- Silaban Brotherhood -

Indosat Siapkan “Buyback” Obligasi US$ 550 Juta

PT Indosat Tbk (ISAT) berencana melakukan pembelian kembali obligasi senilai US$ 550 juta terkait adanya perubahan pemegang saham sebagai pengendali perseroan.

Direktur Utama Indosat Jhonny Swandi Sjam menyatakan, pihaknya akan menawarkan buyback kepada pemegang obligasi. “Total obligasi yang akan kami buyback sekitar US$ 550 juta,” ujarnya seusai RUPSLB di kantor Indosat, Senin (25/8).
Menurutnya, pembelian kembali obligasi tersebut karena adanya perubahan pemegang saham pengendali ISAT, yang sebelumnya dipegang STT telah diambil alih Qatar Telecom (Qtel). Sebelumnya diketahui Qtel pada Juni 2008 mengambil alih 100 persen saham Indonesia Communication Limited (ICL) dari Asian Mobile Holding (AMH) anak perusahaan STT yang menguasai 40,8 persen saham Indosat senilai Rp 16,2 triliun.

“Dengan adanya perubahan tersebut, kami memberikan opsi bagi pemegang obligasi Indosat untuk dibeli kembali jika mereka ingin menjual, terkait masuknya Qtel dalam perseroan,” jelas Jhonny. Namun demikian, lanjut dia, jumlah persis obligasi yang akan dibeli kembali masih menunggu masukan para pemegang obligasi ISAT. “Due date-nya berakhir 16 September 2008. Saat itu baru dapat kami ketahui berapa yang akan kami beli kembali,” tambahnya Jhonny.

Oleh karena angka pastinya belum diperoleh, kata dia, perusahaan belum dapat memberikan kepastian mengenai dana yang dipersiapkan dalam rencana tersebut. “Intinya, kami siap membeli seluruh obligasi tersebut jika pemegang obligasi memang seluruhnya akan menjual,” ujar Jhonny.
Mengenai pendanaan, jelasnya, akan menggunakan kombinasi kas internal dan pinjaman bank. “Pastinya kombinasi kas internal dan pinjaman bank. Kami kan baru saja memperoleh pinjaman sebesar US$ 400 juta beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Ganti Komisaris
Pergantian sejumlah komisaris di PT Indosat Tbk merupakan langkah kompromi antara pemerintah dan Qatar Telecom (Qtel). Pemerintah menyetujui penempatan wakil-wakil Qtel karena saat ini permasalahan Indosat sedang dalam proses hukum di Mahkamah Agung (MA).

“Pergantian komisaris ini merupakan bentuk kompromi pemerintah dan Qtel terpaksa harus menerimanya,” kata Ekonom Indef Ikhsan Modjo, Senin (25/8) malam. Qtel tidak bisa menempatkan wakil-wakil di jajaran direksi karena keberadaan mereka belum final. Jika keputusan MA nanti memenangkan KPPU maka segala sesuatu bisa mental kembali.
Lebih jauh, pengamat Tim Indonesia Bangkit Ichsanuddin Noorsy mengatakan perpindahan pemegang saham hanya merupakan pengalihan surplus ekonomi nasional kepada swasta sehingga sama sekali tidak berpihak pada publik. Keuntungan yang semula diboyong STT (Temasek) sekarang menjadi pemilik baru yang berkolaborasi dengan pengusaha nasional.

“Pemerintah tetap gagal memahami dan memosisikan sebagai pelaksana konstitusi yang seharusnya bertanggung jawab pada penguasaan sektor strategis,” tandasnya.
Dalam RUPSLB kemarin, pengusaha Rahmat Gobel masuk dalam jajaran komisaris PT Indosat Tbk pasca-masuknya Qatar Telecom ke perusahaan telekomunikasi itu. Gobel belakangan memang melakukan sinergi dengan pihak Qtel.

Di posisi teratas sebagai komisaris utama ditempati HE Sheikh Abdullah bin Mohammed bin Saud Al Thani yang merupakan Chairman of Board dari Qatar Telecom. Jajaran komisaris lengkap yang baru adalah Nasser Marafih (CEO Qtel), Rahmat Gobel (wakil pimpinan Kadin dan Chairman PT Gobel Indonesia), Michael Latimer sebagai komisaris independen yang merupakan executive vice president di Orange.

Komisaris yang diangkat itu menggantikan Komisaris Utama Peter Seah Lim Huat dan sejumlah komisaris lain dari STT. Sio Tat Hiang, Sum Soon Lim, dan Lim Ah Doo terdepak dari Indosat pasca masuknya Qtel.
Komisaris yang tidak mengalami perubahan adalah Setyanto P Santosa, Soeprapto, Jarman, Rionald Silaban, dan George Thia Teng Heok. Jajaran direksi tidak ada yang mengalami perubahan.

Sumber : (Ellen Piri/Sigit Wibowo) [1] Sinar Harapan



Artikel ini dicetak dari Silaban Brotherhood: http://www.silaban.net

Diposting oleh Charly Silaban  pada tanggal 26 Agustus 2008  || Kategori Seputar Silaban

Permalink artikel: http://www.silaban.net/2008/08/26/indosat-siapkan-buyback-obligasi-us-550-juta/

URLs in this post:
[1] Sinar Harapan: http://www.sinarharapan.co.id/berita/0808/26/uang02.html

Klik disini untuk mulai mencetak.