- Silaban Brotherhood -
Rahmat Gobel Jadi Komisaris Indosat
Rahmat Gobel saat ini menjadi bagian dari perusahaan jasa operator telekomunikasi, PT Indosat (Persero) Tbk. Dia menduduki posisi komisaris, pasca rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB).
RUPSLB itu sendiri digelar pada Senin (25/8), dengan agenda perombakan jajaran komisaris dan direksi. Tetapi, akhirnya rapat memutuskan untuk tidak merombak jajaran direksi. Johnny Swandi Sjam masih tetap menjabat sebagai direktur utama.
Pengusaha Gobel, sebelumnya memang sudah melakukan sinergi dengan pihak Qatar Telecom (Qtel), setelah akuisisi saham dengan kode perdagangan ISAT itu.
Indosat melakukan pergantian komisaris dari perwakilan STT melalui RUPSLB. Sehingga komposisi jajaran komisaris meliputi, komisaris utama dijabat oleh H.E Sheikh Abdullah bin Mohammed bin Saud Al Thani yang merupakan Chairman of Board dari Qatar Telecom.
Jajaran komisaris yang baru, meliputi, Nasser Marafih (CEO Qtel), Rahmat Gobel (wakil pimpinan Kadin dan Chairman PT Gobel Indonesia), Michael Latimer sebagai komisaris independen yang merupakan executive vice president di Orange.
Komisaris yang diangkat itu menggantikan Komisaris Utama Peter Seah Lim Huat. Komisaris Sio Tat Hiang dan Sum Soon Lim serta komisaris independen Lim Ah Doo.
Sedangkan komisaris yang tidak mengalami perubahan adalah Setyanto P Santosa, Soeprapto, Jarman, Rionald Silaban, dan George Thia Teng Heok.
Pembelian Kembali
Sementara itu, Indosat juga akan melakukan pembelian kembali obligasi (buy back bond) senilai 550 juta dolar AS terkait pergantian pemegang saham di perusahaan.
Dirut Indosat Johnny Swandi Sjam, usai RUPSLB, di Jakarta, kemarin mengatakan pihaknya akan menawarkan buy back bond kepada pemegang obligasi.
Sebelumnya, Qtel pada Juni 2008 telah mengambilalih 100 persen saham Indonesia Communication Limited (ICL) dari Asian Mobile Holding (AMH) anak perusahaan STT yang menguasai 40,8 persen saham Indosat senilai Rp 16,2 triliun.
Menurut Johnny, seiring berubahnya struktur pemegang saham Indosat dimungkinkan bagi perusahaan untuk melakukan buy back obligasi.
Johnny menyebutkan, adapun pelaksanaan atas aksi korporasi tersebut akan diputuskan pada 18 September 2008. “Dengan sumber pendanaan antara lain dari internal perusahaan,” kata Johnny.
Dia juga menjamin bahwa program buy back tersebut tidak akan mengganggu kemampuan perusahaan menyediakan investasi barang modal (capex) tahun 2008 sebesar 1,2 miliar dolar AS.
Sumber : (Sabpri Piliang) [1] Suara Karya, Jakarta
Artikel ini dicetak dari
Silaban Brotherhood: http://www.silaban.net
Diposting oleh Gunawan Silaban pada tanggal 26 Agustus 2008 || Kategori Seputar Silaban
Permalink artikel: http://www.silaban.net/2008/08/26/rahmat-gobel-jadi-komisaris-indosat/
URLs in this post:
[1] Suara Karya, Jakarta: http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=207718
Klik disini untuk mulai mencetak.