Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Sabtu
23
Agt '08

Peneliti Jerman Alihkan Tulisan Latin ke Aksara Batak


Politisi tidak pernah percaya akan ucapan mereka sendiri, karena itulah mereka sangat terkejut bila rakyat mempercayainya

Peneliti berkebangsaan Jerman, Prof. Dr. Uli Kozok melakukan transliterasi atau alih aksara dari tulisan huruf Latin menjadi aksara Batak Toba dalam sistem komputerisasi.

Peluncuran program transliterasi itu dilakukan di Universitas Sisingamangaraja XII yang dihadiri Gubernur Sumut H. Syamsul Arifin, para pemerhati, budayawan Batak serta akademisi di Medan, Sabtu.

Peneliti aksara Batak dari Universitas Hawaii itu mengatakan, transliterasi itu dilakukan sebagai bentuk perpaduan antara tradisi dan teknologi untuk melestarikan salah satu kekayaan warisan budaya Indonesia.

“Program ini dapat dilihat lansung di internet dengan situs www.transtoba2.seige.net dalam tiga bahasa, yakni Indonesia dan dua bahasa asing yakni Inggris dan Jerman secara cuma-cuma,” ujarnya.

Aksara Batak, menurut dia, bukan merupakan abjad murni (abjad latin, red) melainkan sebuah abugida sehingga tidak dapat digunakan tanpa mengetahui masksud dari aksara itu.

Penelitian itu sendiri telah ia lakukan selama 27 tahun lebih dan membandingkan aksara-aksara lain di tanah air seperti aksara Kerinci, Rejang, Lampung, Lebak, Serawai dan Bugis.

“Mulanya aksara Batak ini untuk kepentingan saya sendiri sebagai seorang ilmuan dalam menyelesaikan makalah ilmiah. Setelah itu saya memikirkan bagaimana bisa berguna bagi masyarakat dunia karena sebagaian besar aksara Batak ada di luar Indonesia,” jelas dia.

Sementara itu, Ketua Yayasan Sisingamangaraja XII, GM Panggabean, berharap generasi muda suku Batak bisa mempelajari aksara Batak sebagai bentuk pelestarian budaya bangsa.

“Budaya itu menunjukkan jati diri kita, kalau kita kaya hebat tapi memakai budaya asing buat apa. Kita boleh menyerap teknologi, ilmu pengetahuan modern, tapi kita tidak boleh lupa siapa diri kita dan dari mana asal kita,” ujarnya.

Sumber : ANTARA News, Medan

[SB] Tags : ,


Ada 2 tanggapan untuk artikel “Peneliti Jerman Alihkan Tulisan Latin ke Aksara Batak”

  1. Tanggapan Frikelly Silaban:

    Jika program ini benar benar terlaksana, sangat2 bagus sekali. karena pada jaman sekarang yaitu pada era millenium yang kita sebut juga sebagai era komputerisasi seluruh kegiatan menggunakan komputer. baik itu di industri/pabrik, ekonomi (belanja), informasi (berita) semua sudah menggunakan komputer. sehingga jika program aksara batak bisa dimasukkan dalam komputer artinya warga batak semakin mudah untuk mempelajari atau mudah memahami program komputer. Jika kita sudah dengat cepat mempelajarinya, sehingga pengembangannya pun akan semakin gampang dan saya pikir akan banyak muncul programmer programmer batak yang handal. kita ambil contoh: China cepat maju dalam hal elektronik dan ekonomi atau pun yang lain adalah salah satu karena mereka sudah membuat program komputer dalam bahasa sendiri sampai program untuk pemakaian Telepon genggam pun mereka sudah punya. Jadi kalau bisa program Aksara Batak dimasukkan ke program Komputer itu ditelusuri dan dilanjutkan.
    Horas

  2. Tanggapan K.S.Turnip:

    Aku tertarik dengan berita ini, dan sepertinya Prof. Dr. Uli Kozok tidak asing lagi ditelinga saya dan hubungannya dengan Aksara Batak. Tetapi kok seorang Jerman bisa tau sangat dalam mengenai Aksara Batak, sedangkan kita “anak ni halak Batak” nggak ada yang mendalami hal ini?
    Saya jadi penasaran, dan ingin sekali belajar aksara ini secara lebih dalam. Saya orang yang sedikit rugi karena lahir dan besar ditanah yang sudah agak asing hingga pelajaran bahasa daerah sudah tidak masuk kurikulum. Sedangkan teman sebaya saya dulu karena SD-SMP nya di Samosir, mereka beruntung masih mengecap pelajaran Bahasa Daerah yang mempelajari “Aksara Batak”.
    Bagi rekan rekan atau orang tua yang membaca artikel ini jika ada yang bersedia memberikan pelajaran Aksara ini saya sangat berterimakasih dan berminat untuk mendalami supaya aksara kita ini tidak punah. Adakah yang mengerti betul aksara ini yang tinggal disekitar Jakarta Timur-Bekasi?
    Mauliate Godang.

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Car Free Day Jl. Raya Darmo Ditutup
Artikel selanjutnya :
   » » Hari Ini Start Car Free Day