Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Minggu
1
Jun '08

Kenaikkan Harga BBM Membuat Masyarakat Semakin Terpuruk


Buruh tidak setuju dengan kenaikan harga BBM karena mutu kehidupan akan semakin menurun, akan ada perusahaan yang tutup, PHK, dan orang miskin bertambah.
Hal tersebut dicetuskan DR Muktar Pakpahan SH, MA di hadapan ribuan massa yang memadati lapangan bola Jl Farel Pasaribu P Siantar pada acara May Day perayaan hari buruh sedunia Sabtu (24/5).

“Saya berani menantang Wapres Yusuf Kalla yang mengatakan bahwa dampak kenaikan harga BBM tidak menambah orang miskin, karena diimbangi dengan pemberian BLT setiap bulan. Seberapa besar rupanya daya beli Rp 100 ribu untuk kebutuhan keluarga,” kata Pakpahan. Dengan kenaikan harga BBM dipastikan harga bahan-bahan akan melonjak tajam. Kaum buruh orang yang terpinggirkan selama ini penderitaannya akan semakin lengkap dengan kenaikan BBM, karena di antara mereka masih banyak bergaji Rp 300 ribu - Rp 700 ribu.

Dari penilaian luar negeri, dirinya sebagai orang Indonesia merasa malu karena dinilai sebagai negara terkorup, pedagang manusia (traficking), yang terburuk lingkungan hidupnya, lalu lintas paling tidak berbudaya dan seringnya terjadi kekerasan di tengah masyarakat.
Menurut Muktar Pakpahan, kondisi ketatanegaraan saat ini tergolong neoliberalisme yakni memperkaya orang kaya dan orang miskin semakin bertambah.

Oleh karena itu lanjutnya mencari jalan keluar dari kemelut bangsa ini dibutuhkan pemerintahan yang bersih (good governance) yang akhirnya mampu seperti negara maju Jepang dan Korsel dengan biaya sekolah yang gratis, pengobatan gratis, lapangan kerja dan perumahan.

Sementara itu Presiden KSBSI Rekson Silaban, Ketua DPD Partai Buruh Sumut Ir Harmen Manurung, Korwil SPSI NAD, Sumbar Riau dan Kepri yang juga calon gubernur Riau Syahrial Abu Bakar dan Ketua DPC Partai Buruh P Siantar EB Manurung SH dalam kata sambutannya meminta agar kaum buruh di mana saja berada dan berorganisasi supaya bersatu untuk memperjuangkan hak-haknya. Menurut mereka, jika tingkat kesejahteraan kaum buruh tetap seperti kondisi sekarang ini, maka sekali buruh, 7 keturunan akan tetap menjadi buruh, karena mereka tidak mampu menyekolahkan anaknya.

Perayaan hari buruh sedunia (May Day) diwarnai dengan penarikan undian lucky draw dan pemberian piagam kepada tokoh dan pejuang buruh diantaranya Helentio Sigalingging, Tobasan Siregar, Abdul Iwan Siagian, Daulat Sihombing dan Togar Marbun.

Sumber : (S7/x) Harian SIB, Pematangsiantar


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.