Pemerintah telah memutuskan untuk tidak menerima dividen PT Jamsostek tahun 2008 ini. Dana sekitar Rp 100 miliar akan diberikan ke peserta PT Jamsostek.
“Saya sudah terima surat dari Meneg BUMN bahwa tahun ini tidak ada dividen dari Jamsostek untuk pemerintah, tetapi itu akan diserahkan ke peserta jumlahnya sekitar Rp 100 miliar lebih,” kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi.
Hal itu diungkapkan Sofjan dalam seminar Mewujudkan Jaminan Sosial untuk Semua: Perlukah Jamsostek Direformasi? di Jakarta, Rabu (16/7).
Ditambahkan oleh Sofjan dengan tidak adanya setoran dividen Jamsostek tahun ini maka, dana tersebut bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan peserta PT Jamsostek.
“Jangan lagi ada dividen untuk pemerintah, dari Jamsostek untuk dikasih kepada buruh, untuk biaya rumah dan semacamnya,” jelas Sofjan.
Sementara itu Presiden Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Rekson Silaban mengatakan dana dividen yang dialihkan itu seharusnya diberikan ke kalangan serikat buruh untuk bisa dikembangkan dalam menjaring peserta baru, sehingga jumlah peserta Jamsostek akan bertambah terus.
“Kalau uang ada Rp 250 miliar diberi ke serikat buruh tentunya dengan target, bisa untuk menambah peserta hingga jutaan, sehingga bukan hanya Jamsostek saja yang tidak mencari peserta baru,” harapnya.
Sumber : Tribun Timur, Jakarta
[SB] Tags : Rekson Silaban, Tribun TimurArtikel sebelumnya :
» » Kepedulian Jaminan Sosial di Indonesia Rendah
Artikel selanjutnya :
» » Tersangka Tersinggung Karena Obat yang Diberikan Korban untuk Supaya Cepat “Menghadap”


Silahkan memberikan tanggapan !