Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Jumat
9
Mei '08

Inovasi Baru Ulos Batak ala Merdi Sihombing



Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

UNTUK merayakan hari jadi PT South Pasific Viscose yang ke 25 tahun, produsen serat alam cellulosic dari pohon eucalyptus mempersembahkan sebuah pencapaian baru di bidang tekstil tradisional. Hal itu adalah presentasi kain ulos Batak dengan inovasi baru, yakni menggunakan bahan dasar benas viskos, benang Lenzing Modal dan benang Tencel.

Kain tersebut tidak hanya dipresentasikan sebagai bentuk kain mentah, tetapi berupa rangkaian koleksi busana memikat hasil kerjasama PT South Pasific Viscose dengan desainer Merdi Sihombing. Terlebih Merdi merupakan perancang yang banyak menaruh perhatian pada kain tradisional.

Pertunjukkan busana yang dihadirkan Merdi sebagai puncak acara malam itu bertema “Partonun” yang berarti perempuan penenun dalam bahasa Tapanuli. “Bagi saya, merekalah ujung tombak terciptanya ulos inovasi baru,” sebut Merdi, dalam konferensi pers, sebelum pergelaran bertema 25 Years of Viscose Fibers for A Sustainable Future, di Grand Ballroom Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Kamis (8/5/2008).

Adapun untuk mempersiapkan pergelaran tersebut, Merdi mengakui membutuhkan waktu selama dua tahun. Pasalnya, desainer yang sebelumnya menggeluti kain tradisional Banten ini berusaha memberikan tampilan dan karakter baru pada ulos.

Bila selama ini ulos dikenal dengan sifatnya yang kaku dan tebal, di tangan Merdi, kain itu berubah bentuk. Merdi tidak sekedar mengubah komposisi motif tapi juga melakukan revitalisasi ulos, yakni mengganti benang tradisional dengan benang baru yang lebih lembut. Bahkan untuk memaksimalkan tampilan, ia melakukan diversifikasi alat tenun.

“Saya memperlebar alat tenun tradisional menjadi sepanjang 1 meter sehingga kain yang dihasilkan tidak perlu lagi memakai sambungan di bagian tengah,” terangnya.

Pergelaran yang disuguhkan Merdi malam itu pun luar biasa. Rangkaian koleksinya terdiri dari 65 outfit yang dibagi dalam 5 babak. Pertama, Merdi menampilkan “Gorga”, yakni seri rancangan tiga warna yang merupakan warna budaya masyarakat Batak.

“Di babak pertama saya menampilkan tiga warna yakni putih yang melambangkan dunia atas, merah untuk dunia tengah, dan hitam untuk dunia bawah,” jelasnya. Sementara motif yang digunakan diambil Merdi dari corak naif dan primitif yang terdapat pada pusaka Batak, juga motif ukir dan lukis pada ornamen rumah besar, yang di Jawa dikenal dengan sebutan ulir-ulir.

Selanjutnya, nuansa kulit kayu menguasai panggung. Seri kedua rancangan Merdi ini menampilkan gaya western dengan aksen frilly, ruffles, dan potongan seksi ala lingerie.

Memasuki babak ketiga, Merdi mengubah suasana pertunjukkan dengan menyajikan barisan koleksi bertema “Parsanggul Na Ganjang”. Tema yang berarti sanggul nan tinggi itu terinspirasi dari kostum tradisional penari upacara adat yang selalu tampil bersanggul tinggi lengkap dengan umbul-umbul hiasan kepala yang terbuat dari bulu ayam. Koleksi ini tampil dalam gaya mantel panjang serba hitam dengan kombinasi tulle dan macrame.

Fungsi tradisional kain ulos dan songket Batak juga tidak lupa ditampilkan Merdi dalam segmen “Ulos Baru dan Kebaya”. Koleksi ini, ungkap Merdi, merupakan puncak kreasinya dimana dia menampilkan 20 rancangan yang menggunakan kain dan selendang ulos inovasi baru.

“Koleksi tersebut ditenun dengan menggunakan benang viskos, Lenzing Modal dan Tencel. Benang-benang itu kemudian dicampur dengan benang katun dan sutra dan diwarnai dengan pewarnaan alam sehingga menghasilkan perubahan ulos secara total,” jelas Merdi. Perubahan tersebut terlihat pada warna kain yang baru, lebih terang dan variatif, serta kelembutan ulos itu sendiri.

Bukan hanya rancangan bagi para wanita saja, Merdi juga menghadirkan koleksi yang diperuntukkan bagi kaum adam berupa jas ulos. Rancangan tersebut bertujuan memperlihatkan pemakaian ulos yang telah disesuaikan dengan gaya hidup modern.

Hadirnya inovasi baru pada tekstil tradisional, seperti yang dilakukan Merdi dan PT South Pasific Viscose merupakan usaha untuk melestarikan budaya, mengangkat kerajinan tradisional untuk gaya hidup urban sekaligus membantu pengrajin lokal secara ekonomi.

Sumber : (Nsa Lesthia K/Sindo/tty) Okezone


Ada 4 tanggapan untuk artikel “Inovasi Baru Ulos Batak ala Merdi Sihombing”

  1. Tanggapan Maridup Hutauruk:

    Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

    Innovasi baru ulos Batak ala Merdi memang merupakan terobosan baru untuk ikut melestarikan salah satu komponen budaya Batak, akan tetapi sebaiknya Merdi memang harus berkonsentrasi kepada bahan atau motif ulos untuk penggunaannya sebagai pakaian jadi karena kalau untuk kebutuhan sebagai perangkat adat sebaiknya biarkan saja ‘parhasussak’ yang mengelolanya karena jumlah produk yang tersedia selalu tercukupi. Kasihan mereka harus digilas oleh ATM (Alat Tenun Mesin), setelah gencar dihabisi oleh pembakaran ulos oleh yang mengaku mahluk surga, dan perlu juga dicermati jangan-jangan bung Merdi nantinya diterror pula oleh mereka itu.

  2. Tanggapan midian sihombing:

    Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

    tu lae hutahuruk

    mauliate utk responnya
    proyek pengembangan ulos sdh sgt perlu dilakukan karena ulos sdh bnyak yg menyimpang dari pakemnya.dan tanggapan dari org2 banyak terhadap tampilannya yg tebal,kaku dan berjamur jika tdk diberi extra perawatan.tenang aja lae…bentar lagi ulos akan kita buat bukan aja jadi bahan pakain bahkan jadi interior.kita sekolah aja gak langsung kelas 3 mesti kelas 1 dulu.

  3. Tanggapan Charlie M. Sianipar:

    Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

    Karya indah Merdi Sihombing, ulos yang lembut, ulos yang fashion boleh dilihat di Photo Gallery Ini.

  4. Tanggapan midian sihombing:

    Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

    aje gile…keren abizzzz,utangku mkin banyak aja tu hamu laeku,mau dong foto2nya…????

    tu lae maridup hutauruk…ulos & songket yg kubuat tidak ada yg menggunakan mesin atw parhausuksak.semua msih mggu
    nakan gedogan.justru sekarang inilah saatnya utk membuat mereka2 yg mmbakar ulos bisa jadi sadar dgn apa yg slama ini menjadi kesalahan yg fatal.nantikan my next project ulos & songket Batak “HERITAGE,SCIENCE & TECHNOLOGY”.
    Dunia akan lebih terperangah kpd Bangso BATAK…..HORAS

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.






Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel sebelumnya :
   » » 18 Kandidat Independen Dan 6 Balon Dari Parpol Bertarung Di Pilkada Taput

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel selanjutnya :
   » » Hari Ini, Forgemarga Gelar Mubes