Sampai saat ini aparat pemerintah masih tetap menjadi sorotan , perhatian dan incaran pihak penyidik dimulai dari kepolisian, kejaksaan hingga KPK guna mengungkap kasus terjadinya dugaan korupsi yang dilakukan pihak pejabat apakah sebagai kepala daerah , anggota DPRD , sebagai pimpinan departemen atau Dirjen yang telah merugikan negara. Demikian dikatakan Hasanuddin Aruan, warga Kecamatan Buntu Pane, Kabupaten Asahan kepada SIB, Jumat (17/7)
Hasanuddin Aruan yang di tahun 90-an sebagai Komca Golkar Kecamatan Buntu Pane mengatakan, belum tuntasnya masalah korupsi karena belum adanya niat, kejujuran dan tekad yang kuat dari penegak hukum untuk melaksanakan tugasnya sehingga menimbulkan sikap dan jati diri yang ragu - ragu.
Hal itu dikatakan Hasanuddin Aruan berkaitan dengan masih maraknya kasus korupsi yang diketahuinya melalui pemberitaan media elektronika (TV) dan media cetak khususnya SIB yang gencar memberitakan masalah kasus korupsi. “Dari pemberitaan itu saya berharap Gubsu Syamsul Arifin SE eksis memberantas korupsi dan menegakkan supremasi hukum di Propsu”, katanya.
Bila melihat perjalanan karir hingga bisa menjadi nomor satu di Sumut,diyakini Syamsul Arifin yang sudah dinobatkan bermarga Silaban bisa melaksanakan keinginan masyarakat dan ingat selalu apa yang dijanjikan pada saat kampanye Pilkadasu April lalu, kata Hasanuddin Aruan.
“Saya sebagai warga Kecamatan Buntu Pane bukan menagih janji hanya mengingatkan agar apa yang diucapkan pada kampanye politiknya apakah secara langsung atau melalui tim kampanyenya supaya diingat, Syamsul Arifin pada kampanye politiknya mengedepankan pelayanan publik dan menciptakan pemerintahan yang bersih dari KKN”, kata Hasanuddin Aruan .
Sumber : (S13/c) Harian SIB, Kisaran
[SB] Tags : Drs. H. Syamsul Arifin Silaban SE, Harian SIB, KisaranArtikel sebelumnya :
» » Raker Khusus DPC [Dewan Pimpinan Cabang] Partai PIB [Perhimpunan Indonesia Baru]
Artikel selanjutnya :
» » KPUD Taput akan Klarifikasi Rekomendasi Ganda DPN PPIB


Silahkan memberikan tanggapan !