Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Jumat
2
Mei '08

Hak Buruh Masih Dipasung Di Aceh


Nasib buruh (pekerja) di Aceh masih ‘dipasung’ oleh berbagai perusahaan dan pihak perusahaan juga belum transparan dalam soal manajemen keuangannya pada buruh. Akibatnya, pihak buruh selalu berada posisi yang tidak menguntungkan dan hak-haknya tetap ‘dikebiri’ oleh perusahaan.

Demikian Presiden Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI), Rekson Silaban yang mengaku di Jakarta, saat menjawab pertanyaan Waspada ketika dihubungi melalui telefon genggamnya sehubungan peringatan Hari Pekerja Seluruh Dunia, Kamis (1/5).

Menurut Rekson Silaban, meskipun sudah memasuki zaman reformasi, namun hak buruh atau pekerja masih saja ditindas pihak perusahaan. Sementara pihak pemerintah juga kurang peduli terhadap keluhan yang disampaikan pekerja jika mendapat perlakuan yang tidak wajar atau hak-hak buruh yang dipasung dan ditindas oleh perusahaan dengan berbagai dalih yang tidak sesuai dengan undang-undang serta peraturan lainnya yang berlaku.

Karena itu, tambah Silaban, buruh atau pekerja bersama serikat buruh harus terus berjuang untuk menuntut haknya dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan bagi buruh dan keluarganya.

Sementara berdasarkan pantauan Waspada di Aceh Tamiang, Kamis (1/5) perayaan Hari Pekerja Seluruh Dunia digelar di Lapangan Pemuda Kota Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang (halaman depan Kantor DPRD lama Aceh Tamiang).

Hari Pekerja Seluruh Dunia yang berlangsung di Aceh Tamiang itu diisi dengan kegiatan zikir bersama dan pernyataan sikap dalam hal memperjuangkan nasib buruh/pekerja di Kabupaten Aceh Tamiang yang dihadiri pengurus berbagai federasi buruh, pekerja, birokrat dan anggota DPRK Aceh Tamiang dan acara itu dilaksanakan oleh DPC Federasi Pertambangan dan Energi) Aceh Tamiang, DPC FSB Hukatan, DPC FTA, DPC FKUI dan SBSI Aceh Tamiang.

Ketua DPRK Aceh Tamiang, HT Yusni yang pada kesempatan itu diwakili Suprianur, SH anggota DPRK setempat berjanji akan mendesak Pemkab Aceh Tamiang dan perusahaan agar segera menyelesaikan persoalan yang menjadi tuntutan bagi buruh atau pekerja.

Sumber : (b24) WASPADA Online, Kualasimpang


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.