Empat kabupaten di Sumut serentak menggelar pemilihan kepala daerah (pilkada) kemarin.Tidak ada kejutan dalam hasil sementara ini,kecuali koalisi partai guram yang mampu bersaing ketat dengan Golkar di Dairi.
Seperti diprediksi banyak kalangan, para incumbent mendominasi pemilihan di Kabupaten Deliserdang dan Tapanuli Utara (Taput). Di Langkat dan Dairi tidak terjadi demikian lantaran memang tidak ada calon incumbent yang ikut bertarung.MP Tumanggor, Bupati Dairi yang sekarang, tidak lagi berhak ikut pemilihan karena sudah dua periode menjabat.
Demikian pula di Langkat.Selain Syamsul Arifin sudah menjadi Gubernur Sumut, wakilnya Yunus Saragih yang kini menggantikan pun tak ikut ambil bagian. Adalah Amri Tambunan, incumbent yang sementara ini memenangi perolehan suara di Deliserdang.
Bupati tanpa wakil (karena meninggal dunia) yang kembali maju dan memilih berpasangan dengan mantan Kepala Badan Informasi, Komunikasi, dan Telematika (BIKT) Deliserdang Zainuddin Mars ini hingga pukul 21.30 WIB tadi malam sudah meraup 91.960 suara atau sekitar 49,3% dari total 186.373 suara yang berhasil di tabulasi Desk Pilkada Deliserdang.
Total tabulasi tadi malam itu memang baru berkisar 15,8% dari total pemilih di Deliserdang yang mencapai 1.181.807 jiwa. Zainuddin Mars berharap kemenangan ini bukan untuk sementara, melainkan hingga akhir perhitungan.“ Perhitungan Desk Pilkada juga tak berbeda dengan hasil penghitungan kita. Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada masyarakat Deliserdang yang telah memberikan kepercayaan pada kami,” kata Mars kepada SINDO.
Sementara itu, pasangan Tengku Ahmad Thala’a-Satrya Yudha Wibowo (PANTAS) yang diusung koalisi PKS dan tujuh partai politik lainnya berada di posisi kedua dengan perolehan 31.533 suara (16,9 %). Posisi berikutnya ditempati Wagirin Arman- Chairiah Sudjono Giatmo (AMANAH), Ruben Tarigan-Dedy Irwansyah (RUPAWAN), dan Hasaidin Daulay-Putrama (HADIPURA). lihat infografis.
Di posisi kelima hingga delapan ditempati calon-calon perseorangan, yaitu Syaiful- Sugito (SURGO), Rabualam- Rahmat Setia Budi (PRABU), M Supriyanto-Dicky Zulkarnaen (ANDICK), dan Sihabudin-Surya Darma Ginting (KHASS). Menyikapi penghitungan sementara itu, kubu PANTAS mengaku masih tetap optimistis bisa memperoleh kemenangan. “Ini masih penghitungan dini. Jadi belum bisa jadi tolak ukur hasil akhir,” tandas Satrya Yudha Wibowo.
Rasa optimisme ini didasari perolehan di Kecamatan Tanjung Morawa yang berlangsung sangat ketat. “Di Tanjung Morawa suara kami mencapai 20%. Jadi saya yakin ini bisa dua putaran,” ujarnya. Incumbent lainnya yang mengungguli pemilihan adalah Torang Lumban Tobing (Toluto).
Berpasangan dengan Bangkit Silaban, bupati periode 2003–2008 ini untuk sementara berhasil mendulang 48.935 suara. Ini artinya 35,8% dari total 136.681 suara yang ditabulasi hingga tadi malam. Perolehan Toluto- Bangkit Silaban ini agaknya sulit dikejar pasangan lain karena total suara yang sudah ditabulasi mencapai lebih dari 75% dari total 181.120 pemilih yang masuk daftar pemilih tetap (DPT).
Meski begitu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Taput Janpiter Lumbantoruan mengaku belum berani memastikan kemenangan Toluto- Bangkit Silaban. Karena masih ada sekitar 25% suara yang belum masuk ke KPU, kemungkinan pemilihan berlangsung dua putaran juga masih terbuka.
“Kami masih menunggu dari pelosok,”ujarnya di Kantor KPU Taput. Berbeda dengan pengamat politik Dimpos Manalu. Dia lebih berani memastikan Toluto sebagai pemenang Pilkada Taput. “Masyarakat di pelosok masih merupakan pendukung militan Toluto,” katanya. Di Dairi, pemilihan diprediksi bakal berlangsung dua putaran. Prediksi ini disampaikan langsung Ketua KPUD Dairi Pasder Berutu.
“Soalnya, selisih perolehan suara hanya sedikit,” ujarnya tadi malam. Pasder menjelaskan, pasangan Parlemen Sinaga-Budiman Simanjuntak (PADI) yang diusung delapan partai guram untuk sementara unggul dengan 33.710 suara (26,8%). Pasangan ini bersaing ketat dengan jagoan Partai Golkar,yaitu pasangan Jhonny Sitohang-Bungaran Sinaga (JOIN PAS) yang meraih 31.520 suara (25%).
Secara terpisah, Ketua Tim Pemenangan PADI H Sinaga mengatakan hingga pukul 21.45 WIB timnya sudah menabulasi 104.560 suara dari total 181.514 pemilih. Dari angka itu, pasangan PADI meraih 29.930 suara (28.627%),sedangkan pasangan JOIN PAS meraih 26.375 suara (25,22%). “Ini data penghitungan sementara yang baru saja kami kumpulkan dari berita acara penghitungan suara TPS,”paparnya.
Mengingat angka perolehan itu, pihaknya juga memprediksi kuat pemilihan bakal berlangsung dua putaran. Pihaknya juga sudah menyiapkan diri untuk itu.“Kami siap bertarung di putaran kedua, namun harus jujur,” ujarnya. Apalagi beberapa hari sebelum pencoblosan sejumlah timnya sempat mengalami intimidasi dari pihak lawan. “Kalau boleh jujur, hari ini (kemarin) kami sudah pasti menang,”tandasnya.
Di Langkat, hingga tadi malam belum ada data yang dirilis lembaga berkompeten, baik Desk Pilkada maupun KPUD.Namun,dari hasil reportase SINDO di berbagai kecamatan, untuk sementara pasangan Ngongesa Sitepu- Budiono unggul dibanding lima pasangan lain. Perolehan terbesar diraih pasangan Ngongesa Sitepu- Budiono di tempat kelahirannya, yaitu di Kecamatan Selesai dengan 18.000 suara dari 49.472 pemilih tetap.
Suara Ngongesa juga sangat menonjol di Langkat Hulu. Membayang-bayangi di urutan kedua adalah pasangan Naim-Legimun. Pantauan di beberapa lokasi penghitungan suara, misalnya di KPU Langkat dan Kesbang Linmas Langkat, suasana terlihat memanas karena massa pendukung masing- masing calon saling bersikeras. Di Kesbang Linmas lebih parah lagi.
Keributan nyaris tak terkendali lantaran pejabat setempat tibatiba menghentikan penghitungan suara. Hingga pukul 20.30 WIB, suasana mencekam menyelimuti lokasi ini. Untuk membubarkan massa yang sudah menunggu berjam-jam di Kesbang Linmas, Bupati Langkat Yunus Saragih harus turun tangan. Setelah Yunus memberi penjelasan, akhirnya massa membubarkan diri.
Yunus mengatakan, penghitungan suara di Kesbang Linmas hanya untuk dilaporkan kepada dirinya. Jadi hasinnya tidak akan dipublikasikan. “Karenanya, masyarakat sebaiknya memantau penghitungan di PPK (panitia pemilihan kecamatan),” ujarnya. Kemenangan incumbent pada pemilihan di Deliserdang dan Taput dinilai cukup logis oleh sosiolog dari Universitas Sumatera Utara (USU) Henry Sitorus. Calon incumbent dalam setiap pilkada akan selalu menjadi kandidat kuat karena punya waktu panjang dalam pengenalan dan sosialisasi.
“Calon incumbent punya waktu lima tahun dalam pengenalan diri ke masyarakat. Sementara calon lain hanya melakukan sosialisasi menjelang pilkada. Wajar incumbent selalu menang,” papar staf pengejar Departemen Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) USU itu. Meski begitu, tetap ada kelemahan yang bisa dimanfaatkan lawan-lawan dari calon incumbent.
Misalnya,mengaitkan calon incumbent dengan kegagalan dan kelemahan kepemimpinan selama lima tahun. Namun, hal itu jarang bisa dikemas secara baik oleh tim sukses pasangan lain. Kemudian, pola pikir masyarakat yang kurang kritis juga bagian dari indikator keunggulan incumbent. “Masyarakat umumnya hanya memilih berdasarkan siapa yang dikenal, bukan siapa yang terbaik dan bagaimana pola kepemimpinannya,” ujar Henry.
Terkait keunggulan pasangan yang diusung partai nonparlemen dalam Pilkada Dairi, Henry menyebutkan itu bagian dari sikap pilihan masyarakat yang lebih memilih figur dari pada parpol. Sebab, parpol di daerah bukan menjadi sebuah kekuatan dominan yang bisa memobilisasi dukungan. Jika dikaitkan dengan teori ketertarikan sosial,pola pikir masyarakat dalam memilih lebih cenderung melihat background calon yang bisa diidentikkan dengan pemilih sasaran.
Jadi, setiap orang tertarik untuk memilih karena punya garis ikatan yang bisa identik dengan dirinya. “Misalnya, pemilih akan melihat kesamaan apa yang identik antara dirinya dengan calon yang dipilih. Seperti latar belakang suku, agama atau profesi,”tandasnya.
SUmber : Seputar Indonesia & Pemilu Online
Artikel sebelumnya :
» » Pasangan TOBA Berpeluang Besar Menangkan Pilkada Taput Hanya Satu Putaran
Artikel selanjutnya :
» » Horas..Rura Silindung untuk Sementara Pasangan Torang Lumbantobing/Bangkit Parulian Silaban, unggul


Silahkan memberikan tanggapan !