- Silaban Brotherhood -
Satu Paket Cuma Rp 300 Ribu
Bagi Anda yang saat ini sedang membuat dokumen penting seperti ijazah, KTP Siak, Kartu Kuning dan juga Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), ada baiknya mengurusnya sesuai prosedur. Pasalnya, jika ingin jalan ‘’samping’’, dikhawatirkan dokumen tersebut palsu.
Seperti yang berhasil diungkap Satuan Intelkam Poltabes Barelang setelah mengamankan Bahrul Bani (21), Samsul Bahri (22), Armia Ismail (27), Edi Hamidi (27), M Kholik (21) dan Manatap Silaban (22), Jumat (17/10). Keenamnya adalah komplotan pemalsu ijazah, KTP Siak, Kartu Kuning dan juga Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).
Terungkapnya sepak terjang komplotan ini ketika seorang korban bernama Sardini Pane, akan memperpanjang SKCK Jumat kemarin di Mapoltabes Barelang untuk keperluan memperpanjang kontrak kerja .
Setelah diteliti ternyata SKCK tersebut palsu alias bukan keluaran Poltabes Barelang. Berbekal informasi dari Sardini itu polisi berhasil mengendus komplotan yang bermarkas di Perumahan Legenda tersebut. Sekitar pukul 22.00 WIB polisi berhasil menangkap semua pelaku di beberapa lokasi.
Seorang pelaku Bahrul mengatakan ia mendapat ide membuat dokumen palsu tersebut karena ketika akan melamar pekerjaan, sebuah perusahaan mengatakan KTP yang ia bawa palsu. Merasa penasaran akhirnya ia browsing di internet tentang pembuatan dokumen tersebut.
“Saya lihat-lihat di internet, kemudian saya mulai coba-coba scan,” ujar Bahrul. Setelah itu ia mulai merekrut beberapa temannya yang lain. Samsul sebagai pencari pelanggan, Armia sebagai pembantu, Edi sebagai perantara yang membawa dokumen dari Samsul kepada Bahrul, Kholik bertugas memprinter dokumen, dan juga Manatap.
Komplotan ini sudah beroperasi sejak pertengahan Mei Lalu. Selama lima bulan beroperasi mereka mengaku sudah mencetak puluhan KTP Siak, Ijazah, kartu Kuning dan juga SKCK. Mereka mengaku sulitnya mencari pekerjaan menjadi alasan mereka membuat dokumen palsu tersebut.
Setiap kali mencetak satu paket dokumen berupa SKCK, KTP Siak, Kartu Kuning dan juga ijazah, komplotan ini mematok harga Rp 300 ribu. Para pelanggan mereka tidak mengetahui bahwa dokumen tersebut adalah palsu.
“Kalau dilihat lebih teliti memang berbeda (SKCK, Ijazah, Kartu Kuning dan KTP Siak), tetapi harus ada pembandingnya untuk bisa melihat lebih jelas perbedaannya.Masyarakat awam kan belum tentu bisa melihat perbedaannya,” ujar Kapoltabes Barelang Kombes Slamet Riyanto, Sabtu (18/10).
Slamet berharap masyarakat bila akan mengurus surat-surat harap datang langsung ke kantor yang bersangkutan. Seperti mengurus SKCK, diharapkan datang langsung ke Poltabes karena untuk pengurusan SKCK pemohon harus melakukan sidik jari.
“Demi keamanan dan juga nama baik Batam, sebaiknya bila akan mengurus surat-surat datang langsung ke instansi terkait. Jangan melalui perantara ataupun calo, karena nantinya masyarakat juga yang akan dirugikan,” ujar Slamet.
Slamet juga mengatakan sindikat pemalsuan seperti ini yang menjadikan Batam sebagai surga bagi pendatang baru. Karena hanya dengan uang Rp 300 ribu mereka sudah dapat menjadi warga Batam meskipun dengan KTP palsu.(opi)
Palsukan Tanda Tangan Kasat Intelkam
Bila dilihat sekilas tidak terdapat perbedaan antara dokumen yang asli dengan yang dibuat oleh komplotan tersebut. Namun bila diteliti lebih lanjut akan dapat terlihat perbedaannya, namun untuk lebih jelasnya memang harus ada pembanding antara yang asli dan yang buatan Bahrul cs.
Seperti Kartu Kuning buatan Bahrul, terlihat warna kuningnya lebih terang dibandingkan dengan Kartu Kuning asli keluaran Dinas Tenaga Kerja. Photo pemilik Kartu Kuning juga bukan photo asli, melainkan photo hasiln scan. Begitu juga dengan KTP Siak.
SKCK produksi Bahrul juga sebenarnya tidak jauh berbeda dengan keluaran Poltabes Barelang. Namun warna tulisan Intelkam pada dasar kertas berbeda, begitu juga dengan photo pemilik SKCK tersebut yang hasil dari scan.
Untuk lebih meyakinkan lagi, tandangan Kasat Intelkam Kompol Hendrawan juga turut dipalsukan. “Sekilas memang sama dengan tanda tangan saya, tapi huruf A-nya beda,” ujar Hendrawan.
Komplotan itu juga memalsukan stempel Poltabes Barelang yang digunakan untuk SKCK. Bila diteliti lebih seksama terlihat lambang Tribrata yang tertera pada stempel palsu berbeda dengan lambang Tribrata dengan stempel yang asli.
Perbedaan mencolok terlihat dari blangko ijazah palsu yang dibuat oleh Bahrul cs. Terlihat kertas yang digunakan berbeda dengan kertas ijazah asli yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional. Kertas palsu lebih tipis, lambang garudanya juga berbeda.
Untuk memperlancar aksinya tersebut komplotan ini menyiapkan alat-alat yang digunakan yang kemudian disita oleh polisi sebagai bahan bukti. Alat yang disita antara lain, blangko ijasah kosong, satu unit komputer, satu unit flashdisk, 13 KTP Siak Batam, enam kartu kuning, stempel Poltabes Barelang, Stempel SMAN 1 Indragiri Hilir, Stempel Diknas Makasar, Stempel Depnaker Batam, Stempel UAN, Stempel eksekutif tarbsport AKZAL, stempel tanggal, bulan dan tahun, bantalan tinta, satu rim kertas HVS dan satu rim kertas A4. Selain itu turut pula disita lima unit hp, uang Rp 1.381.000.
Sumber : (opi) [1] Tribun Batam, Batam
Artikel ini dicetak dari
Silaban Brotherhood: http://www.silaban.net
Diposting oleh Charly Silaban pada tanggal 19 Oktober 2008 || Kategori Seputar Silaban
Permalink artikel: http://www.silaban.net/2008/10/19/satu-paket-cuma-rp-300-ribu/
URLs in this post:
[1] Tribun Batam, Batam: http://tribunbatam.co.id/index.php/batam-centre/satu-paket-cuma-rp-300-ribu
Klik disini untuk mulai mencetak.