Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Rabu
7
Mei '08

Ribuan Umat Kristen Kebaktian Bersama, Pupuk Persaudaraan Pertahankan HKBP Binjai Baru


Seusai demo aksi damai ke Kantor Walikota Binjai, ribuan umat Kristen dari berbagai gereja mengikuti kebaktian bersama untuk memupuk persaudaraan dalam rangka mempertahankan pembangunan Gereja HKBP Binjai Baru di Jalan Dr Wahidin Binjai yang direncanakan dirobohkan dan diambil alih Pemko Binjai, Senin (5/5) di halaman Gereja HKBP Jalan Cut Nya Dhien Binjai.

Rencana perobohan itu terjadi, Selasa (29/4) lalu, ketika petugas Pemko Binjai datang membawa alat-alat berat untuk merobohkan. Kemudian datang sekelompok massa non Kristen menuntut bangunan gereja tersebut segera dirobohkan.

Kebaktian bersama dipimpin Praeses HKBP Distrik XXIII Langkat Pdt Monang Silaban STh bersama Pendeta HKBP Binjai Baru Pdt K Sibarani SPAK. Khotbah dibawakan Pdt T Banjarnahor STh dan doa syafaat dipimpin Pendeta GBKP Simpang Awas Pdt Pinem.

Dalam khotbahnya Pdt T Banjarnahor mengatakan, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan dan pergunakanlah senjata Allah melawan iblis. Hal itu dikutip dari Efesus 6:10-16.
Kebaktian yang berlangsung khusuk itu menyanyikan 5 lagu pujian yaitu, Allahmu Benteng Yang Teguh, Maju Laskar Kristus, Selamat di Tangan Yesus, Kuperlukan Jurus Slamat dan Hai Bangkit Bagi Yesus. Kebaktian dilaksanakan di halaman gereja karena gereja HKBP Binjai itu tidak mampu menampung jumlah jemaat.

Praeses juga mengajak jemaat menyanyikan lagu pujian “Dalam Yesus Kita Bersaudara” menjadi lagu pujian bersama umat Kristen di Binjai.
Pada kesempatan itu, Praeses mengumumkan, bahwa tokoh masyarakat DR GM Panggabean menyumbang jemaat HKBP Binjai Baru sebesar Rp 10 juta. Seluruh jemaat menyambut dengan gembira sambil menyerukan “hidup Pak GM”.

Turut hadir dalam kebaktian itu Pastor Adrianus (Katolik), Pdt J Tampubolon (GKPI), Pdt Hermanto Tarigan (GBKP) dan pendeta HKBP dari Tebing Tinggi Pdt M Hutabarat.

Sumber : (M19/c) Harian SIB, Binjai


Ada 4 tanggapan untuk artikel “Ribuan Umat Kristen Kebaktian Bersama, Pupuk Persaudaraan Pertahankan HKBP Binjai Baru”

  1. Tanggapan Togar Silaban:

    Wah, ini lagi keangkuhan kelompok tertentu, menghalangi umat berbakti kepada Tuhan.
    Presiden SBY dalam salah satu program kerjanya (RPJM 2005-2010), mencantumkan bahwa tidak akan ada lagi diskriminasi kehidupan beragama, termasuk hak untuk mendirikan rumah ibadah (gereja). Jadi SBY bisa diminta pertanggungjawabannya kalau ada hal seperti ini.

    Btw, sudah kubaca beberapa beritanya di silaban.net ini, tapi belum ketemu kronologis pembangunan gereja HKBP Binjai Baru. Gimana cerita dari awalnya ?. Ada yang bisa melengkapi ?.

  2. Tanggapan BSimarmata:

    Menurut ceriteranya Izin memang belum diturunkan oleh Walikotamadya Binjai,karena rekomendasi dari Kantor Departeman Agama Binjai belum keluar.Kantor Departeman Agama Binjai,yang seharusnya mengurusi semua agama,telah bertindak kurang bijaksana,karena dia bukan membantu mempercepat surat rekomendasi tsb,malah ikut memperlambat,mengikuti aspirasi umat yang mayoritas di kota Binjai.Kalau pola berpikirnya demikian,maka sampai kapanpun,rekomendasi surat tidak akan terbit,karena Kantor Departeman Agama,tidak mengayomi semua agama.Jadilah seperti yang kita lihat di Jakarta,Gereja ada di RUKO dan Kebaktian ada dimana-mana.SKB 2 Menteri memang sudah ditolak oleh PGI,tapi walau demikian kita tidak usah khawatir,Gereja HKBP sama dengan yang lain adalah milik Tuhan Yesus.DIA tidak perlu kita bela,DIA akan carikan solusi yang tepat.Yang penting kita jangan membalas kekerasan itu dengan kekerasan.

  3. Tanggapan Mikelakona.S.:

    Sungguh heran memang ya! Mengapa mendirikan “cafe remang-remang” gampang, sedangkan mendirikan rumah ibadah tempat orang beribadah dan mendidik orang yang ada di dalamnya menjadi orang baik dan benar, harus dihambat? Kalau begitu mau jadi apakah dan mau ke manakah tujuan negara kita ini?
    Saya jadi meragukan kepemimpinan pemerintahan kota Binjai sekarang ini, jangan-jangan mereka tidak menyetujui orang menjadi baik dan berahlak

  4. Tanggapan luhut rajagukguk:

    Tindakan si ali umri (walikota binjai) yang menghambat pembangunan Gereja HKBP di wilayahnya, kalau bisa dibuktikan, termasuk tindakan melawan hukum! Silahkan baca UU No. 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah, BAB IV PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN, Bagian Keempat Pemerintah Daerah, Paragraf Ketiga Larangan bagi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Pasal 28: Kepala daerah dan wakil kepala daerah dilarang: a. “membuat keputusan yang secara khusus memberikan keuntungan bagi diri, anggota keluarga, kroni, golongan tertentu, atau kelompok politiknya yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, merugikan kepentingan umum, dan meresahkan sekelompok masyarakat, atau mendiskriminasikan warga negara dan/atau golongan masyarakat lain”! Coba saudara-saudaraku buktikan tindakan melawan hukum si ali umri ini, bila terbukti, maka ia harus diberhentikan sesuai Pasal 29 ayat (1) butir c:”diberhentikan” karena Ayat (2) butir f.:”melanggar larangan bagi kepala daerah dan/atau wakil kepala daerah”! Selamat berjuang. Horas.

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Most workers in North Sumatra left unprotected
Artikel selanjutnya :
   » » Ketahanan Pangan Berbasis UKM ?