UNTUK merayakan hari jadi PT South Pasific Viscose yang ke 25 tahun, produsen serat alam cellulosic dari pohon eucalyptus mempersembahkan sebuah pencapaian baru di bidang tekstil tradisional. Hal itu adalah presentasi kain ulos Batak dengan inovasi baru, yakni menggunakan bahan dasar benas viskos, benang Lenzing Modal dan benang Tencel.
Kain tersebut tidak hanya dipresentasikan sebagai bentuk kain mentah, tetapi berupa rangkaian koleksi busana memikat hasil kerjasama PT South Pasific Viscose dengan desainer Merdi Sihombing. Terlebih Merdi merupakan perancang yang banyak menaruh perhatian pada kain tradisional.
Pertunjukkan busana yang dihadirkan Merdi sebagai puncak acara malam itu bertema “Partonun” yang berarti perempuan penenun dalam bahasa Tapanuli. “Bagi saya, merekalah ujung tombak terciptanya ulos inovasi baru,” sebut Merdi, dalam konferensi pers, sebelum pergelaran bertema 25 Years of Viscose Fibers for A Sustainable Future, di Grand Ballroom Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Kamis (8/5/2008).
Adapun untuk mempersiapkan pergelaran tersebut, Merdi mengakui membutuhkan waktu selama dua tahun. Pasalnya, desainer yang sebelumnya menggeluti kain tradisional Banten ini berusaha memberikan tampilan dan karakter baru pada ulos.
Bila selama ini ulos dikenal dengan sifatnya yang kaku dan tebal, di tangan Merdi, kain itu berubah bentuk. Merdi tidak sekedar mengubah komposisi motif tapi juga melakukan revitalisasi ulos, yakni mengganti benang tradisional dengan benang baru yang lebih lembut. Bahkan untuk memaksimalkan tampilan, ia melakukan diversifikasi alat tenun.
“Saya memperlebar alat tenun tradisional menjadi sepanjang 1 meter sehingga kain yang dihasilkan tidak perlu lagi memakai sambungan di bagian tengah,” terangnya.
Pergelaran yang disuguhkan Merdi malam itu pun luar biasa. Rangkaian koleksinya terdiri dari 65 outfit yang dibagi dalam 5 babak. Pertama, Merdi menampilkan “Gorga”, yakni seri rancangan tiga warna yang merupakan warna budaya masyarakat Batak.
“Di babak pertama saya menampilkan tiga warna yakni putih yang melambangkan dunia atas, merah untuk dunia tengah, dan hitam untuk dunia bawah,” jelasnya. Sementara motif yang digunakan diambil Merdi dari corak naif dan primitif yang terdapat pada pusaka Batak, juga motif ukir dan lukis pada ornamen rumah besar, yang di Jawa dikenal dengan sebutan ulir-ulir.
Selanjutnya, nuansa kulit kayu menguasai panggung. Seri kedua rancangan Merdi ini menampilkan gaya western dengan aksen frilly, ruffles, dan potongan seksi ala lingerie.
Memasuki babak ketiga, Merdi mengubah suasana pertunjukkan dengan menyajikan barisan koleksi bertema “Parsanggul Na Ganjang”. Tema yang berarti sanggul nan tinggi itu terinspirasi dari kostum tradisional penari upacara adat yang selalu tampil bersanggul tinggi lengkap dengan umbul-umbul hiasan kepala yang terbuat dari bulu ayam. Koleksi ini tampil dalam gaya mantel panjang serba hitam dengan kombinasi tulle dan macrame.
Fungsi tradisional kain ulos dan songket Batak juga tidak lupa ditampilkan Merdi dalam segmen “Ulos Baru dan Kebaya”. Koleksi ini, ungkap Merdi, merupakan puncak kreasinya dimana dia menampilkan 20 rancangan yang menggunakan kain dan selendang ulos inovasi baru.
“Koleksi tersebut ditenun dengan menggunakan benang viskos, Lenzing Modal dan Tencel. Benang-benang itu kemudian dicampur dengan benang katun dan sutra dan diwarnai dengan pewarnaan alam sehingga menghasilkan perubahan ulos secara total,” jelas Merdi. Perubahan tersebut terlihat pada warna kain yang baru, lebih terang dan variatif, serta kelembutan ulos itu sendiri.
Bukan hanya rancangan bagi para wanita saja, Merdi juga menghadirkan koleksi yang diperuntukkan bagi kaum adam berupa jas ulos. Rancangan tersebut bertujuan memperlihatkan pemakaian ulos yang telah disesuaikan dengan gaya hidup modern.
Hadirnya inovasi baru pada tekstil tradisional, seperti yang dilakukan Merdi dan PT South Pasific Viscose merupakan usaha untuk melestarikan budaya, mengangkat kerajinan tradisional untuk gaya hidup urban sekaligus membantu pengrajin lokal secara ekonomi.
Sumber : (Nsa Lesthia K/Sindo/tty) Okezone
[SB] Tags : UlosAda 5 tanggapan untuk artikel “Inovasi Baru Ulos Batak ala Merdi Sihombing”
Silahkan memberikan tanggapan !
Artikel sebelumnya :
» » 18 Kandidat Independen Dan 6 Balon Dari Parpol Bertarung Di Pilkada Taput
Artikel selanjutnya :
» » Hari Ini, Forgemarga Gelar Mubes


Pada tanggal 2 Juni 2008 jam 10:01 pm
Pada tanggal 15 Juni 2008 jam 10:44 pm
Pada tanggal 16 Juni 2008 jam 1:26 am
Pada tanggal 17 Juni 2008 jam 12:39 am
Pada tanggal 31 Juli 2008 jam 12:29 pm