Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Kamis
22
Mei '08

Jelang Pilkada Taput, Fotokopi KTP Dibayar Rp 45 Ribu


Pengumpulan fotokopi KTP (Kartu Tanda Penduduk) kini semakin marak terjadi di Tapanuli Utara menyusul akan dilaksanakan Pemilihan Bupati pada tanggal 27 Oktober 2008 mendatang.

Pengumpulan KTP ini dipicu karena peraturan perundang-undangan pemilihan kepala daerah yang baru, memberi peluang bagi calon independen untuk maju menjadi Bupati Taput periode 2009/2014.

Sesuai data, jumlah penduduk Tapanuli Utara di bawah lima ratus ribu. Berarti bagi calon perseorangan yang ingin maju harus mendapat dukungan sedikitnya 5-6 persen penduduk yang tersebar di minimal 8 kecamatan dari 15 kecamatan yang ada di Taput.

Dari hasil pantauan di lapangan, banyak di antara penduduk yang menyerahkan KTP kepada oknum-oknum tertentu yang disebut-sebut sebagai TS (tim sukses) salah satu calon bupati. Pengumpulan KPT ini ternyata cukup menarik animo masyarakat, sebab setiap kopi-an KTP diberikan imbalan berupa materi dengan jumlah bervariasi antara Rp 25 ribu hingga Rp 45 ribu per KTP.

Belakangan secara terang-terangan Drs Wastin Siregar yang menyatakan diri akan maju dari calon independen menyebutkan, pemberian uang itu sebenarnya hanya sebagai uang pengganti fotokopi.

“Itu tidak benar jual beli, orang-orang kita hanya memberikan uang itu sebagai uang Holong (terima kasih), bukan untuk apa-apa. Bahkan ada beberapa masyarakat di Kecamatan Pangaribuan yang tidak mau diberikan uang fotokopi itu, mereka hanya berpesan kalau saya kelak menang agar memerhatikan pembangunan di desa mereka,” ujar Wastin Siregar tanpa menyebut desa dimaksud.

Mantan pensiunan Kepala Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Taput ini juga mengisyaratkan, kalau saat ini ia masih melakukan pendekatan terhadap salah satu partai pendukung. “Sebenarnya dari jalur mana saya maju, sampai saat ini belum dapat difinalkan, karena saat ini saya sedang melakukan pendekatan terhadap salah satu partai politik. Tapi saya tidak mau menyebutkan partainya, nanti dicaplok orang pula,” ujarnya.

Sementara hal menarik lainnya yang menjadi salah satu trik masing-masing yang menyebut TS dari salah satu calon bupati adalah mengumpulkan warga yang belum memiliki KTP, dan secara global para TS tersebut menangani penerbitan KTP tersebut secara gratis.

Hingga saat ini, bakal calon bupati yang diusung melalui jalur partai politik untuk Pilkada Taput disebut-sebut sudah ada tiga orang, di antaranya Torang Lumbantobing (Toluto), Samsul Sianturi dan Oloan Sihombing. Demikian juga Sarlandy Hutabarat disebut-sebut masih mendekati salah satu partai untuk berkenan mengusungnya.

Dari berbagai spanduk yang bergelantungan diberbagai tempat di Taput saat ini, gambar yang tertera dan menyebut dirinya calon atau bakal calon bupati dalam sepanduk itu telah menggandeng gambar paketnya.

Spanduk-spanduk tersebut antara lain gambar paketnya Samsul Sianturi berpasangan dengan Drs Frans A Sihombing MM, Drs Wastin Siregar-Leo Hutabarat, Sarlandi Hutabarat-Romiduk Sitompul dan Oloan Sihombing- Alpa Simanjuntak.

Sementara Bupati Taput Torang Lumbantobing (Toluto ) yang kini sudah resmi dihantar beberapa parpol di antaranya Partai Golkar, PIB, PBSD, PKB, PKPB akan berpaket dengan Bangkit Silaban SE, Ketua PDI Perjuangan Tapanuli Utara saat ini.

Sumber : (Fernando Hutasoit) Harian Global, Taput


Baru ada 1 tanggapan untuk artikel “Jelang Pilkada Taput, Fotokopi KTP Dibayar Rp 45 Ribu”

  1. Tanggapan Lisbeth Sianturi:

    Mudah-mudahan masyarakat dapat memilih yang terbaik, mudah-mudahan kesediaan masyarakat utk mengumpulkan fotocopy KTPnya kepada TS salah satu calon Bupati, didasarkan atas ketelitian memilih, memilih dengan hati,dan menganggap pemberian uang sebesar Rp.45 rb tersebut merupakan harapan untuk suatu janji bahwa pemimpin yang mereka pilih tidak hanya berani mengungkapkan janji-janjinya saat berkampanye, tetapi harus berani mempertanggung jawabkannya.

    Calon pemimpin harus memikirkan apa sebenarnya yang dibutuhkan masyarakat Taput untuk dapat bangkit dari keterpurukan.
    Dari segala aspek, pemimpin harus jeli melihat apa yang harus dibenahi.

    Bagaimana caranya untuk memperbaiki perekonomian rakyat, menciptakan lapangan kerja sebagai upaya untuk mengurangi unemployment sehingga akan mengurangi kemiskinan.

    Saya rasa itu sudah sangat mencukupi untuk memenuhi janji-janji para calon Pemimpin di daerah Kabupaten Taput.

    Trimakasih..

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.