Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Selasa
6
Mei '08

5000 Umat Kristen Demo Kantor Walikota Binjai


Lima ribuan umat Kristiani dari berbagai lembaga gereja dan jemaat HKBP Binjai Baru long march sepanjang 2 kilometer menuju Kantor Walikota Binjai, Senin (5/5) sekitar pukul 11.30 WIB. Aksi itu digelar untuk memprotes Pemko Binjai karena tidak mengeluarkan ijin pendirian Gereja HKBP Resort Binjai Baru, juga memprotes rencana perobohan Gereja tersebut oleh Pemko Binjai.

Massa dari berbagai kalangan itu juga menolak pernyataan Muspida Plus yang akan mengambil alih bangunan dan tanah Gereja HKBP tersebut, karena tidak jelas dasar hukumnya, berpihak dan mengambang sehingga menyebabkan kelanjutan pembangunan gereja itu terkatung-katung.

Aksi damai itu diawali dengan berkumpulnya umat Kristiani di halaman Sopo Godang/Kantor Distrik HKBP XXIII Langkat di Jalan Cut Nyak Dhien Binjai dan diawali doa bersama selanjutnya berangkat sekitar pukul 10.45 WIB dengan berjalan kaki menuju Kantor Pemko Binjai. Sambil membentangkan spanduk dan kertas karton mereka berjalan kaki dan bernyanyi menelusuri Jalan Sudirman dipimpin Pdt DR Langsung Sitorus mewakili PGI Wilayah Sumut, dengan pengawalan polisi dipimpin Kasat Reskrim Polresta Binjai AKP H M Taufik SE.

Meskipun di tengah sengatan terik matahari, tak menyurutkan massa berjalan kaki sepanjang 2 Km selama 35 menit sampai tiba di pintu pagar masuk Kantor Walikota Binjai. Puluhan polisi dan petugas Satpol PP dan Linmas telah berjaga-jaga dan menghalau pengunjukrasa. Tindakan petugas membuat pengunjukrasa kesal dengan meneriaki sambil berorasi dipimpin Praeses HKBP Distrik XXX III Langkat Pdt Monang Silaban dan Pdt Langsung Sitorus.

Setelah menunggu beberapa menit, tiba-tiba datang petugas Sat Samapta AKP P Tambunan dan memperbolehkan 5 perwakilan pengunjukrasa. Namun tawaran petugas itu ditolak dan Praeses meminta Pemko jangan menghadirkan pihak kepolisian, karena tuntutan warga jemaat HKBP tidak terkait masalah keamanan tapi aksi damai dan tidak akan membuat keributan di Kantor Walikota Binjai. HKBP menginginkan kerukunan umat beragama di Binjai.

Akhirnya pengunjukrasa ditemui Staf Pemko Binjai Amran dan hanya memperbolehkan 10 orang perwakilan pengunjukrasa. Saat kesepuluh perwakilan dipersilahkan masuk, ribuan massa hanya menunggu di pintu luar Kantor Pemko Binjai, dengan alasan tidak mampu menampung pengunjukrasa untuk masuk. Dengan tertib pengunjukrasa membentangkan spanduk dan karton berisi penyesalan atas tindakan Pemko Binjai yang akan mengambil alih Gereja HKBP Binjai Baru menjadi aset Pemko Binjai.

Ratusan poster dan spanduk mereka bentangkan persis di pagar Kantor Walikota Binjai. Saat menunggu perwakilan diterima tatap muka dengan Sekdako Binjai Drs H Ali Syafril, pengunjukrasa dengan tertib berdiri di depan pintu pagar Kantor Walikota Binjai sambil bernyanyi dan Koor diiringi Musik Gondang Sabangunan.
Beberapa pengunjukrasa menggelar orasi dan mengecam tindakan pengambilalihan Gereja HKBP Binjai.

Tidak hanya para bapak-bapak yang memprotes dan menyampaikan orasi, kalangan ibu-ibu (Ina Pararikamis) juga melontarkan kritik kepada Walikota Binjai. Mereka minta agar walikota tidak diskriminatif terhadap umat Kristiani, karena umat Kristiani juga berjuang dalam merebut NKRI dari para penjajah, terbukti banyaknya pejuang yang beragama Kristen.

Sementara itu anggota DPRD Binjai dari Fraksi PDI-P Poster Pasaribu yang datang di tengah pengunjukrasa itu mengatakan, dirinya baru saja mengadakan rapat paripurna DPRD Binjai bersama Pemko membahas pengambilalihan aset HKBP Binjai Baru dan kelanjutan pembangunan gereja tersebut. Poster Pasaribu berjanji bersama rekan anggota DPRD lainnya akan membantu HKBP Binjai Baru kembali menjadi aset jemaat HKBP dan hasil rapat itu ditentukan, Selasa (6/5), ungkapnya dan disambut hangat ribuan umat Kristiani yang menunggu utusan delegasi yang bertemu dengan Muspida Plus minus Walikota Binjai HM Ali Umri SH dan Wakil Walikota Binjai Drs Anhar Monel.

Tiga belas perwakilan pengunjukrasa menghadiri pertemuan dengan Muspida Plus yakni Pdt Langsung Sitorus STh Mhum mewakili PGI Wilayah Sumut, Pdt Monang Silaban STh (Praeses HKBP Distrik XXIII Langkat), Pastor Andrianus M (Pastor Paroki Binjai), St Petrus (Tokoh Kristen), Pdt Hermanto Tarigan (Klasis GBKP Binjai Langkat), Pdt J Tampubolon, Ir B Panjaitan, Pdt Biston Simanjuntak, O Nainggolan, Ir Saut manik (DPD Badani Binjai), Sardi Purba (GAMKI Binjai), Parlindungan Aritonang dan M Simarmata.

WALIKOTA TAK HADIR PEMBICARAAN TERTUNDA

Penyelesaian Pembangunan Gereja HKBP Resort Binjai Baru di Jalan Dr Wahidin Lingkungan II Kelurahan Jati Makmur Kecamatan Binjai Utara Kota Binjai kembali tertunda karena Walikota Binjai tidak bisa menghadiri pertemuan. Hal itu terungkap saat Sekda Kota Binjai Drs H Ali Syafril MAP didampingi Muspida Plus Kota Binjai tidak bisa mengambil keputusan, Senin (5/5) di ruang kerja Wakil Walikota Binjai.
“Surat Keputusan Bersama Muspida Plus adalah upaya untuk menciptakan kerukunan, dan tuntutan untuk penerbitan izin pembangunan gereja akan disampaikan kepada pimpinan. Sebagai Sekda saya tidak bisa mengambil keputusan, saya hanya staf,” ujarnya.

Setelah melakukan pertemuan tertutup yang dihadiri Sekda Kota Binjai, Ketua DPRD Kota Binjai Ir H Haris Harto MSP, Kapolres Binjai AKBP Drs Verdianto I Bitticaca, Ka Staf Kodim 0203 Langkat Mayor Inf P Hutagalung, Kepala Kejaksaan Negeri Binjai Masril SH, Ketua Pengadilan Negeri Binjai Irama Chandra Alj SH MH, di ruangan kerja Wakil Walikota Binjai akhirnya Muspida Plus sepakat akan kembali melakukan pertemuan, Senin (12/5) dengan mengundang Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Binjai, Forum Umat Islam Bersatu dan HKBP untuk duduk bersama mencari penyelesaian.

Kasdim 0203 Langkat, Mayor Inf P Hutagalung pada kesempatan itu menyarankan agar dalam penyelesaian persoalan yang sedang terjadi semua pihak harus mengikuti proses tanpa ada tekanan dari manapun, kalau bertahan pada situasi “dead lock” maka tidak akan menyelesaikan masalah.
“Kalau memang kata Tuhan gereja itu ada di sana, itu akan ada disana nanti, dan tidak ada yang bisa menentang itu,” ujarnya. Itu yang harus kita pahami bersama sebagai umat bergama dan sama-sama percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Hasil keputusan Muspida Plus itu akhirnya diterima oleh Perwakilan Gereja se-Kota Binjai yang dipimpin Praeses HKBP Distrik XXIII Langkat Pdt Monang Silaban STh. Hasil keputusan yang dibuat secara tertulis itu kemudian dibacakan di hadapan ribuan pengunjuk rasa oleh Praeses didampingi Sekda Kota Binjai, Kajari, Ketua DPRD, Kasdam dan Ketua PN Binjai.
Setelah dibacakan massa meninggalkan halaman Pemko Binjai secara tertib menuju Kantor HKBP Distrik Langkat.

Perwakilan gereja se-Kota Binjai dan PGI Wilayah Sumut pada pertemuan dengan Muspida Plus Kota Binjai kecewa karena tidak bisa menghasilkan keputusan namun para perwakilan itu tetap menyampaikan tuntutannya.
Pdt Langsung Sitorus, pada kesempatan itu meminta walikota harus menjawab permohonan dari HKBP, kalau kerukunan belum ada maka walikota harus merukunkan warga.
Selain itu Pdt Langsung juga tetap bermohon agar diberi izin mendirikan gereja HKBP Binjai Baru, dengan terus mencari solusi bukan untuk membatalkan pembangunan gereja.

“Kalau Pemko memaksakan Hasil Kesepakatan Muspida Plus maka akan membuat ketidakrukunan di antara sesama umat HKBP karena yang menandatangani kesepakatan itu belum representatif sebagai perwakilan HKBP,” tegas Langsung.
Di samping itu juga meminta polisi agar segera membuka police line sehingga umat HKBP bisa beribadah dan pembangunan bisa dilanjutkan.
“Secara Theologi, kami tidak bisa semena-mena membangun rumah ibadah tapi di tempat yang ditunjukkan oleh Tuhan, jadi kalau sudah ditempatkan batu pertama atas nama Tuhan maka sudah tidak mungkin dicabut kecuali oleh Tuhan,” tambah Pdt Langsung Sitorus.

53 PERWAKILAN GEREJA DI BINJAI HADIR

Pastor Adrianus M pada pertemuan itu juga meminta agar jangan memperluas konflik akan tetapi harus mempersempit, dan Pemko harus segera menerbitkan IMB karena tidak melihat bangunan itu mengganggu.
Klasis GBKP Binjai Langkat, Pdt Hermanto Tarigan, mengatakan bahwa 53 gereja di Kota Binjai hadir untuk menunjukkan rasa solidaritas karena melihat apa yang dialami HKBP Binjai sebagai keprihatinan bersama. Serta meminta Sekda supaya memberikan jaminan penyelesaian masalah.

Tim Advokasi Hukum HKBP, Ojak Nainggolan mengatakan secara hukum setiap gereja HKBP adalah milik HKBP dan yang berwewenang melakukan tindakan hukum adalah pimpinan HKBP.
Pada kesempatan itu menegaskan menolak SK Bersama Muspida Plus dan mengangap sebagai sebuah pengangkangan terhadap Hak Asasi HKBP. HKBP bertanggungjawab penuh terhadap seluruh aset HKBP dimanapun berada.

Selain itu juga meminta Muspida Plus menyikapi permasalahan secara arif dan bijaksana serta menyelesaikan persoalan yang sedang terjadi.
Ketua GAMKI Kota Binjai Drs Sardi Purba pada kesempatan itu juga menyampaikan pernyataan GAMKI Binjai yang secara tegas menolak Keputusan Bersama Muspida Plus dan mendesak Pemko Binjai mengeluarkan izin pembangunan HKBP Binjai Baru.

Perwakilan gereja-gereja yang mengikuti pertemuan itu masing-masing Pdt Biston Simanjuntak, Pdt Monang Silaban, Pdt Langsung Sitorus, Pdt J Tampubolon, Pastor Adrianus M, O Nainggolan, Ir Saut Manik, Ir B Panjaitan, St Petrus, Pdt Hermanto Tarigan, Drs Sardi Purba, Parlindungan Aritonang dan M Simarmata.

Sumber : (M29/M18/M15/o) Harian SIB, Medan


Ada 2 tanggapan untuk artikel “5000 Umat Kristen Demo Kantor Walikota Binjai”

  1. Tanggapan kevin:

    Mohon dukungan Doa agar pergumulan jemaat hkbp Dosroha cepat terselesaikan dimana terjadi perpecahan di hkbp Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir Propinsi Riau,perlu dijelaskan jemaat hkbp Dosroha tembilahan telah pergi ke pearaja tarutung pada tgl.20 Feb.2008 hingga kini tidak ada tanggapan dari sana sehingga telah dilaporkan ke PGI tanggapan dari praeses distrik riau ini adalah masalah intren! kemana lagi jemaat Dosroha untuk meminta dukungan semoga distrik binjai dapat memperhatikan kami jemaat hkbp Dosroha Tembilahan /- 80 KK ( 350 jiwa ) , syalom……….

  2. Tanggapan PP-GKPI Mandala Medan:

    Mari kita Doa kan bersama agar cawan tersebut berlalu dari HKBP Binjai dan Yesus Kristus memberkati dan menyertai upaya kita bersama agar kelak HKBP Binjai tetap berdiri teguh untuk melayani dan menyebarkan Injil Tuhan disana…

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Industri padat karya butuh insentif
Artikel selanjutnya :
   » » Most workers in North Sumatra left unprotected