- Silaban Brotherhood -
Pembangunan Kawasan Labuan Angin Akan Memecahkan Permasalahan di Kawasan Pantai Barat Sumut
Dansional Sibolga Letkol Laut (P) Satria Wijaya SSos menegaskan, masalah pembangunan Labuan Angin tidak menjadi bahan yang harus diperdebatkan, apalagi harus dicurigai secara berlebihan oleh pihak-pihak tertentu, sebab Labuan Angin adalah konsep yang luar biasa yang pernah ada di Sumut. Sebab dengan dibangunnya kawasan Labuhan Angin, maka permasalahan yang ada di kawasan Pantai Barat Sumut dengan sendirinya akan dapat terpecahkan, termasuk masalah kemiskinan dan ketertinggalan yang selama ini melekat di masyarakat Tapanuli.
“Kenapa Angkatan Laut mau memberikan lahannya untuk dikelola Pemkab?, itu memang karena Angkatan Laut melihat ada “Vision Oriented” di Labuan Angin yang dilakukan oleh Bupati Tapteng. Padahal dulunya kawasan Labuan Angin adalah kawasan rawa seluas lebih kurang 1000 hektar dan direncanakan akan dikembangkan sebagai armada baratnya Angkatan Laut. Namun karena Bupati Tapteng memiliki konsep pembangunan yang jelas di Labuan Angin, maka Angkatan Laut sebagai salah satu komponen bangsa yang menginginkan kemajuan dan perubahan di negeri ini, rela memberikan lahan Labuan Angin untuk dikelola Pemkab sebagai kawasan pembangunan dan industri demi masa depan masyarakat Sumut, khususnya yang berada di kawasan Pantai Barat”.
Hal itu dikatakan Dansional Sibolga saat menyampaikan ceramah ilmiah pada acara ramah tamah dalam rangkaian program study tour mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Tapanuli (UNITA) Jurusan Teknik Industri di Aula Bina Graha Pandan, Tapteng, Jumat (15/8). Mahasiswa UNITA tersebut diberangkatkan Ketua Umum Yayasan Universitas Sisingamangaraja XII DR GM Panggabean untuk menambah wawasan mengenai pembangunan di Tapanuli yang sedang diperjuangkan untuk dijadikan satu propinsi.
Turut hadir dan memberikan materi pada acara ramah tamah, Bupati Tapteng Drs Tuani Lumbantobing, Kadis Pendidikan Budiman Ginting SH, Kabag Humas Drs Rudolf Sihotang MSi dan sejumlah pejabat Pemkab Tapteng lainnya. Sementara itu di pihak UNITA, PR II Ir A Sihaloho MP, PR III UNITA Drs TB Pakpahan MPd, Dekan FKIP Ir Donver Parapat MSi, PD I F Teknik M Silaban ST, PD III F Teknik Sahat Sitompul ST dan sejumlah dosen dan staf UNITA.
Lebih lanjut dikatakan Dansional, dalam hal perubahan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, kita harus mampu menyikapinya secara positif, sebab perubahan itu sesungguhnya yang abadi.
“Kalau kita tidak siap menghadapi perubahan, maka kita akan tergilas oleh perubahan itu. Dan agar kita siap menghadapi perubahan itu, kita sejak dini harus mempersiapkan diri dan belajar untuk berbuat sebagaimana yang telah dilakukan Bupati Tapteng melalui Konsep Tapanuli Growth sukses menjadikan kawasan Labuan Angin sebagai kawasan industri baru di Sumut, dan ini sangat fantastic,” katanya.
Sementara itu, Bupati Tapteng Drs Tuani Lumbantobing dalam arahannya mengatakan, konsep Tapanuli Growth tidak hanya untuk membangun wilayah Kab Tapteng, tapi membangun suatu kawasan yang selama ini kondisinya sangat tertinggal akibat belum adanya pola sinergitas dan kebersamaan di kawasan Pantai Barat Sumut.
“Kalau hanya membangun Tapteng, PKK pun bisa melakukannya, sebab kalau hanya mengandalkan APBD semata, siapa pun tentunya bisa menjadi Bupati di daerah ini,” sebutnya.
Menurut Tuani, konsep Tapanuli Growth adalah konsep yang telah terukur dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah karena telah memiliki study kelayakan, study AMDAL dan khusus kawasan Labuan Angin telah memiliki master plan yang dihasilkan oleh kalangan akademisi. Dan bahkan konsep ini telah dipaparkan di hadapan anggota DPR RI, 27 Departemen di Bappenas, Gubsu dan beberapa daerah Hinterland.
“Konsep ini adalah konsep serius dan bukan hanya angan-angan semata. Kalau pun semula ada yang menyebut konsep Tapanuli Growth konsep angan-angan dan menganggap saya ‘gila’, itu akibat minimnya tingkat pemahaman pihak-pihak tertentu. Padahal kalau kita bisa dipahami, konsep ini merupakan peluang besar dan sekaligus harapan bagi daerah yang berada di kawasan Tapanuli Growth, sebab proses pembangunannya melibatkan multi dimensional dan menghasilkan multi efek positif bagi perkembangan masing-masing daerah di kawasan Pantai Barat Sumut”, ujarnya.
Disebutkan, kawasan Labuan Angin nantinya akan menjadi kawasan industri besar dan sekaligus sebagai kawasan yang memiliki cadangan energi yang cukup besar di Pantai Barat Sumut. Terbukti, kawasan Labuan Angin saat ini telah dibangun PLTU berkekuatan 2 x 115 MW oleh PT Cimex dan secara komersial Turbin I PLTU Labuan Angin akan diresmikan Presiden RI paling lambat pada awal tahun 2009 berikut jembatan rangka baja yang menghubungkan Poriaha-Labuan Angin. Menyusul kemudian, PT Medco dengan total investasi Rp 2,9 triliun akan membangun PLTU di kawasan yang sama dengan kekuatan 4 x 115 MW dan PT JHL Grup dengan kekuatan energi 2 x 115 MW, selain berbagai perusahaan asing yang kini sudah banyak menawarkan diri membangun industri–industri baru di kawasan Labuan Angin.
“Saya berharap, ke depannya mahasiswa UNITA dapat mengisi pembangunan kawasan Labuan Angin. Kita selaku pemerintah daerah yang selama ini telah menjalin kerjasama yang baik dengan UNITA, kiranya dapat mengambil bagian dalam implementasi konsep Tapanuli Growth, sesuai talenta yang dimiliki anak-anak kami mahasiswa UNITA,” katanya sembari menyatakan kesediaan Bupati hadir memberikan paparan konsep Tapanuli Growth secara menyeluruh kepada seluruh mahasiswa UNITA sekitar awal September mendatang.
Sementara itu, Kepala Bappeda Tapteng Drs Tonggo Napitupulu MSi dalam paparannya mengatakan, konsep Tapanuli Growth pertama sekali digulirkan Bupati Tapteng sejak tahun 2002 lalu. Konsep Tapanuli Growt adalah suatu konsep pembangunan yang bertujuan membangun kawasan Barat Sumut. Dalam konsep ini, Bupati tidak hanya memikirkan masa depan Kab Tapteng semata, tapi juga memikirkan 15 kabupaten/kota di kawasan Sumut dan 2 kabupaten yang berada di propinsi NAD, yaitu Kabupaten Simeleu dan Sinabang.
Dalam kaitan pengembangan kawasan Labuan Angin seluas 6301 Ha ini, kata Tonggo, pemerintah pusat nantinya akan menjadikan kawasan Labuan Angin sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di bagian Barat Sumut, yang berorientasi pada procesing dan export bahan-bahan yang berasal dari kawasan hinterland. Dan dengan demikian, di kawasan Labuan Angin nantinya akan tumbuh industri-industri baru, termasuk salah satunya saat ini sedang dibangun pelabuhan cargo, TPI, pabrik peleburan baja, pabrik pembuatan seng, pabrik pembuatan motor China, pendirian pabrik kelapa sawit (PKS), tempat pengumpul CPO dan berbagai industri baru lainnya yang pada tahun ini pembangunan akan mulai dilaksanakan secara bertahap.
Pertanyaan sekarang, apa keuntungannya KEK dilakukan di kawasan Pantai Barat daripada di kawasan Pantai Timur Sumut ?. Padahal kondisi laut di kawasan Pantai Timur jauh lebih tenang dibandingkan laut Pantai Barat. Jawabannya adalah karena posisi Pantai Barat merupakan jalur yang strategis melakukan perdagangan menuju negara-negara Eropa dan India, sebagaimana sejarah dulunya ekonomi Sumut sangat jaya saat melakukan perdagangan ke luar negeri lewat Barus. Dan jika dibandingkan dengan jalur Timur, perdagangan dari Belawan menuju negara-negara di kawasan Asia kini sudah semakin padat dan sulit bersaing dengan negara-negara lain.
“Sehingga dengan berkembangnya konsep Tapanuli Grotwh, maka ketertinggalan pembangunan di kawasan Pantai Barat akan dapat teratasi dan sekaligus berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat di kawasan Tapanuli,” katanya.
Dalam acara ramah tamah dengan Pemkab Tapteng, rombongan Mahasiswa Fakultas Teknik UNITA dipimpin Dekan Ir M Siahaan MT, berdialog seputar peluang kerjasama yang mungkin dapat dilakukan mahasiswa Fakultas Teknik di kawasan Labuan Angin.
Kepala Bappeda Tapteng Drs Tonggo Napitupulu MSi yang mantan Sekda Tobasa menyatakan, Bappeda mewakili Pemkab Tapteng berjanji siap memfasilitasi seluruh peluang kerjasama yang mungkin dilakukan mahasiswa UNITA di kawasan industri Labuan Angin. Misalnya, menjadikan Labuan Angin sebagai laboratorium penelitian mahasiswa Fakultas Teknik maupun bentuk kerjasama-kerjasama lainnya.
Di kesempatan itu, masing-masing pihak berkenan memberikan cenderamata sebagai wujud telah terjalinnya kerjasama yang baik selama ini. Di pihak UNITA diwakili Dekan Fakultas E Ir M Siahaan MT memberikan ulos kepada Bupati Tapteng Drs Tuani Lumbantobing. Dan sebaliknya pihak Pemkab Tapteng menyerahkan buku-buku yang berkaitan dengan konsep pembangunan kawasan industri Labuan Angin dan Tapanuli Growth.
Usai ramah tamah, mahasiswa Fakultas Teknik UNITA Jurusan Teknik Industri selanjutnya pada siang harinya melakukan study lapangan ke kawasan Labuan Angin. Di lokasi yang kini banyak diminati para investor asing dan nasional karena menganggap Labuan Angin sebagai kawasan industri baru yang memiliki prospek cukup cerah di Sumut, mahasiswa Fakultas Teknik mendapatkan berbagai informasi dari Kepala Bappeda Tapteng dan perwakilan PLN seputar pembangunan PLTU Labuan Angin berkapasitas 2 x 115 MW yang menurut rencana peresmian ujicoba turbin I akan dilakukan oleh Menteri SDM pada akhir Agustus ini.
Sumber : (T4/T2/T3/m) [1] Harian SIB, Pandan
Artikel ini dicetak dari
Silaban Brotherhood: http://www.silaban.net
Diposting oleh Saut P. Silaban pada tanggal 18 Agustus 2008 || Kategori Seputar Silaban
Permalink artikel: http://www.silaban.net/2008/08/18/pembangunan-kawasan-labuan-angin-akan-memecahkan-permasalahan-di-kawasan-pantai-barat-sumut/
URLs in this post:
[1] Harian SIB, Pandan : http://hariansib.com/2008/08/18/pembangunan-kawasan-labuan-angin-akan-memecahkan-permasalahan-di-kaw
asan-pantai-barat-sumut/
Klik disini untuk mulai mencetak.