Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Minggu
11
Mei '08

Aksi Damai Senin Harus Dapat Bertemu Walikota Binjai


Pimpinan rapat umat Kristen dari berbagai gereja dan lembaga keumatan se-Kota Binjai Praeses HKBP Distrik XXIII Langkat Pdt M Silaban STh, Sabtu (10/5) di kantor Distrik HKBP Binjai menegaskan bahwa aksi damai yang akan digelar Senin (12/5) harus bertemu Walikota Binjai. Kalau tidak mereka akan meneruskan pembangunan HKBP Binjai Baru dengan segala resiko dan konsekwensinya.

Dalam rapat yang dihadiri ratusan warga dan pimpinan gereja seperti Pdt K Sibarani dari HKBP, Pdt P Br Ginting dari GBI, Pdt Sudiharto STh dari GMI, Pdt NL Sianturi, Pdt Ladon Purba STh dari HKI dan PP Badani serta GAMKI mereka menyetujui aksi damai Senin depan. Kita tidak meminta uang mereka untuk membangun gereja dan kita tidak meminta halaman rumah mereka untuk membangun gereja karena itu kalau prosedur sudah lengkap tidak ada yang bisa menghalangi pembangunan tersebut, ungkap salah seorang yang hadir. Sementara itu Pdt P Br Ginting dari GBI juga menegaskan bahwa pihaknya mendukung aksi damai ke Pemko yang dilakukan umat HKBP. Kita harus sepakat di Binjai atau di bumi Indonesia ini, dimana pun kita harus bersatu bila masalah seperti ini muncul. Mari kita saling mendukung dan merapatkan barisan, ungkapnya.

Menurut Praeses HKBP Distrik XXIII Pdt M Silaban STh, pihaknya telah mengirim surat ke walikota dan pihak terkait lainnya dengan rencana aksi damai termasuk ke Kapoldasu. Pangdam I/BB Kejatisu, MUI Sumut, PGI Sumut, PKUB Sumut dan instansi yang berkaitan di Binjai. Didalamnya telah diberitahukan bila tidak ada keputusan maka umat HKBP Binjai akan meneruskan pembangunan HKBP Binjai Baru. Dengan demikian garis polisi (Police Line) akan dibuka dalam nama Tuhan Yesus. Dan pengawalan selanjutnya akan diserahkan ke semua lembaga keumatan di Sumut yang mau berpartisipasi termasuk dukungan anggota DPRD Sumut, ungkapnya.

Sementara dalam rapat itu diinformasikan bahwa Sabtu pagi, FKUB Sumut telah meninjau lokasi pembangunan gereja yang berada di tengah persawahan tersebut. Dan beberapa umat Islam yang berada di daerah berbatasan dengan Binjai beberapa hari ini juga datang melihat lokasi pembangunan yang dipermasalahkan untuk meyakinkan mereka bahwa pembangunan gereja itu benar-benar berada di persawahan. Dan setelah melihat situasi tersebut banyak umat lainnya dari Medan maupun Deli Serdang melihat keanehan keberatan orang-orang dalam pembangunan rumah ibadah di kota Binjai.

Sama seperti pembicaraan hangat dalam rapat di kantor Distrik, beberapa warga melihat tidak beraninya Pemko mengeluarkan izin ini berkaitan dengan kepentingan elit politik di kota Binjai. Namun hal itu ditepis Praeses Distrik XXIII Pdt Silaban. Kita tidak tahu soal politik yang pasti kita hanya mau membangun tempat beribadah. Kalau ada umat lain yang merasa simpati silakan berikan dukungan agar jangan karena segelintir orang masalah kerukunan menjadi hancur di Kota Binjai dan Sumut ini, ungkapnya.

Rapat yang berlangsung hangat dan dalam suasana kekeluargaan itu hadir umat dari berbagai etnis baik Karo, Batak Tapanuli, Simalungun, Nias, terutama tokoh masyarakat Tionghoa kota Binjai St Petrus dan Pdt Sugiharto STh yang juga etnis Tionghoa yang memimpin GMI Binjai. Usai rapat pimpinan sidang juga menyusun butir-butir keputusan bersama.

Sumber : (M25/c) Harian SIB, Binjai


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Richard Samosir Beat Panca Silaban
Artikel selanjutnya :
   » » Refleksi Jiwa Batak Mangatas Pasaribu