Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Selasa
6
Mei '08

Penyelesaian Pembongkaran Gereja Di Binjai Mengambang


Penyelesaian pembangunan gereja HKBP Resort Binjai Baru di Jalan Dr.Wahidin Kelurahan Jati Makmur, Kec. Binjai Utara mengambang.

Hal itu terjadi saat Muspida Plus kembali melahirkan keputusan bersama Senin (5/5), setelah seribuan massa berunjuk rasa ke Pemko Binjai. Pengunjuk rasa meminta Pemko Binjai memberikan izin pembangunan gereja.

Perwakilan pengunjuk rasa diterima di Balai Kota Binjai dan kembali melahirkan keputusan bersama melalui musyawarah yang cukup ketat lebih kurang 4 jam. Keputusan bersama dibacakan di depan massa yang tetap menunggu kepastian.

Pembacaan keputusan bersama disaksikan Sekdako Binjai Drs.H.Ali Syafril, MAP, Ketua DPRD Ir.H.Haris Harto, MSP, Kajari Binjai Masril,SH berisikan dua keputusan. Pertama pemerintah Kota Binjai akan mengambil kebijakan yang terbaik untuk setiap warga masyarakat. Kedua menyepakati pertemuan dilanjutkan Senin(12/5) dengan mengundang pihak HKBP, Forum Umat Islam Bersatu dan FKUB.

Keputusan persama ditandatangani Sekdako Drs.H.Ali Syafril, MAP, Ketua DPRD Ir.H.Haris Harto, MSP, Kapolresta Binjai AKBP Drs.Verdianto I Bitticaca, Dan Dim 0203 Langkat diwakili Mayor Inf.P.Hutagalung, Kejari Binjai Masril,SH,Ketua PN Binjai Irama Chandar,SH.MH.

Keputusan bersama juga ditandatangani pihak HKBP Pdt Bistok Simanjuntak, Pdt Monang Silaban, Pdt. Langsung Sitorus, Pdt J.Tampubolon, Pastor Andrianus M. O.Nainggolan, Ir.Saur Manik, Ir.B.Panjaitan, St Petrus, Pdt Hermanto Tarigan, Drs. Sardi Purba, Parlindungan Aritonang dan M.Simarmata. Keputusan itu sempat diprotes massa sebab mengambang.

Massa tetap menuntut pemerintah memberikan izin gereja. Begitupun massa yang sudah menunggu lama membubarkan diri. Sebelumnya dalam rapat Muspida yang digelar di Balai Kota Binjai, Kamis (1/5) menghasilkan Lima butir keputusan.

Pertama, Pembangunan Gereja HKBP Resort Binjai Baru tidak dilanjutkan dan diambil alih Pemko Binjai beserta lahan pertapakannya menjadi aset Pemko Binjai.

Kedua, Pemko Binjai bersama-sama dengan pihak panitia pembangunan gereja HKBP Resort Binjai Baru, Perwakilan Forum Umat Islam Bersatu dan Forum Kerukunan Umat beragama (FKUB) mencari lokasi yang sesuai untuk pembangunan gereja HKBP Resort Binjai Baru.

Ketiga, Pemko Binjai mengganti rugi bangunan beserta lahan pertapakannya, sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku melalui dana APBD Kota Binjai.

Keempat: Waktu penyelesaian akhir Desember 2008 dan apabila belum terpenuhi Peraturan Bersama Menag dan Mendagri No.8 dan 9 tahun 2006 akan dimusyawarahkan kembali.

Kelima, Masing-masing pihak segera mensosialisasikan hasil keputusan bersama kepada seluruh anggotanya dan tetap menjaga ketentraman, ketertiban dan kerukunan umar beragama.

Sumber : (a03) WASPADA Online, Binjai


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Rekson Silaban: Changing the workers’ image
Artikel selanjutnya :
   » » Islamists Threaten To Tear Down Church