Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Jumat
30
Mei '08

Keluarkan Izin Pembangunan Gereja HKBP Baru di Binjai


Untuk mendengarkan atas janji jawaban dari Muspida Plus di Kota Binjai dalam melakukan penyelesaian terhadap pembangunan gereja HKBP Baru Binjai yang terletak di Jl,Dr.Wahidin,Lingkungan II,Kelurahan Jati Makmur,Kecmatan Binjai Utara di jadwalkan pada senin (12/5) lalu,jemaat gerreja-gereja Kota Binjai Yang bergabung pada Gerakan Aangkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) bersama Himpunan Mahasiswa HKBP Nomensen,Aliansi Mahasiswa Universitas Sumatra Utara (USU) Peduli Umat Beragama,Mahasiswa GMKI,Unifersitas Sisingamangaraja ke XII kembali melakukan aksi demo damai dengan menurunkan jemaat kristiani yang tidak kurang terdiri  10.000 Orang turun ke depan kantor WaliKota Binjai .
Kembalinya Masa umat Kristiani ke Kantor WaliKota Binjai merasa kecewa terhadap Pemko Binjai yang membuat pernyataan akan melakukan penyelesaian terhadap pembangunan gereja HKBP Baru Binjai bersama Muspida Plus yang di sampaikan kepada  jemaat kristiani  sepekan lalu.

Sehinggga ribuan Jemaat Kristiani mendesak pihak Pemko Binjai (Wali Kota-red) agar mengeluarkan perizinan atas pembangunan gerja HKBP Binjai Baru  yang surat permohonanya dalam perizinan pembangunan gereja tersebut sudah di usulkan setahun lalu kepada pihak Pemko Binjai.
Bahkan pihak Forum Komunikasi umat Beragama (FKUB) Kota Binjai sudah mengeluarkan Surat rekomundasi dengan No,02/D.23/RBB/IX/2006Tgl 29-09-2006 ,dan di lanjutka surat susulan No,021/PPG-BB/III/2008,sehingga pembangunan gereja tersebut di lakukan ingga mencapai 70 persen hampir terselesaikan.

Namun pihak Pemko Binjai sendiri sampai saat ini belum juga mengeluarkan perizinan atas pembangunan Gereja HKBP Binjai Baru tersebut yang hampir rampung di kerjakan,sehingga terjadinya polemik negatif pada warga Mayoritas di Kota Binjai pada belakangan ini.

Umat Kristiani Kota Binjai saat melakukan aksi Demo damai di kantor Wali Kota Binjai dari pantauan Suara Sumut dalan Orasinya menyebutkan, menolak atas aset bangunan gereja HKBP Binjai baru di jadikan aset Pemko Binjai,dan mendesak Pemko Binjai agar segera mengeluarkan Izin pembangunan gereja HKBP,sebab menurut Dewan penasehat di HKBP,setiap pembangunan gedung HKBP yang telah berdiri adala bahagian milik HKBP yang berpusat di Pearaja Tarutung.

Dalam orasi Demo damai tersebut,Mahasiswa Unifersitas Sumatra Utara meminta kepada Pemko Binjai (Wli Kota Ali Umri-red) untuk menghentikan tindakan provokatifnya yang melukai hati jemaat HKBP dalam penghentian terhadap pembangunan rumah Ibadah.

Selain itu juga,meminta kepada Forum komenikasi Umat Beragama kota Binjai agar tetap bersama jemaat HKBP Binjai menciptakan kundusifitas terhadap kerukunan bagi Umat beragama di Kota Binjai ini.
Dari puluhan ribu Umat Kristiani yang tergabung dalam rapat dalam rangka membahas penyelesaian pembangunan Gereja HKBP Baru Binjai,24 Orang Perwakilan untuk menyampaikan pendapatnya di terima masuk di gedung Aula Pemko Binjai yang di hadiri Walikota Binjai H.M.Ali Umri.SH.MKn,Wakil Wali Kota Binjai,Sekdako Binjai,Kapolresta Binjai AKBP Drs.Verdianto Iskandar Bitticaca serta pejabat-pejabat pemko Binjai.

Namun dalam keputasan yang di rencanakan pada  pembahasan pada hari itu,pihak Pemko Binjai (Wali Kota Binjai Ali Umri-Red) sebagai kepala Daerah tidak ada  kebijakanya dalam mengambil keputusan,bahkan Pihak Pemko Binjai sendiri malah buang badan dan saling tuding kepada Lembaga FKUB Kota Binjai saat berada pada rapat tersebut.

Menurut dari gabungan Mahasiswa yang tergabung dalam aksi Demo damai tersebut,bahwa Wali Kota Binjai (Ali Umri) telah melakukan perbuatan Diskriminasi dalam mengambil keputusan,bahkan mereka dalam Orasinya mengatakan,Bahwa Pemko Binjai jangan rampas hak Umat Kristiani,dan jangan rengut kebebasan beribadah,Umat Kristiani juga ikut memperjuangkan NKRI,Pemko Binjai harus melindungi Rakyatnya,jangan memperkeruh keadaan kota Binjai yang selama ini sangat kondusif.

Selain itu juga para pendemo dalam orasinya juga menyebutkan Pemko Binjai harus mampu menempatkan posisi keadilan kepada semua Golongan,juga pada Pemerintah itu sendiri,dan pemerintah Kota Binjai harus manjamin kebebasan untuk  beribadah pada Warganya.

Dari hasil pertemuan rapat yang di jadwalkan dalam melakukan penyelesaian terhadap pembangunan gereja HKBP Baru Binjai oleh Muspida Plus pada Senin (12/5) yang lalu,dan di terima langsung oleh Wali Kota Binjai,ternyata tidak membuahkan hasil,sehingga Preses HKBP Resort Binjai-Langkat Pdt Monang Silaban  mengalihkan ribuan jemaatnya untuk kembali ke lokasi bangunan HKBP Baru,untuk menghindari aksi anarkis dan amuk masa jemaat,atas kekecewaanya pada pihak Pemko Binjai yang mendekriminasi keputusan.
Kembalinya puluhan ribu jemaat yang bersatu dengan GAMKI dan Aliansi Mahasiswa ke lokasi gereja HKBP Baru Binjai tersebut ke Jl Dr Wahidin, Lingkungan II,Kelurahan Jati Makmur,Kecmatan Binjai Utara bermaksut,berniat akan membuka Polis Lain (Garis Polisi-red) untuk bertekad melanjutkan pembangunan Gereja tersebut.

Namun Kapolresta Binjai AKBP Drs.Verdianto Iskandar Bitticaca di hadapan puluhan ribu masa jemaat gereja,meminta kepada Umat Kristiani agar bersabar dalam menunggu keputusan dari Pemko Binjai,dan Umat kristiani jangan mau terpancing dengan perbuatan anarkis,sebab Kristiani mempunyai jiwa saling mengasihi, sabar dan juga mengampuni.

“Mari Kita bersama-sama untuk berdoa,agar Pemko Binjai secepatnya unuk mengeluarkan Izin bangunan (IMB) pembangunan Gereja HKBP Binjai baru ini”,ujar Kapolresta Binjai mengharap.
Menurut Penasehat Hukum HKBP di hadapan Kapolresta Binjai bersama Jemaat Kristiani yang ada mengatakan,Sebagai jemaat Kristiani adalah Laskar Tuhan,dalam hal ini jangan mau mundur dalam perjuangan,tetapi jangan anarkis,dan lakukanlah perjuangan dengan penuh tanggung jawab,Mari Kita untuk bersabar menunggu jawaban dari Pemko Binjai dalam mengambil kebijakan di bawah perlindungan Polresta Binjai.

Perlu diketahui,bahwa bahwa rekomendasi dari Forum komunikasi Umat beragama telah ada di keluarkan,bahwa memenuhi persyaratan untuk mendirikan gedung HKBP Binjai baru ini sudah mencukupi,namun soal kerukunan arus di usahakan yang di keluarkan FKUB.

Sumber : (endang) Harian Suara Sumut


Ada 3 tanggapan untuk artikel “Keluarkan Izin Pembangunan Gereja HKBP Baru di Binjai”

  1. Tanggapan Tao Lobutala:

    Mari sama-sama berdoa, semoga Tuhan membuka hati Walikota Binjai untuk segera mengeluarkan ijin gereja itu. Teruskanlah berdemo, tapi buktikan bahwa kita demo yang damai yang mencerminkan kasih dan damai dari Kristus.

    Hati-hati jangan sampai terprovokasi.

  2. Tanggapan RI Tool:

    Jangan takut untuk memperjuangkan kebenaran !

  3. Tanggapan Tigor simangunsong:

    Sama aja seperti negeri dibulan ini, kalo izin diskotik ama bar satu minggu clear !!!

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » PLN Teken Pinjaman US$ 529 Juta
Artikel selanjutnya :
   » » Pengaduan Rekanan Kalah Tender Tidak Usaha Dilayani