Tak semua pemudik sudah sukses tiba di kampung halamannya. Puluhan pemudik masih harus mengantre di Pelabuhan Gilimanuk ke Ketapang, Jawa Timur. Mereka pun terpaksa menjalani malam takbiran sambil mengantre menyeberangi pulau.
Petugas pelabuhan di penghujung barat Pulau Dewata itu mengatakan, antrean antara tiga sampai empat bus dan sejumlah kendaraan pribadi lainnya, masih saja terjadi di dermaga Pelabuhan Gilimanuk pada Selasa (30/9) malam.
“Antrean terjadi karena bus-bus yang datang itu tidak langsung dapat terlayani kapal yang harus masuk ke dermaga secara bergantian,” kata petugas yang tak bersedia disebutkan namanya.
Manajer Operasi PT ASDP Pelabuhan Gilimanuk Ospar Silaban mengakui kalau hingga tibanya malam takbiran masih saja terjadi antrean kendaraan di pelabuhan. Alhasil, para penumpangnya harus takbiran di pelabuhan.
“Namun demikian, antrean yang timbul kali ini tidak separah hari-hari sebelumnya. Waktu itu barisan mobil sampai jauh memanjang ke luar kawasan pelabuhan. Sedangkan penyeberangan sebaliknya dari Ketapang ke Gilimanuk sama sekali tidak mengalami hambatan apa-apa. Semuanya berjalan lancar,” kata Ospar.
Dijelaskan dia, kondisi penyeberangan di Selat Bali tidak lagi mengalami antrean yang cukup panjang sejak H-2 Lebaran. Ini terjadi selain karena arus pemudik mulai menyusut tajam, juga kondisi cuaca yang cukup memungkinkan.
“Sejak kemarin gelombang laut dan cuaca sangat mendukung, sehingga seluruh kapal yang disiagakan dapat dioperasikan tanpa hambatan,” ujarnya.
Menurut Ospar, puncak arus mudik terjadi pada H-3 yakni Minggu 28 September 2008 dengan 30.535 penumpang menyeberang dari Pelabuhan Gilimanuk ke Ketapang. Penumpang sebanyak itu tercatat diangkut 1.473 kendaraan roda empat berbagai jenis dan 7.646 sepeda motor.
Sumber : [*/L3] INILAH.COM, Denpasar
[SB] Tags : Denpasar, Inilah.Com, Ospar Silaban SHArtikel sebelumnya :
» » Reverse Idul Fitri travelers’ flows expected at weekend
Artikel selanjutnya :
» » Ratusan Ribu Orang Tinggalkan Bali


Silahkan memberikan tanggapan !