akan ditangani sepenuhnya oleh swasta profesional dalam sebuah organisasi bernama Danau Toba Tourism Board (Badan Pariwisata Danau Toba),” ujar Bupati Samosir Ir Mangindar Simbolon pekan lalu di Parapat.
Simbolon menjelaskan, progres mempromosikan Danau Toba oleh tujuh kabupaten, yakni Tobasa, Samosir, Simalungun, Humbang Hasundutan (Humbahas), Dairi, Pakpak Bharat, dan Karo dalam MoU tersebut, akan difokuskan kepada pembangunan industri pariwisata, agribisnis dan perhubungan. Pembangunan tiga bidang yang kerjasamanya menggandeng swasta ini, pendanaannya akan disediakan pemerintah 7 kabupaten, dengan proporsi saham lebih besar pihak pemerintah ketimbang swasta.
Menurut Simbolon, ditempuhnya pola kerjasama seperti ini, karena pemerintah tidak bisa mencari untung secara langsung dalam pengelolaan Danau Toba. Beda dengan swasta, yang diperbolehkan mencari untung dengan mengacu regulasi dan ketentuan yang dibuat pemerintah 7 kabupaten. Terkait eksistensi kelembagaan bernama Danau Toba Tourism Board tersebut, Simbolon mengaku diupayakan akhir 2008 ini sudah lounching, sehingga awal 2009 berbagai program dan masukan yang menjadi progres mempromosikan serta memajukan Danau Toba sudah bisa dijalankan.
Diungkapkan Simbolon pula, untuk lebih mengoptimalkan hasil mempromosikan Danau Toba, pemerintah 7 kabupaten juga sepakat menjalin kerjasama dengan Bali Tourism Board, atau pun Malaysia Tourism Board. “Kerjasama ini ditempuh agar hasil mempromosikan Danau Toba bisa lebih luas jangkauannya, sehingga efek baliknya diharapkan akan signifikan pula,” tukasnya.
JALAN LINGKAR LUAR DANAU TOBA
Di kesempatan tersebut, Simbolon mengutarakan, optimalisasi promosi objek wisatan andalan Sumut tersebut juga akan didorong melalui percepatan realisasi pembangunan jalan lingkar luar Danau Toba (Outer Ring Road Danau Toba/ORRDT).
Rencana pembangunan ORRDT sepanjang 248,53 kilometer dengan estimasi biaya Rp385,3 miliar itu , pada 2006 lalu telah disepakatai antara Pemprov Sumut dengan pemerintah 7 kabupaten. Kesepakatannya, sumber dan komposisi pendanaan ORRDT ini dari APBN (60 persen), APBD Provinsi Sumut (20 persen), dan ABPD tujuh kabupaten (20 persen).
Simbolon menjelaskan, pembangunan ORRDT tersebut merupakan tindak lanjut Deklarasi Kesepakatan Pengelolaan Ekosistem Kawasan Danau Toba (Lake Toba Ecosystem Managemen Plant/LTEMP) yang disepakati di Parapat, Juni 2004 lalu.
Sumber : (Mardiana Chaniago) formatnews – Medan
[SB] Tags : Danau Toba, FormatNewsAda 9 tanggapan untuk artikel “Promosi Danau Toba Gandeng Swasta Profesional”
Silahkan memberikan tanggapan !
Artikel sebelumnya :
» » Aturan soal Upah untuk Kepentingan Siapa?
Artikel selanjutnya :
» » Torang Lumbantobing-Bangkit P Silaban Menang


Pada tanggal 1 November 2008 jam 12:27 pm
Pada tanggal 7 November 2008 jam 10:45 am
Pada tanggal 10 November 2008 jam 3:58 pm
Pada tanggal 15 November 2008 jam 8:36 pm
Pada tanggal 15 Desember 2008 jam 12:57 pm
Pada tanggal 18 Desember 2008 jam 5:20 pm
Pada tanggal 19 Desember 2008 jam 1:15 pm
Pada tanggal 24 Desember 2008 jam 11:14 am
Pada tanggal 2 Januari 2009 jam 1:19 pm