- Silaban Brotherhood -

Car Free Day - Pengguna Jalan Terjebak Macet

Maksud hati mengurangi polusi. Tapi karena kurang sosialisasi, kemacetan malah terjadi. Begitulah yang terjadi pada pelaksanaan perdana Car Free Day oleh Pemerintah Kota Surabaya di jalan Raya Darmo, Minggu (24/8).

Kemacetan di kawasan Jl Polisi Istimewa terjadi bermula saat pengguna jalan dari kawasan timur yang ingin menghindari penutupan jalan memilih melintas Jl Polisi Istimewa untuk “menyeberang” ke arah barat. Begitu masuk memang aman karena memang tak ada rambu, tapi sesampai di depan Katedral, petugas satpam melarang melintas kawasan itu dengan alasan Jl Raya Darmo ditutup dan meminta pengguna jalan memutar balik. Kemacetan terus bertambah karena di ujung Jl Polisi Istimewa dari Dinoyo tidak dipasang penutup jalan sehingga pengendara mengira jalanan ini bebas dilalui. “Padahal saya sudah keburu harus ke kawasan Mayjen Sungkono. Mestinya lewat Polisi Istimewa kan aman karena bisa langsung ke Jl Dr Soetomo, tanpa lewat Raya Darmo. Herannya kok malah sama Satpam Katedral disuruh mbalik. Kita ini nggak mau ke Darmo,” ujar seorang pengendara sambil nggerundel.

Sesuai dengan rencana dalam pelaksanaan car free day itu hanya sepeda angin yang bisa melintasi jalan Raya Darmo untuk sisi timur mulai Jl Dr Soetomo hingga Masjid Al Falah. Sementara untuk mobil dan sepeda motor dialihkan ke jalan lain.

Sejak pagi polisi, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP berjaga di setiap simpul jalan yang menuju ke jalan Raya Darmo. Petugas itu memasang tanda larangan masuk di tiap jalan yang menuju ke Raya Darmo. Car free day yang digelar satu hari ini dimulai pukul 06.00 dan berakhir pukul 12.00.

Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Surabaya, Togar Silaban, mengatakan, meski hanya enam jam tanpa kendaraan, diharapkan kampanye ini bisa meningkatkan kualitas hidup dan masyarakat bisa ikut membantu melestarikan udara bersih dan sehat.

Meski program ini terlihat nyata berhasil membuat Raya Darmo bebas dari kemacetan, namun sayangnya –karena banyak warga yang belum tahu program itu– jalan-jalan lain menjadi macet. Di antaranya Raya Diponegoro dan Dinoyo kendaraan-kendaraan terpaksa pada merayap. Simpul kemacetan tak hanya terjadi antara jalan Polisi Istimewa-Dinoyo, tapi juga di Jl Karimunjawa. Pasalnya, hari ini memang banyak sekali kegiatan yang dilakukan di tengah kota, baik Taman Surya, Grahadi hingga Tugu Pahlawan. Sehingga, sejak pagi hari warga kota Surabaya telah ke luar rumah memadati jalan raya.

Namun di sisi lain, warga yang ingin bersepeda santai atau jalan-jalan di Raya Darmo menjadi lebih bebas beraktivitas. Bahkan pada pagi tadi tampak beberapa kelompok anak bermain bola kaki dan bulutangkis di sekitar Masjid Al Falah.

Rencananya, program car free day akan dilaksanakan sekali seminggu. Namun melihat akibatnya, keefektifan program ini agaknya patut dikaji kembali. Apalagi, berdasarkan data Dinas Perhubungan, pertumbuhan kendaraan roda empat mencapai 9% setiap tahunnya. Sedangkan roda dua sebanyak 23%. Hingga saat ini jumlah kendaraan roda empat di Surabaya sebanyak 219 ribu unit dan roda dua terdapat 930 ribu unit.

Sumber : (dya) [1] Surabaya Post, Surabaya



Artikel ini dicetak dari Silaban Brotherhood: http://www.silaban.net

Diposting oleh Charly Silaban  pada tanggal 24 Agustus 2008  || Kategori Seputar Silaban

Permalink artikel: http://www.silaban.net/2008/08/24/car-free-day-pengguna-jalan-terjebak-macet/

URLs in this post:
[1] Surabaya Post, Surabaya: http://www.surabayapost.info/detail.php?cat=3&id=81721

Klik disini untuk mulai mencetak.