Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Jumat
23
Mei '08

Masalah Izin Membangun Gereja HKBP Binjai Baru


DR GM Panggabean mendukung kebijakan Praeses HKBP Distrik XXIII Binjai - Langkat di Binjai Pdt Monang Silaban STh, agar semua warga HKBP di Binjai/Langkat khususnya, dan umat Kristen umumnya, bersabar menunggu, sampai Walikota Binjai mengeluarkan IMB bagi pembangunan bangunan Gereja HKBP Binjai Baru, yang saat ini dipermasalahkan.

“Kesabaran” itu diminta, dalam rangka cooling down, setelah umat Kristen mengadakan dua kali demo besar di Binjai, dalam rangka aksi damai menolak rencana Pemko Binjai merobohkan Gereja HKBP tersebut, serta dengan tegas menolak keputusan Muspida plus Binjai mengambil alih aset HKBP di Binjai Baru tersebut.
“Kesabaran” itu, untuk memenuhi harapan Walikota Binjai agar dibangun suasana silaturahmi di antara umat beragama, untuk selanjutnya diharapkan IMB dapat diterbitkan.

“Saya setuju! Saya mendukung! Kebijakan yang diambil Bapak Praeses tentu dengan kesepakatan para Pendeta serta tokoh-tokoh umat Kristen di Binjai sudah tepat”, kata Pak GM.
Namun, Pak GM meminta, harus ada hitungan waktunya, kira-kira sampai berapa lama, kita harus bersabar, kira-kira berapa lama kita harus cooling down, kira-kira berapa lama diperlukan waktu untuk membangun silaturahmi yang dimaksud.

Hal-hal di atas dikemukakan Pak GM ketika menerima kunjungan Praeses HKBP Distrik Binjai - Langkat bersama rombongan di Kantor SIB, Kamis (22/5) kemaren.
Maksud kunjungan tersebut dijelaskan Praeses Pdt Monang Silaban STh, untuk melaporkan kepada Ompung GM, perkembangan terakhir masalah Gereja HKBP Binjai Baru.

“Setelah ada rencana merobohkan Gereja HKBP Binjai Baru, dan ribuan warga HKBP memberi reaksi siap mempertaruhkan nyawa untuk membela Gereja tersebut, kemudian sebelum diadakan aksi damai yang mendapat dukungan dari banyak pihak, termasuk 35 Gereja di Binjai, GAMKI, GMKI, mahasiswa, kami telah lebih dulu datang menemui Ompung GM, meminta nasehat, maka setelah semua terjadi, adalah sangat pantas, kalau kami sekarang datang kembali melaporkan perkembangan terakhir”, kata Pdt Monang Silaban STh.

Praeses Pdt Monang Silaban STh mengungkapkan, sebelum bertemu Ompung GM beberapa hari menjelang aksi damai pertama, waktu itu banyak di antara kami, masih ada semacam kegamangan, akan tetapi setelah bertemu Ompung GM, kegamangan itu hilang.

Setelah dua kali aksi damai, salah satu hasilnya, Gereja tersebut tidak jadi dirobohkan dan asset HKBP tidak jadi diambil alih Muspida plus, serta Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Binjai telah mengatakan bahwa rekomendasi yang dikeluarkan FKUB sebelumnya adalah sah dan resmi. Maka seyogianya dengan adanya rekomendasi tersebut, IMB sudah dapat diterbitkan Walikota, namun ada himbauan, agar lebih dulu dibangun silaturahmi.

Secara kronologis Bapak Praeses melaporkan kejadian-kejadian terkait dengan masalah Gereja HKBP tersebut.
Salah satu yang belum pernah disiarkan SIB, adalah bahwa Praeses HKBP Distrik Langkat terkait kasus ini, telah juga didatangi aparat Inteligen dari Jakarta, yang mungkin merasa khawatir kasus di Binjai tersebut akan berkembang, karena beritanya sudah beredar sampai ke luar negeri. Pendeta Silaban menjawab, itu bergantung kemauan baik dari semua pihak. Kalau dari pihak HKBP, Pdt Silaban menjamin, biar sudah mengembang ke luar negeri atau ke mana-mana, dirinya optimis situasi akan tetap terkendali. “Sebab ini adalah tanggung jawab saya. Segala bantuan, dukungan spontanitas harus melalui satu pintu, yaitu pintu HKBP”, kata Praeses kepada anggota inteligen itu.

Pak GM spontan memuji jawaban Bapak Praeses tersebut, serta menyarankan, untuk melanjutkan perjuangan seterusnya, haruslah seperti itu. Praeseslah yang bertanggungjawab, dan semua aksi, dukungan dll, harus melalui pintu HKBP, jangan ada aksi-aksi “liar” yang akibatnya bisa merugikan.
Pak GM berkali-kali memuji Bapak Praeses HKBP Langkat dan semua Pendeta serta Gereja-Gereja yang mendukung, demikian juga GAMKI, GMKI, mahasiswa yang telah mendukung aksi-aksi mulia itu.
“Masalah izin untuk pembangunan Gereja sudah lama kita alami, dan siapa sangka, memuncaknya reaksi adalah dari Binjai”, kata Pak GM.

Untuk itu, saya betul-betul kagum, bangga dan saluut! Gaung dari peristiwa di Binjai itu, bukan hanya di Sumut, tetapi ke seluruh tanah air.
“Namun kita tidak boleh lengah. Jangan cepat puas. Dan jangan mau terperdaya”, pinta Pak GM.
Dia meminta, agar komunikasi dengan semua Gereja-Gereja termasuk di luar HKBP, organisasi-organisasi Kristen, seperti GAMKI, GMKI, PWKI, Lembaga Keumatan Kristen Sumut maupun pribadi-pribadi tokoh-tokoh yang perduli, tetap dipupuk. Kita manfaatkan situasi ini untuk lebih memperkuat persatuan kita”, seru Pak GM.

Secara pribadi, Pak GM memuji Praeses HKBP Langkat Pdt Monang Silaban STh, yang berpenampilan kalem/tenang, tetapi berpendirian teguh dan tegar.
“Pada dewasa ini kita memerlukan pemimpin - pemimpin seperti Bapak”, kata Pak GM dengan tulus, disambut gembira semua yang hadir.
Sebagai kesimpulan dari pertemuan tersebut, disepakati untuk meminta bantuan semua umat Kristen agar membantu terciptanya situasi tenang di Binjai menunggu terciptanya silaturahmi untuk kerukunan umat beragama dengan suatu catatan, seperti diminta oleh Pak GM, hendaknya ada ancer-ancer tenggang waktunya sampai berapa lama.

Kepada Pak GM, Praeses juga menyampaikan keinginannya untuk mengadakan pertemuan-pertemuan rutin umat Kristen di Binjai dan Langkat, yang tidak terbatas pada acara Natal dan Paskah, tapi kegiatan-kegiatan lainnya.
Menanggapi laporan Praeses tersebut, Pak GM menyatakan salut dan kagum dengan perjuangan Praeses dan warga Kristen lainnya dalam mempertahankan Gereja HKBP Binjai Baru. Perjuangan itu dinilai Pak GM hampir tidak ada kelemahannya, boleh dikatakan sempurna, disiplin dan semangat yang ditunjukkan pun sangat tinggi

“Perjuangan mempertahankan Gereja HKBP Binjai Baru ini memang luar biasa hingga gaungnya sampai ke seluruh Indonesia”, ujar Pak GM.
Meskipun izin gereja telah keluar nantinya, namun menurut Pak GM, perjuangan belumlah selesai. Sebab, masih dibutuhkan konsolidasi yang panjang.

Pertemuan yang turut dihadiri Pdt NL Sianturi, Pdt K Sibarani SPAK, Pdt H Simanjuntak STh, ST Petrus, St A Nainggolan SE, B Sormin, Gr MH Silaban SPAK, GT Siregar, Ojak Nainggolan SH MHum, dan Jinner Sidauruk SH HMum, tersebut berlangsung penuh tawa. Dan secara khusus Praeses memperkenalkan St Petrus, seorang keturunan Tionghoa namun getol ikut memperjuangkan Gereja HKBP Binjai Baru.
Pada kesempatan itu, Praeses juga menyampaikan rencana pesta Zending HKBP Distrik XXIII Binjai - Langkat yang akan digelar 1 Juni nanti dengan mengharapkan kiranya Ir GM Chandra Panggabean dapat hadir. Pertemuan itu ditutup dalam doa yang dibawakan oleh Pdt Sibarani SPAK (Pendeta Resort HKBP Binjai Baru).

Sumber : (M28/M25/R1/c) Harian SIB, Medan


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Toluto – Bangkit Kembalikan Formulir Pendaftaran Ke PDI-P
Artikel selanjutnya :
   » » Warga Tapanuli Utara Bertahan di Tenda Darurat