Lantaran tidak diperbolehkan masuk Pelabuhan Gilimanuk, puluhan tukang ojek yang biasa mangkal di Pelabuhan Gilimanuk melakukan aksi demo di depan Kantor ASDP Gilimanuk, Rabu (24/9).
Puluhan tukang ojek ini tiba-tiba datang dengan berjalan dari arah pos pemeriksaan KTP lalu kemudian merusak beberapa pagar pembatas yang sengaja ditaruh untuk menutup akses para tukang ojek keluar masuk areal pelabuhan.
Kedatangan mereka yang serba tiba-tiba ini sempat membuat kaget para petugas yang sibuk mengatur arus mudik. Sambil berteriak mereka meminta bertemu dengan Manajer Operasional ASDP, Ospar Silaban.
Koordinator aksi, Joni mengatakan aksi ini dilakukan lantaran mereka tidak puas dengan kebijakan ASDP Gilimanuk yang melarang mereka mencari muatan di areal pelabuhan. “Kami juga dituntut kebutuhan keluarga untuk mendapatkan nafkah menjelang hari raya” ujarnya.
Menurut Joni, kebijakan ASDP yang melarang mereka beroperasi di pelabuhan, memangkas penghasilan mereka.
Penutupan kawasan pelabuhan dari ojek ini memang sudah dilakukan sejak Agustus lalu, dan seluruh petugas ASDP diinstruksikan untuk menertibkan dan melarang kendaraan masuk ke areal pelabuhan kecuali pengguna jasa demi peningkatan pelayanan saat kenaikan tarif penyeberangan.
Sumber : (dey) BeritaBali.Com, Gilimanuk
[SB] Tags : BeritaBali.Com, Gilimanuk, Ospar Silaban SHArtikel sebelumnya :
» » Linggom Tambunan Diancam Hukuman Mati
Artikel selanjutnya :
» » Pemkab dan DPRD Samosir Serahkan Dukungan Protap Kepada Tim DPOD Depdagri


Silahkan memberikan tanggapan !