Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Selasa
27
Mei '08

PLN Dapat Pendanaan US$ 592 Juta dari Bank of China


PT PLN (persero) menandatangani perjanjian fasilitas buyer credit sebesar US$ 592 juta dengan konsorsium Bank of China. Dana itu digunakan untuk mendanai PLTU Indramayu yang berkapasitas 3×330MW.

Pinjaman ini merupakan hasil yang signifikan dalam Fast Track Program PLN, setelah terselesaikannya dua fasilitas buyer credit yang ditandatangani pada bulan Januari 2008 dengan China Exim Bank untuk mendanai porsi dolar AS untuk proyek Paiton dan Suralaya.

Juga lima perjanjian pinjaman yang di teken April 2008 dengan bank-bank lokal untuk porsi rupiah proyek Paiton, Suralaya, Labuan, Indramayu dan Rembang.

Penandatanganan perjanjian dilaksanakan oleh Dirut PLN Fahmi Mochtar di Beijing, China, Selasa (27/5/2008). Upacara tersebut juga dihadiri oleh Sudradjat (Dubes RI untuk Cina), Alhilal Hamdi (Komisaris Utama PLN), Yogo Pratomo (Ketua Pelaksana Harian Fast Track Program) dan Rionald Silaban (wakil dari Departemen Keuangan).

Pinjaman ini akan mendanai 85% dari porsi dolar AS untuk biaya proyek. Dengan penandatanganan hari ini dan pinjaman dari konsorsium lokal yang dipimpin oleh Bank Negara Indonesia bulan lalu, pembiayaan PLTU Indramayu sudah penuh tercapai.

Bank of China memimpin konsorsium beranggotakan 18 bank-bank Cina dan internasional. Bank of China berlaku sebagai Coordinating Arranger dan joint-Mandated Lead Arranger (MLA). MLA yang lain adalah BNP Paribas, Societe Generale, China Development Bank, China Construction Bank, Industrial and Commercial Bank of China dan China CITIC Bank. Bank-bank lainnya berperan sebagai Senior Lead Arranger dan Lead Arranger.

Sinosure (ECA Cina) memberikan credit insurance cover dengan dukungan jaminan penuh dari Departemen Keuangan. Norton Rose, Hadiputranto Hadinoto & Partners dan HSBC merupakan konsultan-konsultan PLN dalam memperoleh pinjaman ini.

Fasilitas buyer credit ini diberikan selama 13 tahun door-to-door termasuk 3 tahun grace period. Pinjaman yang berbasis LIBOR ini bertenor lebih panjang dari apa yang tersedia di pasar pinjaman komersial dan merupakan bukti dukungan penuh yang diberikan oleh pasar finansial Cina dan internasional untuk Fast Track Program.

Pinjaman ini akan membantu mengurangi beban terhadap cash flow PLN yang mana akan memungkinkan kelancaran proyek-proyek lain yang sudah berjalan namun sedang dicarikan pendanaannya.

Fasilitas dari konsorsium Bank of China ini merupakan perjanjian pinjaman yang ke-8 yang berhasil didapat oleh PLN sejauh ini untuk program Fast Track, selain dari dua penerbitan US dollar global bonds yang sukses dilakukan pada tahun 2006 dan 2007. Beberapa perjanjian pinjaman untuk proyek-proyek Fast Track lainnya saat ini sedang dalam tahap negosiasi dengan bank-bank internasional dan domestik.

Pembangunan PLTU Indramayu, yang berlokasi di Jawa Barat, berjalan sesuai schedule dan di rencanakan untuk mulai beroperasi pada semester kedua 2009.

Sumber : (Alih Istik Wahyuni) detikFinance


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.