Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Sabtu
3
Mei '08

Pemko Binjai Didemo



Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

Lokasi pembangunan dan gedung gereja HKBP yang sudah rampung 70 persen tetap milik gereja HKBP yang berpusat di Pearaja Tarutung, Pembangunan akan terus dilanjutkan dan GAMKI siap mempertahankannya. Urusan lainnya Pucuk Pimpinan HKBP akan bertemu dengan unsur Muspida Kota Binjai yang direncanakan Senin depan. Hal itu diputuskan bersama oleh 10 utusan GAMKI Binjai dan Sumut yang bertemu dengan Pemko Binjai yang diwakili oleh Wakil Walikota Binjai Drs H Anhar A Monel MAp dan Sekda Kota Binjai Drs H Ali Syafril MAp, Jumat (2/5) di ruang Wakil Walikota Binjai.

Rombongan GAMKI Sumut dipimpin Ir Ronald Naibaho dengan mobil terbuka dan beberapa mobil serta puluhan sepeda motor sempat mengejutkan warga Binjai ketika memasuki kota. Sementara di kantor walikota sendiri puluhan pemuda dari berbagai OKP dan pihak-pihak lain telah siap-siap menunggu.
Rombongan yang berjumlah ratusan orang itu langsung memasuki halaman kantor Walikota Binjai dan menyampaikan orasi mereka hendak bertemu walikota.

Ketua GAMKI Binjai Sarli Purba dalam orasi awalnya mengatakan, Binjai masih di bawah NKRI dan pejuang yang membela NKRI banyak juga orang Kristen, itu bisa dibuktikan dengan banyaknya salib di makam pahlawan. Kristen bukan warga kelas dua, bukan penduduk yang kost di bumi Indonesia. Orang Kristen juga bayar pajak untuk pembangunan daerah ini. Jadi tidak ada alasan untuk menolak izin membangun rumah ibadah.

Sementara itu Ketua GAMKI Sumut Ir Ronald Naibaho mengatakan, GAMKI dan pemuda Kristen juga memiliki tanggung jawab moral atas beban yang ditanggung warga gereja Binjai Baru yang bangunan gerejanya mau dirobohkan.
“Itu tidak bisa terjadi dan kami tidak setuju ganti rugi Pemko Binjai. Yang pasti keluarkan izinnya karena sudah diusulkan setahun yang lalu,” kata Naibaho.

Usai orasi, Lukman MD Kakan Kesbang meminta utusan warga untuk bertemu Pemko, akhirnya 10 orang dari Gamki Binjai dan Sumut diterima. Kemudian memutuskan bahwa GAMKI menolak ganti rugi gedung gereja, Pemko harus keluarkan izin karena izin dari FKUB sudah ada.
Selama delegasi berbicara dengan utusan Pemko, ratusan anggota GAMKI yang hadir bernyanyi di halaman kantor walikota Binjai. Lagu-lagu rohani dengan berbagai bahasa mereka nyanyikan dengan semangat, tidak ada wajah gusar. Penyampaian keputusan itu berlangsung aman, Ketua GAMKI Binjai mengatakan kepada SIB, mereka juga siap mengerahkan massa bila diperlukan untuk berunjuk rasa.
Setelah itu rombongan berangkat ke kantor Distrik HKBP Jalan Cik Ditiro Binjai dan selanjutnya mereka menyampaikan isi pertemuan dengan pejabat Pemko Binjai.

Warga jemaat yang mendengar keputusan itu bertepuk tangan dan berjanji akan mempertahankan gereja dengan segala resiko. “Kalau GAMKI takut kita pun takut. Kalau GAMKI berani kenapa kita tidak berani,” ungkap salah seorang warga bersemangat. Demikian wartawan SIB di Binjai Drs Johannes Surbakti STh mengabarkan.

MENGHALANGI PEMBANGUNAN GEREJA PENGHINAAN TERHADAP UMAT KRISTEN DI DUNIA
Sementara itu, terkait permasalahan bangunan Gereja HKBP Binjai Baru Jalan Tembus Tandam Kelurahan Jati Makmur yang dipermasalahkan sekelompok orang, sejumlah tokoh pemuda di Deli Serdang angkat bicara.

Dalam pemberitaan SIB disebutkan awalnya puluhan ibu-ibu yang mengaku dari umat beragama lain di sekitar tempat bangunan ibadah yang berada di persawahan itu mendatangi DPRD Binjai. Mereka meminta Pemko Binjai untuk membongkar bangunan yang telah hampir rampung 70 persen tersebut. Dengan sigap dan langkah cepat Pemko Binjai menggerakkan alat berat dan petugas ke lokasi gereja.

Namun kedatangannya dihadang ribuan warga yang menurut mereka, siap menumpahkan darahnya di lokasi tersebut. Sambil bernyanyi dan berdoa mereka berada di dalam gereja dan di gubuk tempat penyimpanan bahan bangunan di depan gereja yang kebetulan berada di tengah persawahan.

Ketua Pemuda Katolik Deli Serdang, Ir Julfrie Anthony Purba mengecam keras upaya merubuhkan bangunan gereja HKPB yang ada di Binjai. Pemuda Katolik Deli Serdang minta Pemko Binjai wajib melindungi pembangunan gereja di daerahnya, karena itu merupakan tempat beribadah, bukan rumah bordil.
Pemuda Katolik Deli Serdang juga mempertanyakan sikap Pemko yang langsung bergerak ingin merobohkan Gereja HKBP tersebut. Seharusnya untuk merubuhkan bangunan tersebut, dilakukan dengan keputusan matang dan melalui mekanisme yang tepat karena hal itu bisa menyakiti perasaan umat Kristen.
Dalang intelektual di balik gerakan massa yang hendak merubuhkan gereja hendaknya diungkap dan meminta agar segera diusut tuntas. Kepada Partai Golkar Sumut diminta menyurati Walikota Binjai supaya mengeluarkan izin bangunan gereja HKBP dalam waktu 1×24 jam.

Disebutkan, gereja merupakan tempat beribadah dan berdoa kepada Tuhan dan Kota Binjai bukan hanya untuk satu agama saja, oleh karena itu diminta agar agama lain jangan ikut-ikutan meminta menutup pembangunan rumah ibadah yang bukan urusannya.
Diminta umat HKBP dan umat Kristen di Binjai agar bersatu memerangi kezoliman terhadap gereja. Agama Kristen bukan agama kafir, penutupan dan penghalangan pembangunan gereja merupakan penghinaan terhadap umat Kristen di dunia ini, ujarnya.

Sementara itu, Ketua Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Deli Serdang Reki Nelson Barus menyesalkan tindakan tersebut yang terkesan tidak ada lagi kebersamaan antar umat beragama. Gamki Deli Serdang mengecam tindakan sekelompok masyarakat yang melakukan aksi tersebut. “Padahal sudah ada kesepakatan. Masyarakat seharusnya dapat menciptakan dan menjaga suasana kekondusifan di Binjai,” ujarnya.

Apabila tidak puas terhadap kebijakan pemerintah, seharusnya melaporkan kepada pemerintah. Masyarakat di Kota Binjai, harus saling menjaga dan tidak terpengaruh hasutan pihak lain, tegasnya lagi.
GAMKI Deli Serdang meminta Pemko Binjai dapat membantu memfasilitasi perizinan pendirian gereja tersebut, sehingga apa yang telah dinantikan umat Kristiani selama ini dapat terwujud serta terpeliharanya kerukunan umat beragama lebih harmonis, seperti selama ini. Demikian wartawan SIB di Deli Serdang Drs Desra Gurusinga mengabarkan.

BERTEMU DR GM PANGGABEAN

Sementara GAMKI berunjukrasa ke Kantor Pemko Binjai, seperti diberitakan di atas, Praeses HKBP Distrik XXIII Langkat Pdt Monang Silaban dengan rombongannya dari Binjai datang ke Medan menemui tokoh masyarakat DR GM Panggabean, guna melaporkan perkembangan terakhir situasi yang terkait dengan rencana Pemko Binjai akan membongkar bangunan Gereja HKBP Binjai Baru.

Selama dua jam, mereka terpaksa menunggu kesempatan untuk dapat diterima oleh Pak GM, sebab pada waktu yang bersamaan Pak GM sedang menerima audensi Ketua Umum dan Sekum PGI beserta MPH PGI Sumut yang datang bersama-sama pengurus Yayasan Umat Kristen Sumatera Utara (YUKSU) diketuai Nelson Parapat SH. Untuk membicarakan rencana pembangunan Christian Centre di Kompleks PGI Sumut di Medan.

Dalam keadaan “tertekan” karena situasi di Binjai, lapar karena belum makan siang, barulah pukul 3 sore rombongan Praeses HKBP Langkat dapat bertemu dengan Pak GM.
Tetapi, ketidaknyamanan itu berlangsung tidak lama. Setelah Pak GM berbicara, semua telah dapat dibuatnya bersemangat kembali.

Seperti dikatakan Ketua Umum PGI Sumut/Sekjen HKBP, bertemu dengan Pak GM, semangat kita seperti dicas kembali, ada semangat baru, ada inspirasi baru.
Menanggapi laporan Praeses HKBP Distrik Langkat Pdt Monang Silaban STh, Pak GM menyatakan dirinya ikut prihatin. Pak GM juga menilai, langkah-langkah yang telah diambil Praeses menolak keputusan bersama Muspida plus Binjai yang akan mengambil alih bangunan dan tanah HKBP Binjai Baru, sudah sangat tepat.
Mana boleh pemerintah sembarangan mengambil alih aset orang? Apa itu ‘nasionalisasi’? tanya Pak GM. Itu harus kita tolak! tegasnya.

Namun Pak GM menilai, tindakan pihak Kepolisian membuat Police Line di sana, sudah tepat. Maka Police Line tersebut jangan dulu diganggu, sambil melihat perkembangan selanjutnya.
Dia minta, jangan lagi ada yang bertindak sendiri-sendiri.

“Pos ma rohamuna!” seru Pak GM. Kita memang prihatin, mendapat perlakuan seperti ini, namun siapa tahu, mungkin ini jalan Tuhan juga, supaya kita lebih memperkuat persatuan, supaya iman kita lebih dewasa, supaya kita lebih memiliki keberanian iman, karena masalah ini sekarang, tidak lagi masalah Jemaat HKBP Binjai saja, tapi telah menjadi masalah umat Kristen seluruhnya di Sumut, bahkan di Indonesia, dan bisa-bisa di seluruh dunia.”

Maka tegarlah, kuatkan iman dan jangan takut, kan ada Tuhan Yesus pelindung kita! tandas Pak GM. Yang penting, semua harus terkordinasi dengan baik.
Kalau ada demo pun, ok, tapi tertib dan damai, di mana kita harus menunjukkan perilaku kekristenan kita.
Dalam menghadapi bahaya dan bencana yang bagaimana pun, kita harus menunjukkan KASIH. Tetapi KASIH bukan berarti lembek, lemah, bukan, KASIH itu pun bisa berbicara tegas, lantang tapi semua membawa suara kebenaran.

Sekali lagi Pak GM meminta, supaya umat Kristen di Binjai ‘Jangan Takut!” Berdoalah terus. juga perlu berpuasa. Meminta kepada Tuhan, agar pada hati para penguasa di Binjai itu diberi kearifan. Namun, kalaupun dalam keadaan terpaksa, ada bala yang tak dapat ditolak, sekiranya pun mati 2-3 orang dari kalian, kan tak apa-apa? kata Pak GM sambil ketawa, dan semua jadi ikut ketawa dengan penuh semangat.
Nah, kalau ketua Panitia karena merasa terpaksa, telah menandatangani keputusan bersama Muspida plus tersebut, sekarang Bapak tak perlu lagi takut mencabut dan membatalkan tanda tangan tersebut, alasannya karena Bapak memang tidak punya wewenang untuk itu, kata Pak GM kepada Ketua Panitia Pembangunan Gereja HKBP Binjai Baru GI Siregar yang turut hadir.

Menyetujui pengambilan alih asset Gereja HKBP adalah wewenang Ephorus, itu pun tentu harus rapat dulu dengan unsur pimpinan yang lain, bahkan mungkin harus persetujuan synode, kata Pak GM.

SENIN DEMO
Praeses HKBP Distrik Langkat pada pertemuan itu melaporkan kepada Pak GM, (yang dipanggilnya Ompung) rencana mengadakan unjuk rasa damai ke Kantor Walikota Binjai, Senin tanggal 5 Mei 2008 dimulai pukul 10.00 WIB. Usai menggelar aksi damai di Kantor Walikota Binjai, massa akan beribadah bersama di lokasi Gereja yang tidak kena police line. Untuk itu Praeses minta petunjuk dan arahan dari Pak GM.
Menanggapi rencana aksi damai itu, Pak GM langsung mengatakan dukungannya. PGI pun mendukung. Spontan Pak GM berkata : “Bagus itu” apa perlu saya ikut?!” Demo itu, menurut Pak GM, adalah hak demokrasi kita. Namun Pak GM meminta, agar aksi damai itu dilakukan dengan tertib dan tidak anarkis.

PESTA ZENDING
Selain itu oleh Praeses HKBP Distrik Langkat yang berwilayah sampai ke Takengon Aceh, 1 Juni 2008 yang akan diadakan Pesta Zending. Untuk itu, sangat mengharapkan agar Pak GM dapat hadir, memberi pencerahan, pengarahan kepada Jemaat HKBP.
“Semua ingin bertemu dengan Pak GM, oleh karena itu kami sangat mengharap kiranya Pak GM dapat hadir,” kata Praeses.
Sebagai jawaban, Pak GM minta Ir GM Chandra untuk mengingatkannya nanti.

UNJUK RASA
Adapun rombongan Praeses HKBP Distrik XXIII Langkat Pdt Monang Silaban STh, terdiri dari Pdt H Simanjuntak STh (pendeta HKBP Binjai), Pdt HJ Siregar STh, Pdt K Sibarani SPAK, L Simatupang BE (Ketua Panitia Pentakosta Raya/Zending HKBP Distrik XXIII Langkat, HM Sitohang SH, GT Siregar (Ketua Panitia Pembangunan HKBP Binjai Baru) dan Ir J Pardede.

Hadir juga Sekjend HKBP Pdt WTP Simarmata MA yang juga Ketua Umum PGI Sumut, Sekum PGI Sumut Pdt DR Langsung Sitorus MTh, anggota DPRD Sumut Ir GM Chandra Panggabean, Drs Burhanuddin Rajagukguk, dan Jhon Eron Lumban Gaol. Sebelumnya DR GM Panggabean juga menerima audiensi pengurus PGI Sumut dan Yayasan Umat Kristiani Sumatera Utara terkait rencana peletakan batu pertama Christian Center di Komplek PGI.

Dijelaskan Praeses, pihaknya sudah mengurus izin pembangunan rumah ibadah untuk gereja HKBP Resort Binjai Baru sejak tahun 2001 sampai 2007 lalu. Namun selalu ditolak dengan berbagai alasan di antaranya masih ada 200-400 warga yang keberatan. Padahal, menurut Praeses, pihaknya sudah memenuhi ketentuan dalam SKB 2 menteri tentang pembangunan rumah ibadah.

Sebagai langkah mempertahankan gereja yang dibangun di tengah-tengah lahan persawahan itu, lanjut Praeses, pihaknya sudah membuat surat penolakan keputusan bersama Muspida Plus Kota Binjai tertanggal 1 Mei 2008 kepada Muspida Plus Kota Binjai dengan tembusan pucuk pimpinan HKBP di Tarutung, Gubsu, Walikota Binjai, Kakan Depagsu, Kakan Depag Binjai, PGI Wilayah Sumut dan tim penasehat hukum HKBP.

Dalam pertemuan itu juga diungkapkan kejanggalan surat keputusan bersama Muspida Plus Kota Binjai. Panitia Pembangunan dan Forum Ummat Islam Bersatu yang dibuat tidak berkop surat Pemko Binjai dan tidak ada stempel resmi Pemko Binjai. Menutup pertemuan itu, Pdt H Simanjuntak STh memanjatkan doa, mendoakan perlindungan bagi HKBP Binjai, juga memohon kesehatan bagi Pak GM dan kejayaan bagi Harian SIB.

Sumber : (M28/R1/e) Harian SIB, Binjai & TerangDunia.Com : Gedung Gereja HKBP Yang Sudah Rampung 70 Persen Di Binjai Di Tentang Sekolompok Orang


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.






Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel sebelumnya :
   » » Ribuan Warga HKBP Binjai Siap Pertaruhkan Nyawa

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel selanjutnya :
   » » Kasih Sayang dalam Selembar Kain Ulos