Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Selasa
13
Mei '08

Ribuan Umat Kristen Demo Walikota Binjai, Keputusan Masih Mengambang



Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

Dalam pertemuan sekitar 20 pendeta dari berbagai gereja, dan Forum Islam Bersatu dengan unsur Muspida yang dipimpin Walikota Binjai HM Ali Umri SH, MKn dalam masalah pembangunan gereja HKBP Binjai Baru, Senin (12/5) diputuskan bahwa keluar atau tidaknya izin dari Pemko harus berdasarkan rekomendasi dari Forum Komunikasi Umat Bersatu (FKUB) Kota Binjai. FKUB diminta untuk segera menggelar rapat dan membuat rekomendasi tersebut dalam waktu secepatnya.

Keputusan disampaikan Walikota Binjai yang mengaku bahwa selama ini dia dituduh macam-macam dalam masalah pembangunan gereja itu. “Padahal baru sekali ini saya memimpin silaturahmi seperti ini. Pemko Binjai akan mengedepankan hukum tidak ada bongkar-bongkar, kalaupun salah yang membangun silahkan bongkar sendiri,” ungkapnya sambil menyebutkan dalam masalah ini semua pihak harus arif, adil dan bijaksana. Memang Pemko memiliki kesalahan yang tidak cepat dulu menjalankan prosedur. Tetapi semua itu bukan karena ada pemikiran akan munculnya kesadaran bersama.

Menanggapi keputusan itu, umat Kristen yang dipimpin Praeses Distrik XXIII Pdt M Silaban STh dan Sekum PGI SU Pdt Langsung Sitorus, sempat saling debat dengan Pemko dan umat yang hadir. Namun Ketua FKUB Binjai Dr Murad El Fuad yang juga Kepala RSU Djoelham Binjai menegaskan bahwa pihaknya bukan yang mengeluarkan izin. Namun pihak yang mengeluarkan rekomendasi atas apa yang ada. Setelah itu pertemuan dibubarkan walaupun ada kekurangpuasan pihak yang hadir untuk terus mengeluarkan pendapat. Bahkan Praeses Distrik XXIII sempat meneriakkan bahwa pihaknya telah memiliki rekomendasi yang awalnya tidak diakui sebagai rekomendasi oleh Dr Murad El Fuad.

Sementara itu sejak pukul 10.00 WIB pagi ribuan umat Kristen se-kota Binjai dan dari berbagai daerah lainnya juga termasuk GAMKI Binjai, GMKI Sumut, mahasiswa Universitas Sisingamangaraja XII dan Nommensen telah berkumpul di 7 titik yang ditentukan. Awalnya memang rencananya mau berunjuk rasa pagi itu, tetapi unsur Muspida lebih awal meminta agar 20 pendeta tersebut lebih dahulu berbicara dengan muspida dipimpin Walikota Binjai. Karena itu pengunjuk rasa damai menahan diri.

Tetapi mendengar keputusan yang masih mengambang, akhirnya ribuan pengunjuk rasa dengan berjalan kaki sejauh 2 Km menuju kantor Pemko Binjai yang didahului gondang dan musik tiup di atas kenderaan. Pintu Pemko langsung ditutup yang akhirnya membuat mereka berorasi di depan kantor tersebut meminta kehadiran Walikota. Namun Asisten I Pemko Binjai Drs M Tulen mengatakan bahwa telah ada keputusan dan Walikota Binjai tidak ada lagi di Pemko. Pengunjuk rasa damai mulai gelisah padahal Praeses Distrik XXIII telah meminta semua anggota jemaat untuk balik ke lokasi pembangunan HKBP Binjai Baru, untuk membuka Police Line (Garis Polisi).

Di sana Praeses meminta kepada polisi untuk membuka garis polisi, namun Kapolresta Binjai AKBP Drs Verdianto IB menjelaskan arti police line. Dan akan membukanya bila masalah sudah selesai. “Biarlah kami yang menjaga agar semua bisa aman dulu menunggu waktu. Bersabarlah. Saya akan berada di depan dan kalau Tuhan mau gereja itu dibangun di situ, maka itu akan terjadi. Roh Kudus akan memimpin,” katanya membuat suasana ketika itu hening.

Akhirnya police line tidak jadi dibuka. Setelah melakukan kebaktian singkat, ribuan orang yang hadir diimbau Praeses untuk kembali. Menunggu kepastian dari polisi untuk membuka police line agar pembangunan gedung gereja itu bisa dilanjutkan.
Setelah sebagian bubar, massa dari GMKI Sumut yang datang dari Medan meminta izin untuk melihat apakah gereja tersebut ada dirusak atau dibongkar. Melihat semangat GMKI itu, Kapolresta kemudian memberi waktu melihat dengan kawalan ketat polisi.

Kepada SIB, pengacara HKBP Ojak Nainggolan mengungkapkan bahwa pada pertemuan dengan Muspida, yang umat Kristen diwakili Pdt Langsung Sitorus (PGI SU), Pdt RTP Marpaung (BPD GBI SU), Pdt SM Hutabarat STh (Ketua BKAG Tobasa), Pdt M Silaban, pengacara HKBP Ojak Nainggolan, Jinner S, Pdt Sudiharto STh (GMI), St Petrus, Pdt K Sibarani, Pdt H Simanjuntak, Ir J Banjarnahor, Pdt Nilam Zendrato STh (Ketua Majelis BNKP Binjai), SNk Asmarani Maruao (BNKP), Eko Tobing (GAMKI), Pdt L Pakpahan STh (GAMKI), Pdt Biston Simanjuntak.

Sedang yang lainnya dan dari Forum Umat Islam Bersatu Drs H Nurbein TH Lc (Komisi Fatwa MUI), Dr HTM Fuad (Ketua FKUB Binjai), KH Zamakhsary Ketua MUI Binjai dan Sekumnya H Nizamuddin SH, L Hakim dari Depag Binjai, mengatakan bahwa dari hasil pertemuan itu didapat bahwa keputusan Muspida yang terdahulu tidak mengikat. Pemko tidak berwenang membongkar pembangunan gereja. Yang memutuskan bangunan dibongkar atau tidak adalah pengadilan. Pembangunan gedung gereja HKBP Binjai Baru akan tetap mengacu pada SK 2 Menteri No 8 dan 9 tahun 2006 yang memberikan tanggung jawab ke Pemko CQ FKUB yang memfasilitasi semua kepentingan umat.

HENTIKAN TINDAKAN YANG MELUKAI RAKYAT
Aksi damai di Binjai tsb dilaporkan wartawan SIB sbb: Para pengunjukrasa yang berasal dari berbagai lembaga gereja dan mahasiswa lebih dulu berkumpul di halaman Kantor HKBP Distrik XXIII Langkat dengan melakukan orasi-orasi. Namun setelah mereka mengetahui hasil rapat Muspida Plus dan utusan Pimpinan Gereja Se-Kota Binjai tidak memperoleh kesepakatan yang memuaskan, dengan berjalan kaki, sepanjang 2 kilomter di bawah terik matahari ribuan umat Kristen dengan dikomandoi mahasiswa bergerak menuju kantor Walikota Binjai. Sambil berorasi dan menyanyikan lagu-lagu rohani sehingga menarik perhatian warga di sepanjang jalan. Bahkan umat kristiani yang tidak ikut berunjuk rasa juga menyampaikan dukungannya dengan teriakan-teriakan.

Sambil membawa poster dan spanduk besar yang bertuliskan mengecam dan memprotes kebijakan Pemko Binjai dalam mengambil alih banguan gereja dan tidak kunjung menerbitkan IMB padahal sudah ada rekomendasi dari FKUB Kota Binjai.
Sesampainya di pintu gerbang Kantor Walikota, pengunjuk rasa langsung dihadang oleh aparat Kepolisian dengan menutup pintu pagar sehingga pengunjuk rasa hanya bisa berorasi di pintu gerbang dan menutup satu ruas Jalan Sudirman.

Tindakan aparat kepolisian dan Pemko menghalau pengujukrasa, membuat pengunjukrasa damai itu kecewa, karena mereka tidak diperbolehkan masuk kantor Walikota untuk dapat bertemu langsung Walikota Binjai HM Ali Umri, yang baru saja mengadakan pertemuan dengan Panitia dan Utusan Gereja.
Dalam orasinya, pengunjukrasa mengaku sengaja datang ke Kantor Pemko Binjai, karena mendengar hasil keputusan Muspida Plus dengan panitia Pembangunan gereja HKBP Binjai Baru tidak tercapai kesepakatan. Bahkan kami mendengar Walikota menyerahkan sepenuhnya permasalahan itu kepada FKUB. Padahal FKUB telah jelas memberikan rekomendasi atas pendirian gereja tersebut. Mengapa Walikota mengembalikan ke FKUB.

Pengunjuk rasa juga mendesak agar Pemko Binjai bertanggungjawab atas proses pendirian gereja HKBP Binjai Baru yang telah terkatung-katung. Karena selain telah mendapat surat rekomendasi dari FKUB Binjai juga pembangunannya sudah hampir rampung.

Dalam pernyataan sikapnya Aliansi Mahasiwa USU dengan tegas meminta Pemko Binjai menghentikan tindakan yang melukai hati jemaat HKBP Binjai Baru, dengan cara menghentikan dan mengambil alih pembangunan Gereja HKBP Binjai Baru. Selain itu juga meminta Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Binjai, agar tetap bersama jemaat HKBP Binjai menciptakan kondusifitas kerukunan umat beragama di Binjai. “Jikalaupun ada kekurangan prosedural dalam membangun rumah ibadat sesuai dengan SKB dua Menteri, seyogyanya Pemko Binjai harus lebih bijak menyikapi masalah tersebut”.

Asisten I Pemko Binjai Drs Muhammad Tulen, sempat menemui pengunjuk rasa dan mengakui, bahwa delegasi pimpinan Gereja se-Kota Binjai telah mengadakan pertemuan dengan Walikota Binjai dan hasilnya bahwa pembangunan Gereja HKBP Binjai Baru diserahkan kepada rapat FKUB Kota Binjai.
Mendapat penjelasan itu pengunjuk rasa kemudian bergerak ke lokasi pembangunan Gereja HKBP Binjai Baru untuk mendesak pembukaan police line yang masih dipasang oleh aparat kepolisian. Sementara aparat kepolisian yang dipimpin langsung Kapolres Binjai AKBP Verdianto Biticaca melakukan penjagaan.
Di lokasi pembangunan gereja itu, Praeses HKBP Pdt Monang Silaban, Pdt Langsung Sitorus dan Kapolres Binjai memberikan penjelasan kepada umat agar tidak bertindak sendiri-sendiri.
Sempat terjadi perbedaan pendapat dan situasi sempat memanas. Jemaat mendesak agar police line dibuka sementara aparat kepolisian bertahan agar police line itu tetap dipertahankan menunggu proses penyelesaian.

Kapolres dalam penjelasannya bahwa pembuatan garis polisi terhadap gereja tersebut tidak lain untuk menjaga kondisi menjadi kondusif dan berterima pada semua pihak dan polisi tetap sebagai sebagai penengah, pengayom bagi semua masyarakat.
Seiring himbaun Kapolres, Pdt Langsung Sitorus (Sekum PGI) dan Tim Advokat Gereja Binjai Baru O Nainggolan mendukung kebijakan Kapolres yang tidak memperbolehkan umat membuka garis polisi, demi menjaga kelanjutan pembangunan gereja nantinya.

Untuk menenangkan jemaat dan mahasiswa yang terus mendesak Pdt Monang Silaban memberi limit waktu kepada Kapolres membuka garis polisi dalam waktu 2 X 24 jam. Kalau tidak dibuka umat akan membuka sendiri dan melanjutkan pembangunan dengan segala konsekwensi.

Sumber : (M25/M-29/o) Harian SIB, Binjai


Ada 3 tanggapan untuk artikel “Ribuan Umat Kristen Demo Walikota Binjai, Keputusan Masih Mengambang”

  1. Tanggapan Ersis Warmansyah Abbas:

    Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

    Seru dan mengharukan juga ya. Salam

  2. Tanggapan Murid:

    Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

    Padahal, di daerah yang penduduknya mayoritas Kristen tidak pernah ada Pemko / Pemda / umat yang suka usil menghalangi pembangunan Masdjid . Malah sering di bantu.

    hehehe … lain yah !

  3. Tanggapan luhut rajagukguk:

    Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

    Kasus ini mestinya dilaporkan langsung ke Presiden SBY, dan bila tidak ada tanggapan, agar digalang dana memberangkatkan utusan ke Perserikatan Bangsa Bangsa, siapa tahu Pengadilan HAM Dunia memanggil si ali umri ini. Tuhan beserta kita. Horas.

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.






Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel sebelumnya :
   » » Kasus Pembangunan Gereja Diserahkan Ke FKUB

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel selanjutnya :
   » » Telaah Arsitektur Rumah F Silaban