Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Rabu
28
Mei '08

PLN Tandatangani Pinjaman dari Bank of China


PT PLN menandatangani perjanjian fasilitas buyer credit sebesar 592 juta dolar AS dengan Bank of China. Bank of China adalah konsorsium mendukung pembiayaan porsi dolar AS di PLTU Indramayu yang berkapasitas 3 x 330MW.

Fahmi Mochtar, direktur utama PLN, menandatangani dokumen pinjaman itu di Beijing, Selasa (27/5). Upacara tersebut juga dihadiri oleh Sudradjat (Dubes RI untuk Cina), Alhilal Hamdi (Komisaris Utama PLN), Yogo Pratomo (Ketua Pelaksana Harian Fast Track Program) dan Rionald Silaban (wakil dari Departemen Keuangan).

Sebelumnya PLN, telah menyelesaikan dua fasilitas buyer credit yang ditandatangani pada bulan Januari 2008 dengan China Exim Bank untuk mendanai porsi dolar AS proyek Paiton dan Suralaya, dan lima perjanjian pinjaman yang di teken April 2008 dengan bank-bank lokal untuk porsi rupiah proyek Paiton, Suralaya, Labuan, Indramayu dan Rembang.

Menurut Fahmi pinjaman ini akan mendanai 85 persen dari porsi dolar AS biaya proyek. Dengan penandatanganan itu dan pinjaman dari konsorsium lokal yang dipimpin oleh Bank Negara Indonesia bulan lalu, pembiayaan PLTU Indramayu seluruhnya sudah tersedia.

Bank of China memimpin konsorsium beranggotakan 18 bank-bank Cina dan internasional. Bank of China berlaku sebagai Coordinating Arranger dan joint-Mandated Lead Arranger (MLA). MLA yang lain adalah BNP Paribas, Societe Generale, China Development Bank, China Construction Bank, Industrial and Commercial Bank of China dan China CITIC Bank. Bank-bank lainnya berperan sebagai Senior Lead Arranger dan Lead Arranger.

Sinosure (ECA Cina) memberikan credit insurance cover dengan dukungan jaminan penuh dari Departemen Keuangan Indonesia, hal ini merupakan bukti perhatian dan restu dari kedua pemerintah atas sukesknya proyek ini. Norton Rose, Hadiputranto Hadinoto & Partners dan HSBC merupakan konsultan-konsultan PLN dalam memperoleh pinjaman ini.

Fasilitas buyer credit ini diberikan selama 13 tahun door to door termasuk 3 tahun grace period. Pinjaman yang berbasis LIBOR ini bertenor lebih panjang dari apa yang tersedia di pasar pinjaman komersial dan merupakan bukti dukungan penuh yang diberikan oleh pasar finansial Cina dan internasional untuk Fast Track Program.

Pinjaman ini akan membantu mengurangi beban terhadap cash flow PLN yang akan memungkinkan kelancaran proyek-proyek lain yang sudah berjalan namun sedang dicarikan pendanaannya. ant/fir

Fakta Angka

592 Juta Dolar AS
Jumlah pinjaman yang dikucurkan konsorsium Bank of China

Sumber :  Republika Online


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » PLN Dapat Pendanaan US$ 592 Juta dari Bank of China
Artikel selanjutnya :
   » » Ensinar ou aprender nos ringues