- Silaban Brotherhood -
Indosat Ganti Komisaris , Asal STT Tersisa Satu Orang
Pemegang saham PT Indosat Tbk (ISAT) memutuskan penggantian empat komisaris yang berasal dari Singapore Technologies Telemedia (STT), serta menyisakan komisaris yaitu George Thia Peng Heok.
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Senin (25/8), memutuskan penggantian wakil STT terkait masuknya Qatar Telecom (Qtel) sebagai pemegang saham mayoritas di perusahaan itu. RUPSLB yang dihadiri 86,95 persen pemegang saham menyetujui penggantian Peter Seah Lim Huat (Komisaris Utama), dan komisaris terdiri atas Sio Tat Hiang, Sum Soon Lim, dan Lim Ah Doo.
Sebagai penggantinya, pemegang saham menunjuk Sheikh Abdullah Bin Mohammed Bin Saud Al Thani sebagai Komisaris Utama, dengan tiga anggota komisaris yaitu Nasser Marafih, Rachmat Gobel, dan Michael Latimer (komisaris independen). Selain itu, RUPS juga mempertahankan komisaris lainnya, Jarman, Rionald Silaban, Setyanto P Santosa, Soeprato, George Thia Peng Heok.
RUPSLB juga memutuskan tidak merombak susunan direksi, baik wakil STT maupun wakil pemerintah. Saat ini, susunan direksi yang masih merupakan STT yaitu Kaizad B. Heerjee (Deputy President Director), Wong Heang Tuck (Direktur Finance), Roy Kanan (Direktur Information Technology), dan Raymond Tan (Direktur Network).
Sedangkan direksi wakil pemerintah yaitu Johnny Swandi Sjam (Presiden Direktur), Wahyu Wijayadi (Direktur Corporate Services), Guntur S. Siboro (Direktur Marketing), Fadzri Sentosa (Direktur Jabotabek & Corporate Sales), Syakieb Sungkar ( Direktur Regional Sales).
Menurut Dirut Indosat Johnny Swandi Sjam, keputusan pemegang saham tidak mengganti direksi karena perusahaan dalam proses tender offer saham Indosat. “Hingga kini, manajemen belum menerima surat untuk penyelenggaran RUPSLB berikutnya,” kata Johnny.
Agenda pergantian komisaris setelah Qtel pada Juni 2008 mengambil alih 100 persen saham Indonesia Communication Limited (ICL) dari Asian Mobile Holding (AMH), anak perusahaan STT yang menguasai 40,8 persen saham Indosat senilai Rp 16,2 triliun.
Imbas Negatif
Menurut pengamat ekonomi dari Indef, Fadhil Hasan, masih terdapatnya komisaris asal STT dapat memberikan nilai negatif terhadap psikologi publik. Ia berpendapat Qtel sebagai pemegang saham mayoritas seharusnya berani bersikap dengan mengganti wakil STT dengan figur dari luar STT.
“Kita tidak tahu deal apa antara Qtel dengan STT ketika mengambilalih saham tersebut.
Tetapi itu adalah bisnis, dan tidak ada aturan yang mengaruskan mengganti komisaris atau direksi,” katanya.
Desakan agar wakil dari STT digeser dari susunan direksi dan komisaris juga disampaikan Serikat Pekerja Indosat. Ketua Serikat Pekerja Indosat Yoan Hardi mengatakan, Indosat seharusnya dibersihkan dari unsur STT, sehingga memberi iklim yang lebih kondusif di internal perusahaan.
Sementara itu, Indosat Tbk (ISAT) akan melakukan pembelian kembali (buyback) obligasi senilai 550 juta dolar AS, terkait pergantian pemegang saham di perusahaan. “Kita akan menawarkan buyback kepada pemegang obligasi,” kata Johnny.
Seiring berubahnya struktur pemegang saham Indosat, dimungkinkan bagi perusahaan melakukan buyback obligasi. “Pelaksanaanya akan diputuskan pada 18 September 2008, dengan sumber pendanaan antara lain dari internal perusahaan,” katanya, seraya menjamin program itu tidak akan mengganggu kemampuan perusahaan menyediakan investasi barang modal (capex) 1,2 miliar dolar AS.
Sumber : (jbp/ewa) [1] Surya Online, Jakarta
Artikel ini dicetak dari
Silaban Brotherhood: http://www.silaban.net
Diposting oleh Charly Silaban pada tanggal 26 Agustus 2008 || Kategori Seputar Silaban
Permalink artikel: http://www.silaban.net/2008/08/26/indosat-ganti-komisaris-asal-stt-tersisa-satu-orang/
URLs in this post:
[1] Surya Online, Jakarta: http://www.surya.co.id/web/Ekonomi-Bisnis/Indosat-Ganti-Komisaris-Asal-STT-Tersisa-Satu-Orang.html
Klik disini untuk mulai mencetak.